0


PERNYATAAN DAN SIKAP ABU ALIFA SHIHAB BERKAITAN DENGAN MUSIBAH MINA.

1. Mengucapkan bela sungkawa teriring ta�ziyah "انا لله و انا اليه راجعون" Semoga mereka semua disatukan dengan para syuhada. Dan keluarga yg ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.

2. Meminta kepada pihak berwenang supaya mempercepat identifikasi korban yang masih diduga hilang atau wafat.

3. Kami menghargai upaya dari pemerintah KSA dan pemerintah Indonesia yang terus menjalankan tugasnya sesuai dengan kewenangannya.

4. Kepada para tokoh dan pemuka agama ataupun lembaga supaya tidak banyak melontarkan ungkapan menyudutkan kepada berbagai pihak, karena sampai sekarang belum ada keterangan resmi penyebab musibah Mina.

5. Mendorong kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung penuh upaya KSA dalam menuntaskan musibah Mina.

Wassalam

Al-Faqir

Ttd

Abu Alifa Shihab





Dikirim pada 09 Oktober 2015 di IBRAH


Tanya : Assalamu’alaikum pak ustadz sebenarnya kedudukan melamar perempuan dalam Islam itu bagaimana? Apakah jika tidak melamar dulu dan langsung aqad nikah dibolehkan?

Jawab : Wa’alaikumussalam .. Dalam Al-Quran sebenarnya sudah disinggung adanya masalah melamar atau meminang (khitbah).

وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُم بِهِۦ مِنْ خِطْبَةِ ٱلنِّسَآءِ أَوْ أَكْنَنتُمْ فِىٓ أَنفُسِكُمْ ۚ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَٰكِن لَّا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلَّآ أَن تَقُولُوا۟ قَوْلًۭا مَّعْرُوفًۭا ۚ وَلَا تَعْزِمُوا۟ عُقْدَةَ ٱلنِّكَاحِ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْكِتَٰبُ أَجَلَهُۥ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ فَٱحْذَرُوهُ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌۭ

Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita (yang suaminya telah meninggal dan masih dalam ‘iddah) itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekadar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf (sindiran yang baik). Dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah sebelum habis ‘iddahnya. (QS.2 : 235)

Khitbah atau melamar, meski bagaimanapun tak lebih hanya untuk menguatkan dan memantapkannya atau menentukan waktu untuk melaksanakan akad nikah saja. Dan khitbah bagaimanapun keadaannya tidak akan dapat memberikan hak apa-apa kepada si peminang melainkan hanya dapat menghalangi lelaki lain untuk meminangnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

“Tidak boleh salah seorang diantara kamu meminang pinangan saudaranya.” (Muttafaq ‘alaih)

Karena itu, yang penting dan harus diperhatikan di sini bahwa wanita yang telah dipinang atau dilamar tetap merupakan orang asing (bukan mahram) bagi si pelamar sampai terjadinya aqad nikah.

Melamar atau khitbah diibaratkan sebagai sebuah tangga yang bias saja dilewati, jika mampu untuk loncat atau naik keatas. Artinya jika ia datang dan langsung aqad nikah, maka tentu hal tersebut tidak menyalahi syariat. Dengan catatan kedua belah pihak setuju untuk dilangsungkan aqad nikah. Allohu A’lam

Dikirim pada 06 Maret 2013 di Bab. Nikah




Tanya : Assalamu`alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh. Bismillaah... Ustadz Abu Alifa yang semoga selalu mendapatkan Rahmat dan Kasih Sayang Allah. Saya seorang pemuda yang ingin bertanya seputar Khitbah. Seperti apakah Tata Cara Khitbah yang dianjurkan dan sesuai dengan Syariat Islam?? Dan apakah memberikan Hadiah sebagai "Pengikat" pada saat Khitbah itu termasuk Adat atau Bagian dari Agama? (Seperti memberi cincin, barang barang bawaan atau uang). Ataukah Khitbah itu cukup dengan Ucapan (Ikrar) dan Komitmen? Mohon penjelasannya Ustadz... Agar saya faham. Jazakallah Khair atas Ilmunya. (Ibnu di Bontang)

Jawab : Wa`alaikumumussalam warahmatullahi wa barakatuh, Khitbah atau meminang (sunda = narosan), merupakan salah satu yang pernah dicontohkan Nabi saw. Baik itu dilakukan oleh sendiri atau melalui perantara yang lain. Meminang bisa diartikan mengajak menikah dengan menyimpan omongan kepada orang tua sigadis dan setelah disetujui oleh gadis tersebut. Oleh karena itu wanita (gadis) yang sudah dipinang tidak boleh menerima pinangan orang lain sebelum memutuskan pinangan yang sebelumnya. Atau mendapat idzin dari yang sudah meminangnya. Kita juga dilarang meminang yang ada dalam masa iddah, apalagi yang sudah mempunyai suami.



Dari Abu Hurairah, Ia berkata,”Rasulullah SAW bersabda,”Seorang lelaki tidak boleh meminang perempuan yang telah dipinang saudaranya”(HR. Ibnu Majah)

Dalam meminang diperbolehkan yang bersangkutan atau wakil orang itu melihat wanita yang dipinangnya. Melihat yang dimaksudkan disini adalah melihat diri wanita yang ingin dinikahi dengan tetap berpanutan pada aturan syar’i.

”Dari Anas bin Malik, ia berkata,”Mughirah bin Syu’bah berkeinginan untuk menikahi seorang perempuan. Lalu rasulullah Saw. Bersabda,”Pergilah untuk melihat perempuan itu karena dengan melihat itu akan memberikan jalan untuk dapat lebih membina kerukunan antara kamu berdua”. Lalu ia melihatnya, kemudian menikahi perempuan itu dan ia menceritakan kerukunannya dengan perempuan itu (HR.Ibn Majah, Tirmidzy dan Nasa`i).

Memberikan "sesuatu" saat meminang belum pernah dicontohkan oleh Nabi saw, apalagi tukar cincin. Tapi jika bermaksud memberikan sesuatu hal itu bukan bagian dari meminang, tapi pemberian biasa (sadaqah) atau hadiah saja. Sebab pengikat dalam pinangan adalah ucapan dari yang meminang. Allohu A`lam

Dikirim pada 26 Januari 2012 di Bab. Nikah
Profile

Berasal dari Desa ... lahir dari seorang petani kecil. Orangnya prihatin, gampang tersentuh. Ayah dari 7 orang anak! More About me

Tag
Al-Quran
    Ya Rabb, ampuni dosa kami, dan hapuslah segala kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang shalih.
Sabda Nabi saw
    Cintailah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat bisa jadi orang yang kamu benci. Bencilah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat ia orang yang kamu cinta.
Al-Quran
    Ya Rabb ... janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb, janganlah kami berikan beban yang berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Rabb, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak dapat kami memikulnya! ......
Asa-ku
    Ya Rabb, seandainya hamba-Mu harus menangis ... jadikanlah tangisan itu yang bisa membuat terhapusnya dosa dan kesalahan hamba, tangis yang mampu menghantar hamba pada ridha dan rahmat-Mu. Ya Rabb ... jadikanlah senyum hamba dikala orang yang mencintai dan menyayangiku menangisi hamba ....
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 2.839.194 kali


connect with ABATASA