0


PENGKHIANATAN DAN KEKEJAMAN SYI’AH
Sejakawal kemunculannya Syi’ah, yang menjadi target dan incaran mereka adalah ahlussunnah(sunni). Hal ini dilandasi oleh keyakinan yang mengkafirkan dan menghalalkandarah orang atau kelompok yang berada diluar mereka.
Dalamkitab wafayat al-A’yan (II/192), IbnuKhalikan menceriterakan tentang seorang juru dakwah Syi’ah yang bernama Husainbin Ahmad bin Muhammad bin Zakariya ash-Shan’any, yang mempunyai julukan AbuAbdillah Asy-Syi’I saat masuk wilayah Afrika. Ia terus melakukan kegiatandakwah disana hingga ia berhasil menguasainya.
AbuAbdillah Asy-Syi’I inilah yang berhasil meyakinkan kaum muslimin untuk menerimaAbu Ubaidullah al-Qaddah sebagai imam dakwah, sehingga mereka membai’atnya.Lalu Ubaidullah ini menggelari dirinya sebagai al-Mahdi dan mendirikan daulahUbaidiyah yang kemudian lebih dipopulerkan dengan sebutan Daulah Fathimiyyah. Padahal pada hakekatnya merupakan daulah yangberaliran kebathinan.
Diantarakejahatan yang dilakukan oleh Ubaidullah ini, suatu kali kudanya masuk kedalammasjid. Lalu rekan-rekannya ditanya tentang hal tersebut, mereka menjawab, “Sesungguhnya kencing dan kotoran kuda itusuci, sebab ia adalah tunggangan al-Mahdi. Pengurus masjid tersebutmengingkarinya ucapan tersebut. Maka reka-rekan Ubaidullah membawanya kehadapanal-Mahdi (Ubaidullah). Dan Akhirnya pengurus masjid itupun dibunuhnya. Ibnu Adzaraberkata, “Sesungguhnya diakhir hayatnyaUbaidullah ditimpa sebuah penyakit yang sangat mengerikan yaitu adanya cacingyang keluar dari duburnya dan kemudian memakan kemaluannya. Begitulahkeadaannya sampai kematian merenggutnya” (lihat Akhbar Muluk Bani Ubaid tulisan Ash-Shanhaji hal.96).
AbuSyamah (Al-Raudhatain fi akhbarial-Daulatain hal.201) berkomentar tentang sosok Ubaidullah ini danmengatakan, “Ia adalah seorang zindik (kafir), dan merupakan musuh Islam.Menunjukkan diri sebagai Syi’ah dan berupaya keras untuk menghilangkan agamaIslam. Ia banyak membunuh para fuqaha, ahli hadits, orang-orang shaleh.Diantara ulama yang mereka bunuh adalah Abu Bakar an-Nabilisi, Muhammad binal-Hubulli, juga Ibnu Khairun Abu ja’far Muhammad bin Khairun al-Mu’afiri.
Melaluirekaman sejarah yang telah dipaparkan oleh sebagian ulama, menyerahkan amanatdan kepemimpinan (jabatan) kepada kaum Syi’ah merupakan tindakan bunuh diriyang akan membahayakan umat (Islam). Karena sejarah telah membuktikanpengkhianatan yang mereka lakukan terhadap kaum muslimin, khususnya kepadaAhlus-sunnah (sunni).

TRAGEDIDAN TANAH KARBALA
Saatmembicarakan peristiwa darah di Karbala, maka semua tertuju pada sosok Huseinbin Ali bin Abi Thalib sebagai syuhada dan pahlawan, sementara Yazid binMu’awiyah seolah sebagai pembantai danpenghianat. Bahkan bagi kaum Syi’ahtersebut dijadikan tonggak sejarah untuk membangkitkan dendam kesumat terhadapkekhalifahan Yazid. Benarkah tragedy Karbala yang terus-menerus dipropagandakankaum Syi’ah merupakan tindakan khalifah Yazid bin Mu’awiyah terhadap Husain binAli bin Abi Thalib?
SayyidMuhsin Al-Amin seorang ulama Syi’ah dalam bukunya A’yanus-Syi’ah (1 :34), menulis : “Saat Muslim bin Aqil, panglima tentara Husain bin Ali terbunuh, makaHusain menuntut para pendukungnya untuk memenuhi janji membela Al-Husain. Jikatidak, Husain akan meninggalkan Kufah, pulang ke Makkah. Ternyata kaun Syi’ahyang semula berjanji membela Husain, malah meninggalkannya. Mereka menentangdan menyerahkan Husain kepada musuh, sampai Husain terbunuh bersama beberapakeluarganya. Kemudian 20.000 orang Irak yang semula membai’at Husain ternyatamengkhianatinya bahkan melawannya. Mereka mengingkari bai’at yang dinyatakannyadan sekaligus membunuhnya.
Senadadengan pernyataan diatas, tokoh Syi’ah keturunan Yahudi Al-Ya’qubi dalambukunya Tarikh al-Ya’qubi (1/235)menyatakan,“bahwa setelah penduduk Kufah berhasilmembunuh Husain, mereka merampok hartanya, merampas wanita-wanita keluarganyadn memboyong mereka ke Kufah …”
Daripernyataan atau pengakuan dua ulama besar Syi’ah, bias kita katakan bahwa tragedy Karbala merupakan dramapengkhianatan Syi’ah terhadap ahlul-bait. Dan untuk memanipulasi sejarah merekamenyelenggarakan peringatan tragedy tersebut dengan melakukan pemukulan badanatau penyiksaan diri. Hal inipun dilakukan bukan oleh para pemimpinnya ataukalangan tokoh-tokohnya, melainkan dilakukan oleh rakyat jelata.
Disampingitu untuk mengelabui, mereka jadikan tanah Karbala tempat gugurnya Husainsebagai tempat sangat disucikan. Bahkan tanah Karbala menurut Syi’ah lebihutama dari pada Ka’bah. Disebutkan dalam al-Bihar, dari Abi Abdullah, berkata,Sesungguhnya Allah menurunkan wahyunya kepada Ka’bah dengan mengatakan, “Jika bukan karena tanah Karbala, Aku tidakmengutamakanmu. Jika bukan imam yang bersemayam ditanah Karbala, Aku tidakmenciptakanmu. Aku tidak menciptakan masjid yang engkau banggakan, diamlah kamujangan bertingkah, jadilah kamu tumpukan dosa, hina, yang dihinakan dan jangansombong kepada tanah Karbala, jika tidak, Aku hempaskan kau ke nerakaJahannam..”

SYI’AH DARI MASA KE MASA
Dibawah ini adalah ringkasan sejarah kelompok Rafidhah (sebutan yang diberikanpara ulama terhadap aliran Syi’ah), kanker yang menggerogoti umat islam danpenyakit yang menular, dibawah ini merupakan sebagian dari peristiwa-peristiwanyata dan penting yang pernah dilalui dalam sejarah mereka. Semoga ringkasansingkat ini mampu membuka pandangan mayoritas Ahlus Sunnah yang telah termakanisu dan slogan-slogan pendekatan antara Islam dan Rafidhah.

