0


Tanya : Assalamu`alaikum warahmatullah wa barakatuh .... al-Ustadz Abu Alifa yang kami cintai, sebelumnya saya ingin bercerita sedikit tentang salah satu kebiasaan ditempat saya bekerja. Yaitu setiap pimpinan perusahaan datang semua staff harus berdiri sebagai penghormatan kepada seorang pimpinan. Tentu saya sebagai salah satu bagian dari staff, mau tidak mau harus melakukan seperti itu. Menurut pandangan al-ustadz Abu bagaimana hal tersebut, apakah bisa merusak akidah? Wassalam GTR Cikarang
Jawab : Wa`alaikmussalam warahmatullahi wa barakatuh ... Dalam lingkungan dari mulai yang terkecil seperti keluarga sampai yang kita anggap besar seperti "negara", tentu disitu pasti ada yang mengendalikan yang kita sebut dengan pimpinan. Seorang anak wajib menghormati orang tuanya karena ia imam kita. Hanya bentuk penghormatan antara satu keluarga dengan yang lain kadang berlainan, begitupun dalam kehidupan , bisa jadi antara satu daerah, sampai negara dengan daerah dan negara lain cara penghormatan (ikram) itu tidak sama.
Mengenai yang bapak maksud, jika itu merupakan penghormatan bukan penghambaan diri, maka hal tersebut ibahah (boleh) saja. Hal ini bisa kita perhatikan dalam beberapa hadits diantaranya :
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، أَنَّ أَهْلَ، قُرَيْظَةَ نَزَلُوا عَلَى حُكْمِ سَعْدٍ فَأَرْسَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِلَيْهِ فَجَاءَ فَقَالَ ‏"‏ قُومُوا إِلَى سَيِّدِكُمْ ‏"‏‏.‏ أَوْ قَالَ ‏"‏ خَيْرِكُمْ ‏"‏‏.‏ فَقَعَدَ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏"‏ هَؤُلاَءِ نَزَلُوا عَلَى حُكْمِكَ ‏"‏‏.‏ قَالَ فَإِنِّي أَحْكُمُ أَنْ تُقْتَلَ مُقَاتِلَتُهُمْ، وَتُسْبَى ذَرَارِيُّهُمْ‏.‏ فَقَالَ ‏"‏ لَقَدْ حَكَمْتَ بِمَا حَكَمَ بِهِ الْمَلِكُ ‏"‏‏.‏ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ أَفْهَمَنِي بَعْضُ أَصْحَابِي عَنْ أَبِي الْوَلِيدِ مِنْ قَوْلِ أَبِي سَعِيدٍ إِلَى حُكْمِكَ
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Syu`bah dari Sa`d bin Ibrahim dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif dari Abu Sa`id bahwa penduduk Bani Quraidlah telah menetapkan hukum yang akan diputuskan oleh Sa`ad. Maka Nabi shallallahu `alaihi wasallam mengutus seseorang untuk memanggilnya, ketika dia datang beliau bersabda: "Berdirilah kalian untuk menghormati orang terbaik kalian -atau beliau bersabda- pemimpin kalian." Lalu Sa`d duduk di dekat Nabi shallallahu `alaihi wasallam, setelah itu beliau melanjutkan: "Sesungguhnya mereka telah setuju dengan keputusan yang akan kamu tetapkan." Sa`ad berkata; "Aku akan memutuskan kepada mereka agar para tentara perang mereka dibunuh dan anak-anak serta wanita mereka dijadikan tawanan." Maka beliau bersabda: "Sungguh kamu telah memutuskan hukum kepada mereka dengan hukum Allah (Raja diraja)." Abu Abdullah berkata; "Sebagian sahabatku telah memahamkanku dari Al Walid dari perkataannya Abu Sa`id hingga perkataan "dengan keputusan yang kamu putuskan". (Shahih Bukhary)
حدثنا محمد بن بشار حدثنا عثمان بن عمر أخبرنا إسرائيل عن ميسرة بن حبيب عن المنهال بن عمرو عن عائشة بنت طلحة عن عائشة أم المؤمنين قالت ما رأيت أحدا أشبه سمتا ودلا وهديا برسول الله في قيامها وقعودها من فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم قالت وكانت إذا دخلت على النبي صلى الله عليه وسلم قام إليها فقبلها وأجلسها في مجلسه وكان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل عليها قامت من مجلسها فقبلته وأجلسته في مجلسها....
سنن الترمذي كتاب المناقب » باب ما جاء في فضل فاطمة بنت محمد صلى الله عليه وسلم
"... Dari Aisyah ummul mukminin berkata : Tidak pernah aku melihat seorangpun yang menyerupai dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hal berdiri dan duduknya dari Fathimah puteri Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam. Ia (Aisyah) berkata (lagi). Jika Fathimah berkunjung ke rumah Nabi, beliau (Nabi) berdiri menyabutnya serta menciumnya dan mendudukkan ditempat beliau duduk. Begitu juga jika Nabi saw berkunjung ke rumah Fathimah, ia (Fathimah) berdiri menyambutnya dan menciumnya serta mendudukkannya ditempat ia duduk ..." (Sunan At-Tirmidzy)
Jadi boleh kita berdiri sebagai rasa hormat kita sekaligus sebagai penyambutan manakala ada seseorang datang ke rumah atau ke tempat dimana kita berkerja. Allohu A`lam

