0


Tanya : Assalamu’alaikum pak ustadz Abu Alifa … Begini ustadz, waktu saya selesai wudhu, diberitahu oleh teman saya bahwa ada wanita cantik. Kemudian saya melihatnya (maaf lama sekali) sampai gadis itu tidak terlihat. Kemudian saya bermaksud masuk ke masjid hendak shalat. Tiba-tiba teman saya bilang bahwa wudhu kamu batal karena barusan dengan sengaja melihat gadis tersebut lama sekali, hal tersebut haram dilakukan dan menyebabkan wudhu juga batal. Apakah benar ustadz bahwa melihat gadis atau wanita cantik seperti yang saya lakukan dapat membatalkan wudhu?
Jawab : Wa’alaikumussalam … melihat wanita baik sengaja atau tidak sengaja bukanlah termasuk dari hal-hal yang membatalkan wudhu. Jadi wudhu anda tidak batal.
Mengenai memandang wanita dengan sengaja dan bukan muhrim merupakan perbuatan yang diharamkan.
قلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا يَصْنَعُوْنَ وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ…
Katakanlah kepada para lelaki yang beriman, “Hendaknya mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”, dan katakanlah kepada para wanita yang beriman, “Hendaknya mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka…..(QS. An-Nuur 30)
سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ عَنْ نَظْرَةِ الْفَجَاءَةِ, فَأَمَرَنِيْ أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِيْ
“Saya bertanya kepada Rasulullah saw tentang pandangan yang tiba-tiba (tidak sengaja), maka beliau memerintahan aku untuk memalingkan pandanganku” (HR.Muslim no 45 dari Jabir bin Abdillah ra)
Dari Buraidah, dia berkata, “Rasulullah saw berkata kepada Ali ra
يَا عَلِيّ ُ! لاَتُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ, فَإِنَّمَا لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأَخِيْرَةُ
“Wahai Ali janganlah engkau mengikuti pandangan (pertama yang tidak sengaja) dengan pandangan (berikutnya), karena bagi engkau pandangan yang pertama (tidak dosa) dan dosa bagimu pandangan yang berikutnya (pandangan yang kedua)” (HR Abu Dawud no 2149 Kitabun Nikah, At-Tirmidzi no 2777 Kitabul-Adab, Syaikh Al-Albani memandang sebagai hadits Hasan)
Dengan demikian memandang wanita (bukan muhrim) tidak membatalkan wudhu. Dan memandang wanita bukan muhrim termasuk perbuatan yang dilarang (haram). Allohu A’lam

Dikirim pada 09 Maret 2013 di Bab. Bersuci


Tanya : Bismillah … pak ustadz Abu anu dipihormat (yang saya hormati red.), saat saya menjenguk saudara yang berada di rumah sakit yang agak jauh, saya disuguhi makanan dan minuman. Waktu itu saya langsung minum karena merasa haus. Saat mau pulang suami saya bilang bahwa saat menjenguk yang sakit kita dilarang minum atau makan, apalagi yang disediakan oleh keluarga yag sakit, karena akan menggugurkan pahala kita. Apakah benar begitu ustadz? Wahyuningsih.