14 H.Pada tahun inilah pokok dan asas dari kebencian kaum Rafidhah terhadap Islamdan kaum muslimin, karena pada tahun ini meletus perang Qadisiyyah yangberakibat takluknya kerajaan Persia Majusi, nenek moyang kaum Rafidhah. Padawaktu itu kaum muslimin dibawah kepemimpinan Umar bin Khattab ra.
16 H. Kaummuslimin berhasil menaklukkan ibu kota kekaisaran Persia, Mada’in. Dengan inihancurlah kerajaan Persia. Kejadiaan ini masih disesali oleh kaum Rafidhahhingga saat ini.
23 H. Abu Lu’lu’ah Al-Majusi yang dijulukiBaba ‘Alauddin oleh kaum Rafidhah membunuh khalifah Umar bin KhattabRadhiyallahu ‘anhu. Dan ini merupakan salah satu simbol mereka dalam memusuhiIslam.
34 H.Munculnya Abdullah bin saba’, si yahudi dari yaman yang dijuluki Ibnu Sauda’berpura-pura masuk Islam, tapi menyembunyikan kekafiran dalam hatinya. Diamenggalang kekuatan dan melancarkan provokasi melawan khalifah ketiga Utsmanbin Affan Radhiyallahu ‘anhu hingga khalifah tersebut dibunuh oleh parapemberontak karena fitnah yang dilancarkan oleh Ibnu Sauda’ (Abdullah binSaba’) pada tahun 35 H. Keyakinan yang diserukan oleh Abdullah bin Saba’ iniberasal dari pokok-pokok ajaran Yahudi, Nasrani dan Majusi yaitu menuhankan Alibin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, wasiat, raj’ah, wilayah, keimamahan, bada’dan lain-lain.
36 H.Malam sebelum terjadinya perang Jamal, kedua belah pihak telah sepakat untukberdamai. Mereka bermalam dengan sebaik-baik malam sementara Abdullah bin Saba’beserta pengikutnya bermalam dengan penuh kedongkolan. Lalu dia membuatprovokasi kepada kedua belah pihak hingga terjadilah fitnah seperti yangdiinginkan oleh Ibnu Saba’. Pada masa kekhilafahan Ali bin Abi Thalib, kelompokAbdullah bin Saba’ datang kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu serayaberkata, “Kamulah, kamulah!!” Ali bin Abi Thalib menjawab: “Siapakah saya?”,mereka berkata: “Kamulah sang pencipta!”, lalu Ali bin Abi Thalib menyuruhmereka untuk bertaubat tapi mereka menolak. Kemudian Ali bin Abi Thalibmenyalakan api dan membakar mereka.
41 H.Tahun ini adalah tahun yang paling dibenci oleh kaum Rafidhah karena tahun inidinamakan tahun jama’ah (tahun persatuan) kaum muslimin dibawah pimpinan sangpenulis wahyu, khalifah Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu ‘anhu, dimanaHasan bin Ali bin Abi Thalib menyerahkan kekhilafahan kepada Mu’awiyah. Makadengan ini surutlah tipu daya kaum Rafidhah.
61 H. Padatahun ini Husein bin Ali Radhiyallahu ‘anhu terbunuh di karbala yaitu pada harike-10 bulan muharram setelah ditinggalkan oleh para penolongnya dan diserahkankepada pembunuhnya.
260H. Hasan Al-Askari meninggal dunia, namun kaum Rafidhahmenyangka bahwa imam ke-12 yang ditunggu-tunggu (Muhammad bin Al-HasanAl-Askari) telah bersembunyi di sebuah sirdab (ruang bawah tanah) di samurra’dan akan kembali lagi ke dunia.
277H. Munculnya gerakan Al-Qaramithah beraliran Rafidhah didaerah kufah dibawah kendali Hamdan bin Asy’ats yang dikenal dengan julukanQirmith.
278H. Munculnya gerakan Al-Qaramithah beraliran Rafidhah didaerah Bahrain dan Ahsa’ yang dipelopori oleh Abu Sa’id Al-Janabi.
280H. Munculnya kerajaan Zaidiyah beraliran Rafidhah diSha’dah dan Shan’a daerah Yaman, dibawah kepemimpinan Al-Husein bin Al-QasimAr-Rasiy.
297H. Munculnya kerajaan Ubaidiyin di Mesir dan Maghrib(Maroko) yang didirikan oleh Ubaidillah bin Muhammad Al-Mahdi.
317 H. AbuThahir Ar-Rafidhi Al-Qurmuthi sampai dan memasuki kota Mekah pada hari tarwiyah(8 Dzulhijjah) lalu membunuh para jamaah haji di masjidil Haram sertamencongkel hajar Aswad dan membawanya ke tempat ibadah mereka di Ahsa’. Dan hajarAswad itu berada disana sampai tahun 355 H. Kerajaan mereka tetap eksis diAhsa’ hingga tahun 466 H. Pada tahun ini berdirilah kerajaan Hamdaniyah diMousul dan Halab kemudian tumbang pada tahun 394 H.
329H. Pada tahun ini Allah telah menghinakan kaum Rafidhahkarena pada tahun ini dimulailah Ghaibah Al-Kubra atau menghilang selamanya.Menurut mereka, imam Rafidhah yang ke-12 telah menulis surat dan sampai kepadamereka yang bunyinya: “Telah dimulailah masa menghilangku dan aku tidak akankembali sampai masa yang diizinkan oleh Allah, maka barangsiapa yang mengatakanbahwa dia telah berjumpa denganku maka dia adalah pendusta dan telah tertipu.”Semua ini mereka lakukan dengan tujuan menghindari akan banyaknya pertanyaanorang-orang awam kepada ulama mereka tentang keterlambatan Imam Mahdi keluardari persembunyiannya.
320-334H. Munculnya kerajaan Buwaihiyah beraliran Rafidhah didaerah Dailam yang didirikan oleh Buwaih bin Syuja’. Mereka membuatkerusakan-kerusakan di kota Baghdad, Iraq, sehingga orang-orang bodoh pada masaitu mulai berani memaki-maki para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum.
339H. Hajar Aswad dikembalikan ke Mekkah atas rekomendasi daripemerintahan Ubaidiyah di mesir.
352 H.Pemerintahan Buwaihiyun mengeluarkan peraturan untuk menutup pasar-pasar padatanggal 10 muharram dan meliburkan semua kegiatan jual beli. Lalu para wanitakeluar rumah tanpa mengenakan jilbab dengan memukul-mukul diri mereka dipasar-pasar. Pada saat itulah pertama kali dalam sejarah diadakan perayaankesedihan atas meninggalnya Husein bin Ali bin Abi Thalib.
358H. Kaum Ubaidiyun beraliran Rafidhah menguasai Mesir. Salahsatu pemimpinya yang terkenal adalah Al-Hakim Biamrillah yang mengklaim dirinyasebagai Tuhan dan menyeru kepada ajaran reinkarnasi. Dengan runtuhnya kerajaanini pada tahun 568 H muncullah gerakan Druz yang berfaham kebatinan.
402H. Keluarnya pernyataan kebatilan nasab Fatimah yangdigembar-gemborkan oleh penguasa kerajaan Ubaidiyah di Mesir dan menjelaskan ajaranmereka yang sesat dan mereka adalah zindiq dan telah dihukumi kafir oleh seluruulama’ kaum muslimin.
408H. Penguasa kerajaan Ubaidiyah di Mesir yang bernamaAl-Hakim Biamrillah mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan. Salah satu darikehinaannya adalah dia berniat untuk memindahkan kubur Nabi Sallallahu ‘AlaihiWasallam dari kota madinah ke mesir sebanyak 2 kali. Yang pertama adalah ketikadia disuruh oleh beberapa orang zindik untuk memindahkan jasad Nabi SallallahuAlaihi Wasallam ke Mesir. Lalu dia membangun bangunan yang megah dan menyuruhAbul Fatuh untuk membongkar kubur Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam lalumasyarakat tidak rela dan memberontak sehingga membuat dia mengurungkanniatnya. Yang kedua ketika mengutus beberapa orang untuk membongkar kuburanNabi. Utusan ini tinggal didekat mesjid dan membuat lobang menuju kubur NabiSallallahu ‘Alaihi Wasallam. Lalu makar itupun ketahuan dan utusan tersebutdibunuh.
483H. Munculnya gerakan Al-Hasyasyin yang menyeru kepadakerajaan Ubaidiyah berfaham Rafidhah di Mesir didirikan oleh Al-Hasan As-Shabahyang berketurunan darah persia. Dia memulai dakwahnya di wilayah persia tahun473 H.
500H. Penguasa Ubaidiyun membangun sebuah bangunan yang megahdi Mesir dan diberi nama mahkota Al-Husein. Mereka menyangka bahwa kepalaHusein bin Ali bin Abi Thalib dikuburkan di sana. Hingga saat ini banyak kaumRafidhah yan pergi berhaji ke tempat tersebut. Kita bersyukur kepada Allah atasnikmat akal yang diberikan kepada kita.
656H. Penghianatan besar yang dilakukan oleh Rafidhah pimpinanNasiruddin At-Thusi dan Ibnul Alqomi yang bersekongkol dengan kaum TartarMongolia sehingga kaum Tartar masuk ke Baghdad dan membunuh lebih dari 2 jutamuslim dan membunuh sejumlah besar dari Bani Hasyim yang seolah-olah dicintaioleh kaum Rafidhah. Pada tahun yang sama muncullah kelompok Nushairiyah yangdidirikan oleh Muhammad bin Nusair berfaham Rafidhah Imamiyah.
907H. Berdirinya kerajaan Shafawiyah di Iran yang didirikanoleh Syah Ismail bin Haidar Al-Shafawi yang juga seorang Rafidhah. Dia telahmembunuh hampir 2 juta muslim yang menolak memeluk madzhab Rafidhah. Pada saatmasuk ke Baghdad dia memaki-maki Khulafa’ Rasyidin di depan umum dan membunuhsiapa saja yang tidak mau memeluk madzhab Rafidhah. Tak ketinggalan pula diamembongkar banyak kuburan orang-orang Sunni (Ahlus Sunnah) seperti kuburan ImamAbu Hanifah.
Termasukperistiwa penting yang terjadi pada masa kerajaan Shafawiyah adalah ketika ShahAbbas berhaji ke Masyhad untuk menandingi dan memalingkan orang-orang yangmelakukan haji ke Mekah. Pada tahun yang sama Shadruddin Al-Syirazi memulaidakwahnya kepada madzhab Baha’iyah. Mirza Ali Muhammad Al-Syirazi mengatakanbahwa Allah telah masuk ke dalam dirinya, setelah mati dia digantikan olehmuridnya Baha’ullah. Sementara itu di India muncul kelompok Qadiyaniyahpimpinan Mirza Ghulam Ahmad yang mengatakan bahwa dirinya ialah Nabi dankeyakinan-keyakinan lainnya yang batil. Kerajaan Safawiyah berakhir pada tahun1149 H.
1218H. Seorang Rafidhah dari Irak datang ke daerah Dar’iyah diNajd dan menampakkan kesalehan serta kezuhudannya. Pada suatu hari, dia shalatdi belakang Imam Muhammad bin Su’ud lalu diapun membunuhnya ketika sedang sujuddalam shalat Ashar dengan menggunakan belati yang disembunyikan dan telahdipersiapkannya. Semoga Allah memerangi kaum Rafidhah para pengkhianat.
1289H. Pada tahun ini buku Fashlul Khitab fi Itsbati TahrifiKitabi Rabbil Arbab (kalimat penjelas bahwa kitab Allah telah diselewengkan dandiubah) karangan Mirza Husain bin Muhammad An-Nuri At-Thibrisi. Kitab inimemuat pendapat dan klaim-klaim Rafidhah bahwasanya Al-Qur’an yang ada saat initelah diselewengkan, dikurangi dan ditambah.
1366H. Sebuah majalah Rafidhah dengan nama Birajmil Islamterbit dengan memuat syair-syair yang mengutamakan tanah karbala atas MekkahAl-Mukarramah.
Iakarbala tanah membentang, thawaflah tujuh kali pada tempat kediamannya,
Tanahmekkah tak memiliki keistimewaan dibanding keistimewaannya,
Sebongkahtanah, meski hamparan gersang adanya,
Mendekatdan mengangguk-angguk bagian atasnya kepada bagian yang dibawahnya.
1389H. Khomeini menulis buku Wilayatul faqih dan Al-HukumahAl-Islamiyah. Sebagian kekafiran yang ada pada buku tersebut (Al-HukumahAl-Islamiyah, hal. 35) : Khomeini berkata bahwa termasuk keyakinan pokok dalammadzhab kami adalah bahwa para imam kami memiliki posisi yang tidak dapatdicapai oleh para malaikat dan para Nabi sekalipun.
1399H. Berdirinya pemerintahan Rafidhah di Iran yang didirikanoleh penghianat besar Khomeini setelah berhasil menumbangkan pemerintahan Syahdi Iran. Ciri khas negara Syi’ah Iran ini adalah mengadakan demonstrasi dantindakan anarkis atas nama revolusi Islam di tanah suci Mekah pada hari muliayaitu musim haji pada setiap tahun.
1400H. Khomeini menyampaikan pidatonya pada peringatan lahirnyaImam Mahdi fiktif mereka pada tanggal 15 sya’ban. Sebagian pidatonya berbunyidemikian : “Para Nabi diutus Allah untuk menanamkan prinsip keadilan di mukabumi tapi mereka tidak berhasil, bahkan Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam yangdiutus untuk memperbaiki kemanusiaan dan menanamkan prinsip keadilan tidakberhasil.. yang akan berhasil dalam misi itu dan menegakkan keadilan di mukabumi serta dapat meluruskan segala penyimpangan adalah Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu….”Begitulah menurut Khomeini para Nabi telah gagal, termasuk Nabi MuhammadSallallahu ‘Alaihi Wasallam sementara revolusi kafirnya dianggapnya sebagai suatukeberhasilan dan keadilan.
1407H. Jamaah haji iran mengadakan demonstari besar-besaran dikota Mekah pada hari jum’at di musim haji tahun 1407 H. Mereka melakukan tindakan perusakan di kota Mekah sepertiyang telah dilakukan oleh nenek moyang mereka kaum Al-Qaramithah, merekamembunuh beberapa orang aparat keamanan dan jamaah haji, merusak dan membakartoko, menghancurkan dan membakar mobil-mobil beserta mereka yang ada didalamnya. Jumah korban saat itu mencapai 402 orang tewas, 85 dari mereka adalahaparat keamanan dan penduduk Saudi.
1408H. Mu’tamar Islam yang diadakan oleh Liga Dunia Islam diMekah mengumumkan fatwa bahwa Khomeini telah kafir.
1409H. Pada musim haji tahun ini kaum Rafidhah meledakkanbeberapa tempat di sekitar Masjidil Haram di kota Mekah. Mereka meledakkan bomitu tepat pada tanggal 7 Dzulhijjah dan mengakibatkan tewasnya seorang jamaahhaji dari Pakistan dan melukai 16 orang lainnya serta mengakibatkan kerusakanmateri yang begitu besar. 16 pelaku insiden itu berhasil ditangkap dan dijatuhihukuman mati pada tahun 1410 H.
1410H. Khomeini meninggal dunia, semoga Allah memberinyabalasan yang setimpal. Kaum Rafidhah membangun sebuah bangunan diataskuburannya yang menyerupai ka’bah di Mekah,
Dan akansenantiasa terus berulang sejarah tentang peristiwa dan pengkhianatan merekadengan tujuan menghancurkan islam dan melemahkan kita kaum muslimin,