Dikirim pada 11 April 2015 di Bab. Akhlaq


Tanya : Assalamu’alaikum ... Kang Abu Alifa, apakah dibenarkan kita titip “salam”? Bagaimana jika ada yang titip salam? Apa pernah hal ini dicontohkan? Dhiyah

Jawab : Wa’alaikumussalam ... ada beberapa dalil menyebutkan tentang masalah yang dek Dhiyah tanyakan. Diantaranya :
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا عَائِشَةُ، هَذَا جِبْرِيْلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلاَمَ. قَالَتْ: قُلْتُ: وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، تَرَى مَا لاَ نَرَى.
Dari Aisyah ra ia berkata: Rasulullah saw pernah berkata: “Wahai Aisyah, ini ada Jibril, dia titip salam untukmu.” Aisyah berkata: “Aku jawab, wa ‘alaihissalam wa rahmatullah (semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah untuknya), engkau dapat melihat apa yang tidak kami lihat.” (HR. al-Bukhari, no. 2217, Muslim, no. 2447)
عَنْ غَالِبٍ قَالَ: إِنَّا لَجُلُوْسٌ بِبَابِ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ إِذْ جَاءَ رَجُلٌ فَقَالَ: حَدَّثَنِيْ أَبِيْ عَنْ جَدِّيْ قَالَ: بَعَثَنِيْ أَبِيْ إِلَى رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اِئْتِهِ فَأَقْرِئْهُ السَّلاَمَ. قَالَ: فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ: أَبِيْ يُقْرِئُكَ السَّلاَمَ. فَقَالَ: عَلَيْكَ وَعَلَى أَبِيْكَ السَّلاَمَ.
Dari Ghalib rahimahullah ia berkata: Sesungguhnya kami pernah duduk-duduk di depan pintu (rumah) al-Hasan al-Bashri, tiba-tiba seseorang datang (kepada kami) dan bercerita: Ayahku bercerita dari kakekku, ia (kakekku) berkata: Ayahku pernah mengutusku untuk menemui Rasulullah saw lalu ia berkata: Datangilah beliau dan sampaikan salamku kepadanya. Ia (kakekku) berkata: Maka aku menemui beliau dan berkata: Ayahku titip salam untukmu. Maka beliau menjawab: “Wa ‘alaika wa ‘ala abikassalam (semoga keselamatan tercurah kepadamu dan kepada ayahmu).” (Sunan Abi Dawud, no. 5231)
Dari hadits diatas ada beberapa point yang bisa kita simpulkan :
Nabi saw pernah menyampaikan salam (titip salamnya) Jibril yang dialamatkan kepada Aisyah ra. Dengan begitu bahwa titip salam masyru’.
Menjawab salam kepada yang nitip salam bisa sebanding atau lebih sesuai dengan lafadz salam yang masyru’.
Hal ini sesuai dengan firman Allah swt :
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوْهَا.
“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang semisalnya). (QS. an-Nisa: 86)
Asy-Syaukani berkata: “Penghormatan di sini adalah ucapan salam, dan makna inilah yang dimaksudkan pada ayat ini.” (Tafsir Fath al-Qadir, surat an-Nisa` ayat 86)
Sedangkan Al-Qurthubi berpendapat bahwa: “Ulama sepakat bahwa memulai salam hukumnya sunnah yang sangat dianjurkan, sedangkan menjawab salam hukumnya wajib.” (Tafsir Fath al-Qadir, surat an-Nisa` ayat 86)
Disyariatkan juga menjawab salam bukan hanya kepada juga kepada yang menyampaikannya.
Kesimpulannya menitip salam dan menyampaikan salam serta menjawab salam adalah masyru’ (disyari’atkan). Allohu A’lam

Dikirim pada 08 Desember 2013 di Bab. Akhlaq


Tanya : Assalamu’alaikum ... Ustadz Abu Alifa, mohon dijelaskan hukum memelihara burung pake sangkar, apakah dibolehkan? Terima kasih
Jawab : Wa’alaikumussalam
Dalam sebuah hadis yang mengisyaratkan bolehnya memelihara burung. Hadis itu dari sahabat Anas bin Malik ra. Beliau memiliki adik laki-laki yang masih kanak-kanak, bernama Abu Umair. Si Adik memiliki burung kecil paruhnya merah, bernama Nughair
Anas menceritakan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا، وَكَانَ لِي أَخٌ يُقَالُ لَهُ أَبُو عُمَيْرٍ – قَالَ: أَحْسِبُهُ – فَطِيمًا، وَكَانَ إِذَا جَاءَ قَالَ: «يَا أَبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ» نُغَرٌ كَانَ يَلْعَبُ بِهِ