Jawab : Menjenguk orang sakit merupakan salah satu diantara tuntunan Islam. Bahkan sebagian ulama memandang syariat ini fardhu kifa’i. Banyak keterangan (hadits) yang menjelaskan tentang keutamaan menjenguk yang sakit. Diantaranya :
Sabda Nabi saw :
إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ
“…Sesungguhnya seorang muslim bila menjenguk saudaranya sesama muslim maka ia terus menerus berada di khurfatil jannah hingga ia pulang (kembali)”. (Shahih Muslim no. 6498 dari Tsauban)
Dalam lafadz lain ada tambahan :
مَنْ عَادَ مَرِيْضًا، لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَمَا خُرْفَةِ الْجَنَّةِ؟ قَالَ: جَنَاهَا
“…Siapa yang menjenguk seorang yang sakit maka ia terus menerus berada di khurfatil jannah.” Ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah khurfatil jannah itu?”. Beliau menjawab, “Buah-buahan yang dipetik dari surga.”(Shahih Muslim 6499).
Dibeberapa buku yang kami baca, diantara adab atau akhlak bagi yang menjenguk yaitu tidak diperbolehkan makan dan minum. Bahkan ada yang menjelaskan akan mengurangi atau menghilangkan pahala bagi yang menjenguknya. Hadits yang menjadi sandarannya adalah bahwa Nabi saw pernah bersabda :
“…Jika salah seorang di antara kamu menjengul yang sakit, maka janganlah kamu makan sedikitpun di sisi orang sakit, karena hal itu menyebabkan hilangnya pahalanya”.(HR. ad-Dailamy di dalam Musnad al-Firdaus)
Akan tetapi sebagian para ahli hadits menilai bahwa hadits diatas dhaif (lemah). Sebab didalam sanad hadits tersebut ada seorang rawi Musa bin Wirdan. Imam Adz-Dzahabi (lihat Faidhul Qadir oleh al-Munawi 1/519) berkata bahwa hadist ini telah didhaifkan oleh Ibnu Ma’in, bahkan Adz-Dzahabi menyimpan hadits ini didalam Adh-Dhu’afa (muatan hadits yang lemah).
Dengan demikian kami memandang bahwa makan dan minum saat menjenguk boleh dan tidak menghilangkan pahala. Allohu A’lam

Dikirim pada 19 Februari 2013 di Bab. Bersuci


Tanya : Assalamu’alaikum …ustadz Abu apakah kedudukan khitan bagi laki-laki sama juga kepada perempuan? Ustadz mohon penjelasannya tentang khitan! Wassalam. Irda dll. (banyak pertanyaan spt ini yang intinya sama)
Jawab : Wa’alaikumussalam … Secara bahasa khitan diambil dari kata (ختن ) yang berarti memotong. Sedangkan al-khatnu berarti memotong kulit yang menutupi kepala dzakar dan memotong sedikit daging yang berada di bagian atas farji (clitoris) serta al-khitan adalah nama dari bagian yang dipotong tersebut. (lihat Lisanul Arab, Imam Ibnu Manzhur).
Jumhur ulama memastikan bahwa khitan merupakan hal yang disyariatkan dalam Islam, baik untuk laki-laki ataupun perempuan. Hanya sebagian ulama ada yang memandang wajib ada yang memandangnya sebagai sunat.
Imam Nawawi memberikan pandangan “Yang wajib bagi laki-laki adalah memotong seluruh kulit yang menutupi kepala dzakar sehingga kepala dzakar itu terbuka semua. Sedangkan bagi wanita, maka yang wajib hanyalah memotong sedikit daging yang berada pada bagian atas farji.”(Syarah Sahih Muslim 1/543, Fathul Bari 10/340)
Diantara dalil yang memberikan isyarat bahwa khitan itu disyariatkan bagi laki-laki dan perempuan :
عن ابي هريرة رضي الله عنه قال : قاال رسول الله صلي الله عليه وسلم : خمس من الفطرة : الاستحداد والختان، وقص الشارب،ونتف الابط،وتقليم الأظفا ر
Dari Abu Harairah ra. Rasulullah saw bersabda : ”(Ada) lima hal yang termasuk fitrah yaitu: mencukur bulu kemaluan, khitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, & memotong kuku.” (HR. Imam Bukhori & Imam Muslim)
إذ التقى الختا نا ن فقد وجب الغسل
“…Apabila bertemu dua yang di khitan (bercampur), maka wajib mandi.” (HR. Tirmidzi 108, Ibnu Majah 608, Ahamad 6/161, dgn sanad shahih).
عن عائسة رضي الله عنها قالت,قال رسول الله صلي الله هليه و السلم : إذ جلس بين شهبها الأربع و مسّ الختان الختان فقد وجب الغسل
Dari ‘Aisyah ra berkata, bersabda Rasulullah saw “Apabila seorang laki-laki duduk di empat anggota badan wanita serta khitan menyentuh khitan maka wajib mandi.” (HR. Bukhori Muslim)
عن أنس بن مالك, قال رسول الله صلي الله عليه والسلم لأمّ عاطية رضي الله عنها : إذا خفضت فأشمي ولا تنهكي فإنّه أسرى للوجه وأحضى للزوج
Dari Anas bin Malik ra berkata, Rasulullah saw bersabda kepada Ummu ‘athiyah,”Apabila engkau mengkhitan wanita biarkanlah sedikit, dan jangan potong semuanya, karena itu lebih bisa membuat ceria wajah dan lebih disenangi oleh suami.”(HR. Al-Khatib). Allohu A’lam