PERBEDAAN MENDASAR ANTARA SUNNI-SYI’AH
Banyak yangmenyangka dan berpendapat bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah (sunni)dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) atau Syi’ah Rafidhahdianggap sekedar dalam masalah khilafiyahFuru’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan PERSIS atau Muhammadiyah,antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.
Karenanyadengan adanya “ribut-ribut” masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agarperbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya merekaberharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakanpendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah danSunni tidak dilakukan ?.
Oleh karena itu,disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dantidak ikut berkiprah. Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakanminimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yangmereka ketahui.
Semua itudikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah ImamiyahItsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahamipersoalan yang sebenarnya. Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumberdari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiahseperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i.
Padahalperbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalahFuru’iyah saja. Sedang perbedaan antara Sunni dengan Syiah Imamiyah ItsnaAsyariyah (baca : Islam dan Syi’ah) maka perbedaan-perbedaannya disamping dalamFuruu’ juga dalam Ushuul.
Rukun Imanmereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pulakitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besarulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur`an mereka juga berbeda dengan Al-Qur`an kita(Ahlussunnah).
Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura(taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur`annya sama, maka dalam menafsirkanayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.
Sehinggatepatlah apabila ulama-ulama sunni mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agamatersendiri.
Melihatpentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dariperbedaan antara aqidah Sunni dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja’fariyah).