Nabi saw adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Saya memiliki seorang adik lelaki, namanya Abu Umair. Usianya mendekati usia baru disapih. Apabila Rasulullah saw datang, beliau memanggil, ‘Wahai Abu Umair, ada apa dengan Nughair?’ Nughair adalah burung yang digunakan mainan Abu Umair. (HR. Bukhari 6203, Muslim 2150)
Al-Hafidz Ibnu Hajar memberikan kesimpulan diantaranya:
جواز إمساك الطير في القفص ونحوه
“(Hadis ini dalil) bolehnya memelihara burung dalam sangkar atau semacamnya.” (Fathul Bari, 10/584).
Tidak ada larangan memelihara burung, tentu dengan syarat dipeliharanya dengan baik, seperti diberi makan dan lainnya. Dalam riwayat lain juga memberikan isyarat bolehnya memelihara hewan (tentu hewan yang tidak diharamkan).
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قال : ( عُذّبت امرأة في هرّة ، سجنتها حتى ماتت ، فدخلت فيها النار ؛ لا هي أطعمتها ، ولا سقتها إذ حبستها ، ولا هي تركتها تأكل من خشاش الأرض ) متفق عليه.
Dari Abdullah ibn Umar ra, bahwasannya Rasulullah saw bersabda : Seorang wanita disiksa disebabkan seekor kucing. Ia kurung (kucing itu) sampai mati, maka wanita itupun masuk neraka. Saat mengurung (kucing tersebut) wanita itu tidak memberinya makan dan minum, dan tidak pula melepaskannya supaya kucing itu mencari serangga bumi. (Mutafaq ‘Alaih)
Dari keterangan diatas hemat kami, bukan masalah memelihara atau dikandangin binatang itu, melainkan karena tidak diurusnya (yaitu) memberikan hak hidup dengan diberi makan dan minumnya .
Jadi secara hukum boleh kita memelihara hewan termasuk burung. Allohu A’lam

Dikirim pada 05 Desember 2013 di Bab. Akhlaq


Tanya : Assalamu`alaykum ustad..
Saya mau bertanya tentang hukum bersalaman dengan sepupu. yang kedua tentang hukum wanita yang menjalani facial wajah? misalnya ketika membersihkan jerawat sampai mengeluarkan darah..terimakasih ustad. siti aminah (anqmuslim@gmail.com)

Jawab : Wa`alaikumussalam … Pertama, sepupu adalah anak-anak dari kakak beradik atau anak saudara laki-laki ayah atau saudara ibu, dan sepupu itu tidak termasuk bagian dari mahram, sehingga tidak boleh bersalaman (berjabat tangan) dan boleh menikah dengan sepupu. Yang termasuk mahram dalam al-Quran adalah :
"Sesungguhnya diharamkan bagi kalian (menikahi) Ibu kandung kalian, dan putri kandung kalian, dan Saudari Kandung kalian, dan Saudari kandung ayah kalian (bibi dari ayah), dan saudari kandung Ibu kalian (bibi dari ibu), dan putri putri saudara lelaki kalian (keponakan dari saudara lelaki), dan putri putri saudara perempuan kalian (keponakan dari saudara wanita), dan Ibu susu kalian, dan saudari saudari suson kalian (putri dari wanita yg menyusui kalian), dan ibu dari istri kalian (mertua), dan putri dari istri kalian (bila kita menikahi wanita yg sudah mempunyai putri, maka anak itu tak boleh kita nikahi, terkecuali bila kita belum bersanggama dg ibunya), dan putri anak anak kalian (menantu), dan menikahi dua wanita yg bersaudara, terkecuali bila salah satunya telah wafat (tidak menikahinya bersamaan, terkecuali bila salah satunya telah wafat)... (QS.An-nisaa-23)
Kedua, membersihkan kotoran termasuk jerawat tidak dilarang walaupun sampai keluar darah. Allohu A`lam

Dikirim pada 01 September 2012 di Bab. Akhlaq
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

Berasal dari Desa ... lahir dari seorang petani kecil. Orangnya prihatin, gampang tersentuh. Ayah dari 7 orang anak! More About me

Tag
Al-Quran
    Ya Rabb, ampuni dosa kami, dan hapuslah segala kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang shalih.
Sabda Nabi saw
    Cintailah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat bisa jadi orang yang kamu benci. Bencilah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat ia orang yang kamu cinta.
Al-Quran
    Ya Rabb ... janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb, janganlah kami berikan beban yang berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Rabb, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak dapat kami memikulnya! ......
Asa-ku
    Ya Rabb, seandainya hamba-Mu harus menangis ... jadikanlah tangisan itu yang bisa membuat terhapusnya dosa dan kesalahan hamba, tangis yang mampu menghantar hamba pada ridha dan rahmat-Mu. Ya Rabb ... jadikanlah senyum hamba dikala orang yang mencintai dan menyayangiku menangisi hamba ....
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 2.815.391 kali


connect with ABATASA