Dikirim pada 16 Februari 2013 di Bab. Bersuci


Tanya : Assalamu’alaikum pak ustadz …. Pak apakah sama jika seseorang keluar mazi atau wadi seperti keluarnya mani? Tolong pak ustadz jelaskan ketiganya ataupun perbedaannya! Wassalam
Jawab : Wa’alaikumussalam …Mani atau sperma adalah cairan yang keluar dari lubang kemaluan (qubul) biasanya keluar ketika rangsangan syahwat memuncak, baik karena berhubungan badan (termasuk mimpi berhubungan), onani dan cara yang lainnya. Ciri umum air mani, putih kental, keluar memancar (tadafu’), disertai rasa nikmat, badan agak lemas setelah keluar.
Jika keluar cairan mani maka orang tersebut akan dihukumi telah berhadats besar, dan wajib mandi.. Cairan mani tidak dihukumi najis, sehingga pakaian yang berlumuran mani sah digunakan untuk shalat.
"Bahwasanya aku (Aisyah ra) dahulu mengerik (air mani) dari pakaian Rasulullah SAW, kemudian beliau shalat dengan menggunakan pakaian tersebut.” (HR. Muslim dari Aisyah ra)
Sedangkan Mazi cairan dari qubul (kemaluan) yang warnanya putih bersih, bening, atau agak kuning namun licin. Biasanya ia keluar ketika awal-awal bangkit syahwat dan belum mencapai puncaknya, biasanya cairan mazi tidak berbau. Seringkali mazi keluar tanpa terasa. Mazi banyak keluar pada kaum wanita terutama ketika mereka bangkit syahwat.
“Dari Ali ra, beliau berkata: saya adalah laki-laki yang suka keluar mazi, maka saya merasa malu bertanya kepada Rasulullah saw karena posisi anak beliau (Fathimah, istri Ali ra) maka saya perintahkan Miqdad bin Aswad maka iapun bertanya kepada Rasulullah, maka jawab Rasulullah: basuhlah zakar dan berwudhuk”.(H.R Bukhary dan Muslim).
Adapun Wadi cairan keluar lewat qubul yang putih keruh kental biasanya keluar setelah buang air kecil ataupun ketika mengangkat beban yang berat. Hukum bagi orang yang keluar mazi dan wadi tidak diwajibkan mandi, namun cairan mazi dan wadi tergolong dalam najis, sehingga wajib dibasuh (dibersihkan). Allohu A’lam

Dikirim pada 26 Januari 2013 di Bab. Bersuci
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

Berasal dari Desa ... lahir dari seorang petani kecil. Orangnya prihatin, gampang tersentuh. Ayah dari 7 orang anak! More About me

Tag
Al-Quran
    Ya Rabb, ampuni dosa kami, dan hapuslah segala kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang shalih.
Sabda Nabi saw
    Cintailah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat bisa jadi orang yang kamu benci. Bencilah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat ia orang yang kamu cinta.
Al-Quran
    Ya Rabb ... janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb, janganlah kami berikan beban yang berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Rabb, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak dapat kami memikulnya! ......
Asa-ku
    Ya Rabb, seandainya hamba-Mu harus menangis ... jadikanlah tangisan itu yang bisa membuat terhapusnya dosa dan kesalahan hamba, tangis yang mampu menghantar hamba pada ridha dan rahmat-Mu. Ya Rabb ... jadikanlah senyum hamba dikala orang yang mencintai dan menyayangiku menangisi hamba ....
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 2.861.633 kali


connect with ABATASA