0

Tanya : Bismillahirrahmanirrahim, Ustadz Abu Alifa Shihab yang saya hormati. Apakah dibenarkan saat kita sedang mengqadha puasa lantas membatalkan puasa itu. Apakah sama hukumnya dengan membatalkan puasa ramadhan? Trim’s. HA
Jawab : Qadha bisa diartikan dengan mengganti ataupun membayar. Qadha shaum mengandung arti mengganti/membayar hutang shaum. Maka jika kita membayar hutang karena pernah meminjam kemudian pembayarannya itu ditarik kembali, karena ada kebutuhan mendadak, maka tentu hutang kita belum terbayar. Begitu juga dengan shaum. Hanya pembayaran/qadha shaum harus mendapat perhatian dan cepat dibayar. Allohu A’lam

Dikirim pada 08 Juli 2011 di Bab. Shaum

Tanya : Assalamu’alaikum, pak ustadz saya masih punya utang puasa tahun sebelumnya yang belum sempat dibayar. Apakah hal tersebut bisa dilakukan ditahun depan? Bagaimana hukumnya kalau keburu datang ramadhan dan belum sempat saya bayar? JKU Jember
Jawab : Wa’alaikumussalam, Barangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadhan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau berpergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari yang lain.(QS.2 : 185.)
Hutang shaum atau puasa wajib (ramadhan) tidak bisa gugur disebabkan telah datang lagi ramadhan. Namun ia tetap berkewajiban mengqodho’ puasanya yang ia tinggalkan, karena kewajiban mengqodho’ tidak gugur dengan sebab diakhirkan/ditunda. Maka ia tetap wajib menggantinya walaupun setelah bulan Ramadhan tahun berikutnya. Oleh karena itu sebaiknya dalam mengqadha shaum itu harus mendapat perhatian. Bahkan ada sebagian pemahaman bahwa qadha itu harus dibayar sebelum datang lagi kewajiban shaum berikutnya. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah :
Dahulu kami memiliki hutang shaum Ramadhan, dan tidaklah aku sempat membayarnya (tertunda) kecuali setelah datang bulan Sya’ban. (Shahih Bukhary No.1950). Allohu A’lam

Dikirim pada 25 Juni 2011 di Bab. Shaum

Tanya : Ass...Pak Ustadz apakah ada keterangannya jika menghadapi ramadhan harus minta maaf sesama manusia? KY. Tangerang
Jawab : Wa’alaikum salam, minta maaf tentu dikaitakan dengan kesalahan yang pernah kita lakukan, yang tentu tidak dibatasi oleh bulan ataupun hari. Orang yang minta maaf menunjukkan bahwa kita merasa bersalah, sekalipun mungkin kita tidak melakukan kesalahan. Sebagaimana minta ampun kepada Alloh adalah orang yang sadar bahwa ia merasa berdosa. Nabi Muhammad SAW sering istighfar (minta ampun ) kepada Alloh dalam setiap keadaaan, sebab merasa berdosa, sekalipun tidak pernah berbuat dosa.
Dalam sebuah hadits (Ibnu Hibban, Ibnu Huzaiamah, at-Tirmidzi dari Amar bin Yasir dan juga riwayat Bukhari dari Abi Hurairah) ... bahwa alangkah ruginya (rugi diatas rugi) orang yang mendapatkan ramadhan, lalu lewat begitu saja tanpa mendapatkan ampunan. Dan ampunan itu tentu dikaitkan dengan dosa dan kesalahan. Dan dosa itu ada yang langsung dilakukan kepada Alloh SWT, dan ada yang melalui perantaraan hamba. Dosa yang dilakukan melalui hamba, maka tentu kita harus minta maaf dulu kepada yang bersangkutan. Dan hadits inipun cukup untuk menjadi dasar, supaya kita mendapat ampunan dari dari Alloh baik kesalahan yang dilakukan langsung atau melalui perantaraan sesama manusia.

Dikirim pada 13 Agustus 2010 di Bab. Shaum

Tanya : Ass.. pak Ustadz Abu Alifa yang kami hormati, benarkah bahwa niat untuk berpuasa wajib seperti Ramadhan harus diniatkan sebelum fajar? Dan bagaimana cara meniatkan puasa ramadhan itu? Tati R
Jawab : Wa’alaikum salam, memang benar bahwa kita sebelum fajar (shubuh) harus meniatkan diri bahwa besok mau melaksanakan shaum. Dan hal itu bisa kita meneguhkan diri bahwa besok melaksanakan shaum malam harinya. Harus diingat bahwa niat itu pekerjaan hati dan niat itu adanya dihati. Jadi niatkanlah dihati kita bahwa besok mau melaksanakan shaum.

Dikirim pada 07 Agustus 2010 di Bab. Shaum
Profile

Berasal dari Desa ... lahir dari seorang petani kecil. Orangnya prihatin, gampang tersentuh. Ayah dari 7 orang anak! More About me

Tag
Al-Quran
    Ya Rabb, ampuni dosa kami, dan hapuslah segala kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang shalih.
Sabda Nabi saw
    Cintailah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat bisa jadi orang yang kamu benci. Bencilah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat ia orang yang kamu cinta.
Al-Quran
    Ya Rabb ... janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb, janganlah kami berikan beban yang berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Rabb, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak dapat kami memikulnya! ......
Asa-ku
    Ya Rabb, seandainya hamba-Mu harus menangis ... jadikanlah tangisan itu yang bisa membuat terhapusnya dosa dan kesalahan hamba, tangis yang mampu menghantar hamba pada ridha dan rahmat-Mu. Ya Rabb ... jadikanlah senyum hamba dikala orang yang mencintai dan menyayangiku menangisi hamba ....
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 3.297.041 kali


connect with ABATASA