Sunni : Rukun Islam kita ada 5 (lima)
a) Syahadatain
b) As-Sholah
c) As-Shoum
d) Az-Zakah
e) Al-Haj
Syi’ah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
a) As-Sholah
b) As-Shoum
c) Az-Zakah
d) Al-Haj
e) Al wilayah

Sunni : Rukun Iman ada 6 (enam) :
a) Iman kepadaAllah
b) Iman kepadaMalaikat-malaikat Nya
c) Iman kepadaKitab-kitab Nya
d) Iman kepadaRasul Nya
e) Iman kepadaYaumil Akhir / hari kiamat
f) Imankepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Syi’ah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
a) At-Tauhid
b) An Nubuwwah
c) Al Imamah
d) Al Adlu
e) Al Ma’ad

Sunni : Dua kalimat syahadat
Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailahaillallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebutimam mereka.

Sunni : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman.Adapun jumlah imam-imam sunni tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampaihari kiamat.
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas(12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syi’ah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka,termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belasimam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiahdianggap kafir dan akan masuk neraka.

Sunni : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) AliRadhiallahu anhum
Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakuioleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib(padahal Imam Ali sendiri membai`at dan mengakui kekhalifahan mereka).

Sunni : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidakmempunyai sifat Ma’shum.
Syi’ah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebutmempunyai sifat Ma`’hum, seperti para Nabi.

Sunni : Dilarang mencaci-maki para sahabat.
Syi’ah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiahberkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadimurtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabatmembai`at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

Sunni : Siti Aisyah dan Siti Hafshah istriRasulullah saw sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.
Syi’ah : Siti Aisyah dan Siti Hafshah dicaci-maki, difitnah,bahkan dikafirkan.

Sunni : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran danrujukan sunni adalah Kutubus-sittah :
a) Bukhari
b) Muslim
c) Abu Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu Majah
f) AnNasa’i
Syi’ah : Kitab-kitab utama Syi’ah ada empat :
a) Al Kaafi
b) Al Istibshor
c) Man Laa YahDhuruhu Al Faqih
d) Att Tahdziib(lihat kitab rujukan Syi’ah)

Sunni : Al-Qur`an tetap orisinil
Syi’ah : Al-Qur`an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulamaSyiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

Sunni : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepadaAllah dan Rasul Nya. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taatkepada Allah dan Rasul Nya.
Syi’ah : Surgadiperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orangtersebut tidak taat kepada Rasulullah. Neraka diperuntukkan bagi orang-orangyang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

Sunni : Aqidah Raj’ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelumkiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balasdendam kepada musuh-musuhnya.
Syi’ah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan: bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya.Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, SitiFatimah serta Ahlul Bait yang lain.
Setelah mereka semuanya bai`at kepadanya,diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orangtersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

Sunni: Tanah suci adalah Mekkah dan Medinah (al-haramain)
Syi’ah: Tanah suci adalah Kufah, Karbala dan Qum

Sunni : Mut’ah (kawinkontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
Syi’ah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. HalalnyaMut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agarmasuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin AbiThalib.

Sunni : Khamer/ arak tidak suci.
Syi’ah : Khamer/ arak suci.

Sunni : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidaksuci.
Syi’ah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap sucidan mensucikan.

Sunni : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangankiri hukumnya sunnah.
Syi’ah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kirimembatalkan shalat.

Sunni : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalatadalah sunnah.
Syi’ah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalatdianggap tidak sah/ batal shalatnya.

Sunni : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian danbagi orang yang mempunyai udzur syar’i.
Syi’ah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

Sunni :Shalat jum’at wajib
Syi’ah: Shalat jum’at haram karena ketiadaan imam (ghaibah),sampai kemunculannya

Sunni : Shalat Dhuha disunnahkan.
Syi’ah : Shalat Dhuhatidak dibenarkan.

Sunni :Ada iddah bagi istri (baik di thalaq atau ditinggal mati suaminya)
Syi’ah : Tidak ada Iddah

Sunni :Shalat jenazah wajib wudhu (tanpa wudhu/bersuci tidak sah)
Syi’ah :Boleh shalat jenazah tanpa wudhu (bersuci)

Sunni: Shalat dua hari raya sunnat mu’akkadah
Syi’ah: Shalat dua hari raya wajib

Sunni :Shalat gerhana (khusuf/kusuf) sunnat
Syi’ah :Shalat gerhana (khusuf/kusuf) wajib

Sunni :Tidak ada surat al-Wilayah dalam Al-Quran
Syi’ah :al-Wilayah salah satu surat dalam Al-Quran
Danmasih banyak lagi diantara perbedaan baik dalam masalah ushul maupun furu’.

Bersambung ...>>>>

Dikirim pada 19 Mei 2014 di TENTANG ALIRAN-ALIRAN SESAT


SEKTE-SEKTESYI’AH
Menurut Murtadha Muthahari (ulama Syi’ah) bahwa “Alibin Abi Thalib adalah shahabat Nabi seperti Abu Bakar, Umar bin Khathab, Usmanbin Affan dan yang lainnya. Tetapi Ali lebih berhak, lebih terdidik, lebihshaleh dan lebih berkemampuan ketimbang para shahabat lainnya, dan bahwa Nabisudah merencanakannya sebagai pengganti beliau. Kaum Syi’ah meyakini Ali danketurunannya sebagai imam yang berhak atas kepemimpinan politis dan otoritadkeagamaan”. Dengan demikian mereka meyakini bahwa yang berhak atas otoritasspiritual dan politis dalam komunitas Islam pasca Nabi saw adalah Ali danketurunannya.
An-Nubakhtimerinci perpecahan dikalangan Syi’ah.
A. Setelah Ali wafat, Syiah terpecahmenjadi 3 kelompok :
1. Kelompokyang berpendapat Ali tidak mati terbunuh, dan tidak akan mati sehingga iaberhasil memenuhi bumi dengan keadilan. Inilah kelompok Ghuluw (ekstrem)pertama. Kelompok ini disebut Syiah Sabaiyyah pimpinanAbdullah bin Saba.
2. Kelompokyang berpendapat bahwa Ali memang wafat dan imam sesudahnya adalah putranya,Muhammad Al-Hanafiyah, sebab dia (bukan Hasan atau Husein) yang dipercayamembawa panji ayahnya Ali dalam peperangan di Basrah. Kelompok inidisebut Al-Kaisaniyyah. Mereka mengkafirkan siapapun yangmelangkahi Ali dalam Imamah, juga mengkafirkan Ahlus-Shiffin,Ahlul-Jamal. Tokoh kelompok ini Al-Mukhtar bin Abi Ubaid Ats-Tsaqafi, iamengaku bahwa Jibril pernah menurunkan wahyu kepadanya.
3. Kelompokketiga berkeyakinan bahwa Ali memang wafat, dan imam sesudahnya adalahputeranya, Al-Hasan. Ketika kemudian Al-Hasan menyerahkan khilafah kepadaMuawiyah bin Abi Sufyan, mereka memindahkan imamah kepada Al-Husein. Sebagianmereka mencela Al-Hasan, bahkan Al-Jarrah bin Sinan al-Anshari pernahmenuduhnya sebagai musyrik dan membacok pahanya dengan pedang. Tetapi sebagianSyiah berpendapat bahwa sesudah wafat Al-Hasan, yang berhak jadi imam adalahAl-Hasan bin Al-Hasan yang bergelar Ar-Ridha.

