0


Tanya : Ustadz mau bertanya mengenai mengarahkan hewan ke qiblat saat disembelih. Apakah hal ini wajib atau bagaimana? Samsul A
Jawab : Bismillah… sampai saat ini secara pribadi saya belum mendapatkan perintah dari Nabi saw bahwa saat menyembelih wajib dihadapkan hewan itu kearah qiblat, sebagaimana perintah wajibnya shalat menghadap qiblat. Akan tetapi dari perbuatan para shahabat, bahwa hal tersebut (dihadapkan hewan ke qiblat saat disembelih) hanya merupakan keutamaan atau anjuran saja.
عن نافع أن ابن عمر كان يكره أن يأكل ذبيحة ذبحه لغير القبلة
Dari Nafi’, sesungguhnya Ibnu Umar tidak suka memakan daging hewan yang disembelih dengan tidak menghadap qiblat (Riwayat Abdur Razaq no 8585 dengan sanad yang shahih)
عن ابن سيرين قال : كان يستحب أن توجه الذبيحة إلى القبلة
Dari Ibnu Sirin (seorang tabiin) beliau mengatakan, “Dianjurkan untuk menghadapkan hewan sembelihan ke arah qiblat” (Riwayat Abdur Razaq no 8587 dengan sanad yang shahih).
Dengan demikian hewan dihadapkan kearah qiblat saat disembelih merupakan anjuran (sunnat) saja. Allohu A’lam

Dikirim pada 29 April 2014 di Bab. Penyembelihan


Tanya : Assalamu`alaikum wr.wb … pak ustadz Abu Alifa, saya sedikit ingin menanyakan masalah menyembelih hewan qurban pada malam hari … apakah secara syari`at hal itu dibolehkan? Trims
Jawab : Wa`alaikumussalam wr.wb. … Sebelum kita mengetahui hukum penyembelihan qurban ada baiknya kita mengetahui batasan waktu menyembelihan nusuk (qurban).
Awal waktu penyembelihan sesudah shalat Ied. Tentu yang dimaksud setelah shalat Iedul-Adha yakni setelah selesai khutbah Imam, sebab khutbah merupakan rangkaian dari ibadah shalat Ied.
Dari Sahabat al-Barra` bin `Azib Radhiyallahu `Anhu, Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya yang pertama kali kita mulai pada hari ini adalah shalat. Kemudian kita pulang lalu menyembelih hewan qurban. Barangsiapa berbuat demikian maka dia telah sesuai dengan sunnah kami. Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka itu adalah daging yang diberikan untuk keluarganya dan tidak termasuk nusuk (ibadah qurban) sedikitpun." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Diriwayatkan dari Jundab bin Sufyan, ia berkata:
صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ النَّحْرِ ثُمَّ خَطَبَ ثُمَّ ذَبَحَ فَقَالَ مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيَذْبَحْ أُخْرَى مَكَانَهَا وَمَنْ لَمْ يَذْبَحْ فَلْيَذْبَحْ بِاسْمِ اللَّهِ
"Nabi saw pernah shalat pada hari penyembelihan (idul Adha) lalu berkhutbah lalu menyembelih serta bersabda, "Siapa yang menyembelih sebelum ia shalat (Ied) maka hendaknya ia menyembelih lagi sebagai gantinya, dan siapa yang belum menyembelih hendaknya ia menyembelih dengan nama Allah." (HR. Al-Bukhari)
Diriwayatkan juga dari Anas bin Malik, ia berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wasallam pernah shalat pada hari nahar (idul Adha) lalu berkhutbah, lalu beliau perintahkan orang yang telah menyembelih sebelum shalat agar mengulangi sembelihannya." (HR. Al-Bukhari)
Sedangkan akhir dari waktu penyembelihan hewan qurban (nusuk) yakni saat terbenamnya matahari dihari ke-13 Dzulhijjah(hari tasyriq).
Adapun menyembelih waktu malam dihari-hari penyembelihan tidak melanggar syariat. Sebab waktu malam sudah termasuk kepada arti hari-hari (ayyaam).
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ
"Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak." (QS. Al-Hajj: 28) sehingga waktu malam (yakni malam ke 11, 12 dan 13) adalah seperti siangnya yang menjadi waktu penyembelihan. Allohu A`lam.