B. Sesudah syahidnya Al-Husein ra dalamperistiwa Karbala, dimana beliau diundang oleh penduduk Kufah yang mengakudiri sebagai Syiahnya dan mereka mengaku mempunyai belasan ribu orang yang siapmembela Husein. Tapi ternyata ketika Husein dikepung oleh pasukan Ubaidillah biZiyad di Karbala tak satupun orang yang tadinya mengundang beliau tampilmembelanya, tapi justru cuci tangan, sehingga menyebabkan syahidnya ImamHusein. Seperti dikisahkan sejarawan Syiah, al-Mas’udi, Husein sebelum syahidbahkan sempat berdo’a : Ya Allah turunkanlah keputusan-Muatas kami dan atas orang-orang yang telah mengundang kami, dengan dalih merekaakan mendukung kami, tapi kini ternyata mereka membunuhi kami. (Tarikhal-Mas’udi 2 : 71). Adapun yang ikut syahid bersama Al-Husein dalam peristiwaini : Putera-putera Ali bin Abi Thalib yang bernama Abu Bakar, Utsman danAbbas; Putera Al-Hasan bin Ali yakni Abu Bakar; dan putera Al-Husein bin Aliyakni Ali Al-Akbar bin Husein. Sehingga ketika jenazah Husein besertakeluarganya yang masih hidup dibawa ke Kufah dan ditangisi oleh penduduk Kufah,Ali Al-Asghar bin Husein Zainal Abidin berkomentar : Mereka menangisikami, padahal mereka sendiri yang telah membunuhi kami. (Tarikh al-Ya’qubi2 : 245; Al-Ihtijaj 2 : 291)
Pada periode sesudah wafatnya Al-Husein, Syiah terpecahlagi emnjadi beberapa golongan :
1. Kelompok-kelompokyang mengakui bahwa sesudah wafatnya Husein, imamah berlanjut ke putera Aliyang lain, yaitu Muhammad Al-Hanafiyah. Mereka-pun terpecah, ada yangberkeyakinan bahwa Muhammad Al-Hanafiyah yang disebut oleh mereka sebagaiAl-Mahdi tidak pernah meninggal. Sebagian menyatakan meninggal dan pelanjutnyaadalah puteranya Abu Hasyim, kelompok ini disebut Al-Hasyimiyah.Setelah itu mereka pecah lagi, ada yang berkeyakinan bahwa Abu Hasyim berwasiatkepada Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib untuk menjadiimam. Kelompok ini disebut Syiah Ar-Rawandiyah.
2. Kelompokyang mengakui bahwa sesudah wafatnya Husein, Imamah dilanjutkan oleh puteranyayang masih hidup, Ali al-Ashgar Zainal Abidin, dari ibunya bernama Jihansyah,puteri kaisar Persia Yazdajird bin Syahriyar.
3. Kelompokyang meyakini bahwa setelah syahidnya Husein, Imamah telah selesai/terputus.Sebab menurut mereka yang disebut namanya oleh Rasulullah saw sebagaiAhlul-Bait beliau hanyalah tiga orang saja, yaitu Ali, Hasan dan Husein.
4. Kelompokyang berkeyakinan bahwa sesudah wafatnya Husein, Imamah hanya bisa dilanjutkanoleh keturunan Hasan dan Husein. Siapapun diantara mereka yang mengklaimsebagai imam, maka mereka adalah imam yang wajib ditaati. Barangsiapa yanglalai melakukannya, maka ia kafir. Kelompok ini disebut As-Sarhubiyah.

C.Sesudah wafatnya Ali Zainal Abidin, muncul kelompok Syiah antara lain :
1. Az-Zaidiyah,pengikut Zaid bin Ali bin Husein yang meyakini bahwa sekalipun Ali bin AbiThalib lebih utama dari Abu Bakar dan Umar, tetapi khilafah keduanya sah.Mereka juga berkeyakinan bahwa imamah dapat diraih oleh siapapun dari keturunanNabi Muhammad saw apabila mereka memenuhi persyaratan dan bisamemperjuangkannya. Sepeninggal Zaid, kelompok ini dipimpin olehputera-puteranya : Yahya dan Isa.
2. Kelompokyang meyakini bahwa imamah sesudah Ali Zainal Abidin adalah puteranya, MuhammadAl-Baqir.

D.Sesudah wafatnya Muhammad Al-Baqir, Syiah pecah lagi menjadi 3 kelompok:
1. Kelompokyang mengakui imamahnya Muhammad bin Al-Hasan bin Husein bin Ali bin Abi Thalibsebagai Al-Qaim dan Al-Mahdi.
2. Kelompokyang mengakui bahwa imamah sesudah wafatnya Muhammmad Al-Baqir adalah puteranyaJa’far Ash-Shadiq.
3. Al-Mughiriyah,pengikut Al-Mughirah bin Said. Yang mengklaim mendapat wasiat dari ImamAl-Baqir untuk jadi imam sampai munculnya Al-Qaim.

E.Sesudah wafatnya Ja’far Ash-Shadiq, Syiah pecah lagi menjadi 6 kelompok :
1. Kelompokyang meyakini Imam Ja’far sebagai Al-Mahdi, disebut An-Nawusiyah.
2. Kelomp[okyang meyakini bahwa imamah sesudah Ja’far adalah puteranya yang bernama Ismail.Mereka juga meyakini Ismail tidak mati sehingga berhasil memimpin umat, dialahsang Al-Qaim. Kelompok ini disebut Ismailiyah.
3. Kelompokyang meyakini bahwa imamah sesudah Ja’far adalah Muhammad bin Ismail binJa’far, cucu Ja’far. Menurut mereka wafatnya Ismail pada masa hidup sang ayah ,Ja’far, menunjukkan bahwa imam sesudah Ja’far adalah putera Islamil, Muhammad.Menurut mereka sesudah periode Hasan dan Husein, imamah tidak lagi berputardari kakak ke adik, tapi dari ayah ke anak. Karenanya imamah sesudah Ja’fartidak berpindah dari Ismail kepada saudaranya Abdullah dan Musa, melainkankepada putera Ismail yakni Muhammad. Kelompok ini disebut Al-Mubarakiyah.Termasuk dalam al-Ismailiyah, pengikut Abil Khattab yang popular disebut Al-Khattabiyah atau As-Sab’iyah karenameyakini bahwa jumlah imam hanya tujuh saja. Kelompok ini dikenal juga dengansebutan Al-Qaramithah.
4. Kelompokyang mengakui bahwa imamah sesudah Ja’far adalah puteranya Muhammad bin Ja’far,kemudian anak keturunannya. Kelompok ini disebut As-Sumaithiyah dipimpinoleh Yahya bin Abi as-Sumaith.
5. Kelompokyang meyakni bahwa imamah sesudah Ja’far adalah puteranya yang bernama Abdullahal-Afthah. Mereka berhujah dengan hadits yang disampaikan Ja’far bahwa imamahitu adanya pada anak tertua imam. Abdullah adalah putera tertua Ja’far dantelah memproklamirkan diri sebagai imam. Kelompok ini disebut Al-Afthiyah.
6. Kelompokyang mengakui bahwa sesudah wafatnya Ja’far dan putera tertuanya yang lain Musaal-Kazhim, dan kemudian kepada nak keturunannya.

F. Sesudah wafatnya Musa Al-Kazhim, Syiahterpecah lagi dalam beberapa kelompok, diantaranya yang meyakini bahwa imamahsesudah Musa Al-Kazhim adalah puteranya Ali Ar-Ridha. Mereka juga meyakinibahwa imamah berhenti sampai sini. Kelompok ini disebut Al-Wakifah.

G. Sesudah wafatnya Ali Ar-Ridha, Syiahterpecah lagi dalam berbagai kelompok, diantaranya adalah yang meyakini bahwasesudah Ali Ar-Ridha imamah berpindah ke puteranya, Muhammad bin Ali, yang baruberusia 7 tahun, sehingga menimbulkan perpecahan diantara pengikutnya. Setelahwafat Muhammad bin Ali, imamah dilanjutkan oleh Al-Hasan bin Ali Al-Askari.

H. Sesudah wafatnya Al-Hasan bin AliAl-Askari, Syiah terpecah-pecah lagi menjadi 14 kelompok. Diantaranya ada yangberpendapat bahwa Al-Hasan tidak wafat, sebab ia tidak boleh mati, karena iabelum punya anak yang tampil sebagai pengganti, bumi ini tidak boleh kosongdari imamah. Beliaulah Al-Qaim, beliau kini sedang ghaib. Ada juga yangberkeyakinan bahwa Al-Hasan memang wafat, tapi ia mempunyai satu-satunya puterabernama Muhammad yang ketika ayahnya wafat ia berusia 5 tahun. Ia disembunyikanoleh ayahnya karena ia takut akan Ja’far saudara Hasan, juga terhadapmusuh-musuhnya. Dialah Al-Qaim dan Mahdi Al-Muntazar. Namun terjadi padanyaAl-Ghaibah Sugra dan Al-Ghaibah Kubra. Inilah keyakinan Syiah Itsna“Asyariyah.
Dr.Musa Al-Musawi salah seorang tokoh Syiah dalambukunya Asy-Syiah wat Tashih, Ash-Shira Baina As-Syiah wat-Tasyayu’ menyebutkanbahwa sekalipun Imam Ali meyakini keutamaannya, beliau justru menegaskan keabsahanbai’at yang beliau berikan terhadap para khalifah (Abu Bakar, Umar dan Utsman)serta pujian beliau terhadap mereka sebagaimana dilakukan umat Islam lainnya.Menurut Al-Musawi Imam Ali bahkan berpendapat tidak adanya teks penunjukan atasdirinya yang dating dari langit. Shahabat-shabat yang hidup semasadengannya-pun berkeyakinan serupa. Mereka juga berkeyakinan tidak ada yang“mencuri” khilafah dari dirinya. Itu antara lain terbukti dari ungkapan imamAli yang termaktub dalam Nahjul Balaghah yang menegaskanungkapan Ali : “Sesungguhnya saya telah dibai’at oleh kelompok yang dahulumembai’at Abu Bakar, Umar, Utsman dengan materi bai’at yang sama pula,sesungguhnya syura itu ada pada al-Muhajirin dan al-Anshar. Apabila merekabersepakat terhadap seseorang yang kemudian mereka angkat sebagai imam, mkayang demikian itukah yang diridhai Allah. Apabila sesudah itu ada yang tidakpuas dengan memunculkan fitnah atau bid’ah, mereka mengajak kepada prinsipawal, tapi bila ia enggan maka mereka akan memeranginya, karena ia telahmengikuti jalan yang bukan jalannya kaum beriman”.
Dalam sejarah dan perkembanganselanjutnya, aliran Syi’ah terpecah terutama dalam penentuan imamiah.Setidaknya dalam sejarah perkembangan Syi’ah, ada tiga sekte terbesar, yaitu.
A. Syi’ahDua Belas Imam atau Sekte Itsna ‘Asyariah
Di sebut Dua BelasImam, karena mereka meyakini bahwa yang berhak memimpin kaum muslimin hanyalah paraImam dari ahul-bait, dan mereka juga meyakini adanya 12 Imam. Dari sekianbanyak sekte dalam Syiah, sekte inilah yang paling luas pengaruhnya dan palingbanyak pengikutnya. Mayoritas mereka tinggal di Iran dan Irak. Sekte ini munculpada abad ke-3 H, akan tetapi ada juga yang menyatakan bahwa sekte ini barumuncul sesudah wafatnya imam ke-11 Hasan al-Askari dan ghaibnya imam yang ke-12Muhammad Al-Mahdi Al-Muntazar tahun 260 H. Imam menurut sekte ini adalah :
1. Alibin Abi Thalib (600-661), dikenal dengan AmirulMukminin.
2. Hasanbin Ali (625-669) dikenal Hasanal-Mujtaba
3. Husainbin Ali (626-680) dikenal HusainAsy-Syahid
4. Alibin Husain (658-713) dikenal Ali ZainalAbidin
5. Muhammadbin Ali (676-743) dikenal Muhammadal-Baqir
6. Ja’far bin Muhammad (703-765) dikenal Ja’far Ash-Shadiq
7. Musa bin Ja’far (745-799) dikenal Musa al-Kadzim
8. Alibin Musa (765-818) dikenal Ali Ar-Ridha
9. Muhammadbin Ali (810-835) dikenal Muhammadal-Jawad atau Muhammad at-Taqi
10. Alibin Muhammad (827-868) dikenal dengan Alial-Hadi
11. Hasanbin Ali (846-874) dikenal Hasan al-Askari
12. Muhammadbin Hasan (868- ) dikenal Muhammad al-Mahdi

Menurutkeyakinan sekte ini bahwa Imam yang ke-12 yang mereka sebut Al-Qoim atauAl-Muntazar akan muncul dan sedang ditunggu-tungu. Dan pada saat kemunculannya,menurut sekte ini yang akan dilakukan oleh imam ke-12 adalah :
1). Menghunuspedang dan membunuhi orang Arab
Al-Majlisimeriwayatkan bahwa Al-Muntazar akan berjalan ditengah orang Arab sepertidisebutkan dalam Al-Jufri Al-Ahmar, yaitu membunuhi mereka. (bihar Al-Anwar,52/318). Tidak ada yang tersisa dengan orang Arab selain pembantaian. (BiharAl-Anwar 52/349) . Hati-hatilah terhadap orang Arab, karena mereka memilikikabar buruk, maka sesungguhnya tidak akan keluar seorangpun dari mereka bersamaAl-Qaim (Bihar Al-Anwar, 52/333)
2). MenghancurkanMasjidil Haram dan Masjid Nabawi
Al-Majlisimeriwayatkan : Sesungguhnya Al-Qaim akan merobohkan Masjidil Haram danMasjid nabawi sehingga rata dengan pondasinya. (Bihar al-Anwar 52/338).Al-Faidh al-Kasyani meriwayatkan : Wahai para penduduk Kufah, Allah azza wajalla telah menghadiahkan kepada kamu sekalian keutamaan yang tidak dihadiahkankepada seorangpun. Tempat shalat kamu adalah rumah Adam, rumah Nuh dan rumahIdris serta tempat shalatnya Nabi Ibrahim. Tidak akan pergi hari-hari sehinggahajar Aswad ditanam didalamnya. (Al-Wafi 1/215)
3). MenegakkanHukum Keluarga Daud
Dari AbuAbdillah : Jika Al-Qaim dari keluarga Muhammad muncul, dia akan berhukumdengan hukum Daud dan Sulaiman. (al-Ushul min al-Kafi 1/397). Al-Majlisimeriwayatkan bahwa Al-Qaim akan membawa ajaran baru, kitab yang baru dan hukumyang baru. (Bihar al-Anwar 52/354)