Dikirim pada 23 Oktober 2012 di Bab. Penyembelihan



Tanya : Assalamu’alaikum … Ustadz Abu, apakah benar bahwa daging kuda itu haram untuk dimakan? Saya mohon penjelasannya! JPK Jawa Tengah
Jawab : Wa’alaikumussalam … Mengenai binatang yang pengharamannya secara mutlak adalah yang terdapat dalam Al-Quran (lihat QS.Al-Baqarah : 178, al-Maidah :3, An-Nahl :115 dan al-An’am :145). Sedangkan mengenai kuda tidak termasuk yang disebut dalam pengharaman. Bahkan dalam beberapa keterangan (hadist), mengindikasikan bahwa daging kuda itu boleh dimakan. Diantaranya :
“…(Rasulullah saw) memberikan idzin (makan) daging-daging kuda (Mutattafaq ‘Alaih dari Jabir ra).
Dalam hadits lain :
Dari Asma’ binti Abi Bakr Berkata :Kami pernah menyembelih kuda pada masa Nabi saw, dan kmai semua memakannya (HR.Bukhary Muslim).
Dengan demikian secara hukum kuda tidak termasuk binatang yang diharamkan dan boleh memakannya (jika suka). Allohu A’lam

Dikirim pada 28 Februari 2012 di Bab. Penyembelihan


Tanya : Assalamualaikum ustad abu..sy mau bertanya apa benar kalau saya belum aqiqah jangan kurban dulu,maklumlah orang tua dulu mungkin belum faham, mangkanya saya belum aqiqah.apa ada hadist yang menyatakan begitu,terima kasih atas jawabannya.. Iing Sholichin
Jawab : Wa`alaikumussalam, Kami belum menemukan hadits yang menerangkan bahwa ada larangan jika belum aqiqah jangan berqurban. Sebab antara qurban dengan aqiqah lain, baik dari sisi waktu ataupun ketentuan lainnya. Sekalipun dua-duanya termasuk sembelihan hewan. Aqiqah merupakan anjuran kepada orang tua bayi itu, qurban anjuran kepada kita. Dari batasan waktu keduanya memang ada. Aqiqah dibatasi waktu saat bayi umur 7 hari (sesuai hadits yang shahih), sedangkan qurban waktunya setiap tanggal 10 atau 11, 12, 13 Dzul hijjah. Jadi tidak benar pemahaman bahwa kalau belum aqiqah dilarang berqurban. Allohu A`lam

Dikirim pada 28 Oktober 2011 di Bab. Penyembelihan
Awal « 1 2 3 » Akhir
Profile

Berasal dari Desa ... lahir dari seorang petani kecil. Orangnya prihatin, gampang tersentuh. Ayah dari 7 orang anak! More About me

Tag
Al-Quran
    Ya Rabb, ampuni dosa kami, dan hapuslah segala kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang shalih.
Sabda Nabi saw
    Cintailah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat bisa jadi orang yang kamu benci. Bencilah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat ia orang yang kamu cinta.
Al-Quran
    Ya Rabb ... janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb, janganlah kami berikan beban yang berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Rabb, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak dapat kami memikulnya! ......
Asa-ku
    Ya Rabb, seandainya hamba-Mu harus menangis ... jadikanlah tangisan itu yang bisa membuat terhapusnya dosa dan kesalahan hamba, tangis yang mampu menghantar hamba pada ridha dan rahmat-Mu. Ya Rabb ... jadikanlah senyum hamba dikala orang yang mencintai dan menyayangiku menangisi hamba ....
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 2.760.348 kali


connect with ABATASA