B. SekteZaidiyah
Sekte ini merupakan pengikut Zaid binAli bin Husain bin Abi Thalib, atau ada yang menyebutnya dengan Syi’ah Lima Imam. Sekte ini dianggapmoderat karena golongan ini tidak menganggap bahwa ketiga khalifah sebelum Alibin Abi Thalib tidak sah. Urutan Imam sekte ini adalah :
1. Alibin Abi Thalib (600-661), dikenal dengan AmirulMukminin.
2. Hasanbin Ali (625-669) dikenal Hasanal-Mujtaba
3. Husainbin Ali (626-680) dikenal HusainAsy-Syahid
4. Alibin Husain (658-713) dikenal Ali ZainalAbidin
5. Zaidbin Ali (658-740) dikenal Zaid bin Aliasy-Syahid

C. SekteIsmailiyyah
Disebut juga Syi’ah Tujuh Imam, karena mereka meyakinitujuh Imam, dan mereka percaya bahwa Imam ke-7 ialah Ismail. Adapun urutanImamnya adalah :
1. Alibin Abi Thalib (600-661), dikenal dengan AmirulMukminin.
2. Hasanbin Ali (625-669) dikenal Hasanal-Mujtaba
3. Husainbin Ali (626-680) dikenal HusainAsy-Syahid
4. Alibin Husain (658-713) dikenal Ali ZainalAbidin
5. Muhammadbin Ali (676-743) dikenal Muhammadal-Baqir
6. Ja’far bin Muhammad (703-765) dikenal Ja’far Ash-Shadiq
7. Ismail bin Ja’far (721-755), adalah anakpertama Ja’far Ash-Shadiq atau kakak Musa al-Kadzim
Fakta historis tentang adanya perbedaan pendapat bahkanperselisihan internal Syi’ah dalam penentuan Imam dikalangan Syi’ah. Olehkarena itu Fakhruddin ar-Razi mengatakan : “Ketahuilahbahwa adanya perbedaan yang sangat besar tersebut, merupakan bukti kongkrettentang tidak adanya wasiat teks penunjukkan yang jelas dan berjumlah banyaktentang Imam yang dua belas seperti yang mereka klaim itu”.
Ada juga sementara kalangan yang merumuskan kategorisasiSyi’ah menjadi tiga golongan, yaitu :
1. Syi’ah Ghulat, yaitugolongan yang diantara fahamnya bahwa Jibril itu sudah salah alamatmenyampaikan wahyu, yang seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib. Bahkan golonganini sampai menuhankan Ali bin Abi Thalib.
2. Syi’ah Rafidhah,yaitu golongan yang melakukan penghinaan, pelecehan, penistaan terhadap parashahabat, termasuk sebagian istri Nabi saw. Syi’ah ini ada yang memberikanistilah ahlu al-bida’ wa al-ahwa.
3. Syi’ah Mu’tadilah(moderat), yaitu golongan yang lebih mengutamakan Ali bin Abi Thalib diataspara shahabat yang lain.


PERISTIWA GHADIR KHUM
Ghadir Khum adalah sebuah kebun yang terletak antarakota Makkah dan Madinah tepatnya di dekat Juhfah. Peristiwaini terjadi sepulang dari Haji Wada’ sebelum wafatnya Nabi kira-kira 3 bulan. Jarakantara keduanya adalah lebih kurang 200 mil.
Dalamkejadian sejarah menurut tradisi syiah,tempat ini menjadi terkenal sebagai tempat penobatan Ali bin AbuThalib sebagai Wali dan Khalifah Ar-Rasyidin yang dilakukanoleh Nabi Muhammad saw,yang terjadi setelah Haji Wada` lebih kurang pada tanggal 18 Zulhijjah, tahun10 Hijrah (kurang lebih 15 Mac 632 Masihi).
Menurutriwayat dari Al-Ya`kubidalam kitab Tarikh-nya Jilid II Menyebutkan suatu peristiwa sebagai berikut.
Dalam perjalan pulangke Madinah seusai menunaikan ibadah haji (Hijjatul-Wada`),malam hariRasulullah saw bersama rombongan tiba di suatu tempat dekat Jifrah yangdikenali denagan nama "GHADIR KHUM." Hari itu adalah hari ke-18bulan Zulhijjah. Beliaukeluar dari kemahnya kemudia berkhutbah didepan jamaah sambil memegangtangan Imam AliBin Abi Talib r.a.Dalam khutbahnya itu antara lain beliauberkata : "Barang siapamenanggap aku ini pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya.Ya Allah, pimpinlahorang yang mengakui kepemimpinannya dan musuhilah orang yang memusuhinya"
GolonganSyiah yakin bahwa Nabi telah mengangkat Ali menjadi imam di sebuah tempat airyang disebut Khum. Maka jadilah peristiwa ini disebut sebagai peristiwa ghadirkhum. Syiah yakin bahwa Nabi mengangkat Ali menjadi imam, dan kaum muslimintelah membaiat Ali. Tapi yang terjadi adalah sahabat berkhianat pada baiatGhadir Khum, dan mengangkat Abubakar menjadi khalifah.
Dan syiah menganggap hari Ghadir Khum adalahhari raya terbesar dalam Islam. Ghadir Khum lebih besar dari hari raya IdulFitri dan Idul Adha. At Thusi menyebutkan dalam Tahdzibul Ahkam, jilid 6 hal 24bahwa: Hari raya ghadir adalah hari rayayang paling agung di alam ini. Bukan hanya di bumi, tapi di alam semesta. Bukanhanya untuk kaum muslimin, tapi untuk seluruh manusia dengan berbagai agama dankepercayaannya. Hari raya ghadir adalah hari raya teragung di jagad raya ini.
Yang lebihparah lagi, Majlisi meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihiwasallam pernah bersabda: hari Ghadir Khum adalah hari raya terbaik umatku.Lihat Biharul Anwar jilid 37 hal 109.
Majlisimeriwayatkan dari perawi Sulaim bin Qais, bahwa surat Al Maidah ayat 3 yangberbunyi:
Padahari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamunikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.
Adalah turun setelah Nabi mengangkat Ali binAbi Thalib menjadi khalifah di Ghadir Khum. Nabi saw. bersabda setelah turunnyaayat ini: Allahu Akbar atas kesempurnaanagama dan nikmat, dan Allah meridhai risalahku dan kepemimpinan Alisepeninggalku. Biharul Anwar jilid 37 hal 195. Padahal ayat itu turun dipadang Arafah, bukan di Ghadir Khum.
Bahkan dalamkitab syiah juga memuat riwayat keutamaan hari raya ghadir khum, sepertidibawah ini :
DariAbdurrahman bin Salim, dari ayahnya: aku bertanya pada Abu Abdillah : apakahkaum muslimin memiliki hari raya selain hari Jum’at, Idul Adha dan Idul Fitri?Abu Abdullah menjawab: ya, hari raya yang lebih besar kehormatannya. Akubertanya: hari raya apakah itu, semoga diriku dijadikan tebusanmu? Abu Abdullahberkata: hari saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melantik AmirulMukminin, dan berkata: siapa yang menjadikan aku sebagai khalifahnya, maka Aliadalah khalifahnya. Aku bertanya: hari apakah itu? Abu Abdillah menjawab: apayang kamu akan perbuat dengan hari, hari-hari setahun adalah berulang, tetapihari itu adalah hari 18 Dzulhijjah. Aku bertanya: Apa yang sebaiknya kamilakukan di hari itu? Abu Abdullah berkata: kalian berdzikir pada Allah di hariitu dengan berpuasa, beribadah dan menyebut Muhammad dan keluarga Muhammad. DanRasulullah shallallahu alaihi wasallam mewasiatkan pada Ali agar menjadikanhari itu sebagai hari raya. Begitu juga para Nabi, mereka berwasiat pada washimereka masing-masing, lalu menjadikan hari itu sebagai hari raya. AlKafi jilid 4 hal 149, Al Wasa’il jilid 10 hal 44.

Al Mufid dan Abu Ja’far Ibnu Babawaih AlQummi, serta Abu Ja’far At Thusi meriwayatkan dari Ja’far As Shadiq bahwa amalibadah pada hari Ghadir, 18 Dzulhijjah setara amalan 80 bulan. TsawabulA’mal hal 100.

Dandalam hadits lain dari Abu Abdullah berkata: berpuasa pada hari ghadir khummenghapuskan dosa 60 tahun. Tsawabul A’mal hal 100. Tahdzib jilid 4 hal305, Al Faqih: jilid 2 hal 90, Al Khishal hal 264, Al Wasa’il jilid 10 hal 442.
Tapi sepertinya Ali dan paraimam menyelisihi wasiat Nabi ini, karenatidak ada yang pernah merayakan hari raya ini. Ali bin Abi Thalib tidak pernahmerayakannya.
Berbeda dengan syiah, merekamengadakan amalan khusus pada hari raya ghadir ini, dengan berdasar padakitab-kitab mereka. Jika dalam kitab mereka ada riwayat-riwayat keutamaannya,sudah tentu ada riwayat yang menjelaskan adab-adab hari itu. Tapi Ali bin AbiThalib tidak pernah merayakan itu. Begitu juga Hasan dan Husein. Lalu dari manariwayat itu berasal? Kita yakin syiah sendiri tidak bisa menjawab. Itulahpandangan syiah tentang ghadir khum.
Bersambung >>>>

Dikirim pada 19 Mei 2014 di TENTANG ALIRAN-ALIRAN SESAT


Oleh : Abu Alifa Shihab
PENDAHULUAN
Dalam sejarahtercatat bahwa Persia kuno terdapat sebuah imperium besar, yaitu imperium Persia Raya. Salah satu kotaterbesarnya adalah Mada’in. Wilayah Persia sekarang disebut Iran. Ada beberapaciri khusus imperium Persia. Pertama,sejarahnya dipenuhi oleh peristiwa kudeta dan perang saudara, sering terjadiperang dan revolusi perebutan kekuasaan antar putra mahkota.
Kedua, kepercayaandan ritual keagamaan banyak dipengaruhi oleh Yahudi, Kristen dan Budha.Sehingga sebagian ulama mengatakan bahwa sesungguhnyaSyi’ah adalah bibit yang berasal dari Kristen, yang ditanam oleh Yahudidiladang Majusi.
Ketiga, penokohandan pengkultusan yang kuat dan berlebihan terhadap pemimpin, bagi rakyatPersia. Sehingga pengkultusan Syi’ah terhadap ahlul-bait adalah warisan aqidahMajusi.
Selain itu,aliran keagamaan berkembang sangat pesat di Persia, seperti Majusi. Sedangkanagama Majusi memiliki dua sifat khas. (Yaitu) Pertama, bergerak secarasirriyah, yaitu sembunyi (dalam Syi’ah dikenal taqiyyah nanti dibahas dalam sesi beikutnya tentang penyimpangan Aqidah Syi’ah).Kedua, meyakini mut’ah sebagai ritual suci, pembersih dosa. Oleh karena ituSyaikh Dr. Abdullah Al-Gharib berkesimpulan, bahwa aqidah dan siasat politikyang diperankan oleh Syi’ah sekarang (seperti Iran), merupakan warisan danpengembangan dari ajaran majusi kuno (waja’adauru al-majus, hal.48)
Sebenarnyaawal pergesekan antara umat Islam dengan imperium Persia telah ada sejak eraNabi Muhammad saw, ketika beliau mengirim surat melalui shahabat Abdullah bin Hudzaifah ke Kisra bin Hurmudz, yangmenjadi raja Persia saat itu. Waktu itu sang raja merobek-robek surat yangditerimanya dihadapan shahabat yang mengirimnya.
Kemudian gesekan kedua umat Islam denganPersia terjadi pada masa khalifah Umar ibn Khathab, saat Persia dipimpin olehraja Yazdajrid. Dua panglima Persia, Rustum dan Hurmudzan terkenal sebagaipanglima andalan raja. Tetapi umat Islam yang waktu itu dipimpin oleh Sa’adbiin Abi Waqash berhasil menaklukan Persia dilembah Qadisiyah. Rustum, panglimayang terkenal gagah itu tewas dilembah ini. Sedangkan Hurmudzan sempatmelarikan diri, namun ia tertangkap oleh pasukan muslimin. Ia pura-pura masukIslam. Kelak, dialah otak dan dalang pembunuhan terhadap khalifah Umar ibnKhathab.

MUNCULNYAKELOMPOK SYI’AH
Sebagian ahliberpendapat, bahwa awal munculnya Syi’ah ada yang mengaitkan diakhir masapemerintahan khalifah Ustman bin Affan atau awal masa kekhalifahan Ali bin AbiThalib. Tetapi yang paling mashur Syi’ah muncul dan lahir pasca gagalnyaperundingan antara pihak pasukan Ali bin Abi Thalib dengan pihak Mu’awiyah binAbi Sufyan di Siffin yang lebihpopular dengan peristiwa At-Tahkim(arbitrasi). Akibat perundingan itu, sejumlah pasukan Ali menentang bahkankeluar memisahkan diri. Mereka lebih terkenal dengan sebutan khawarij (orang-orang yang keluar daribarisan Ali). Sebagian besar tetap mendukung dan setia kepada khalifah sebagai Syi’ah Ali (pengikut/pendukung Ali).
Pada awalmunculnya, tasyayu’ (dukungan) kepada Ali hanyalah merupakangerakan politik. Penggunaan term Syi’ah dimasa Khalifah Ali raberkonotasi setia dan membela, tidak ada akidah khusus sebagaimana pada Syiahsaat ini.
Pascaperistiwa tahkim atau arbitrase antara Alidan Mu’awiyah, posisi Khalifah Ali semakin lemah dan sempit, terutama sekalisesudah penumpasan pasukan Ali terhadap kaum Khawarij di Nahrawan, telahmendorong mereka untuk membentuk pasukan berani mati yang terdiri dari :Abdurrahman bin Muljam untuk membunuh Ali di Kuffah, Hajaj bin Abdillahas-Sarimi untuk membunuh Muawiyah di Damaskus, dan Zadawih untuk membunuh Amrbin Ash di Mesir. Akan tetapi dua petugas yang disebut terakhir gagal mencapaimaksudnya, dengan demikian posisi Muawiyah semakin kuat.
KelahiranSyiah sebagai suatu aliran keagamaan yang bersipat pilitis secara utuh, dilihatdari aspek ajaran atau doktrin politiknya, yakni tentang legitimasike-khalifahan ada pada keturunan Ali dengan Fathimah, putri Rasulullah saw.bermula sejak munculnya tuntutan penduduk Kuffah pendukung Ali, agar masalahke-khalifahan dikembalikan kepada Ahlul-Bait. Yangdimaksud dengan Ahlul-Bait oleh Syiah hanya dibatasi kepadaAli, Fathimah, Hasan, Husein dan keturunan Husein. Mereka tidak menganggap paraistri Nabi saw, putra-putra Ali selain Hasan dan Husein, saudara-saudaraperempuan Fathimah seperti Ruqayah, Ummu Kultsum dan Zainab, begitu pulaketurunan Hasan bin Ali sebagai Ahlul-Bait. Dengan demikianlahirnya Syiah pada dasarnya bersamaan waktunya dengan pengangkatan Hasan binAli bin Abi Thalib sebagai Imam kaum Syiah. Pada masa ini posisi kaum Syiahsemakin goyah karena derasnya fitnah, perselisihan dan perpecahan dikalanganmereka yang sengaja ditanamkan oleh golongan Syabaiyyah pengikut Abdullah binSaba. Lemahnya kepemimpinan Hasan bin Ali menjadi factor yang mempersulit kaumSyiah. Usaha Hasan menumpas Syabaiyyah dan menentang pemerintahan Muawiyah,membuat banyak pendukung meninggalkannya dan berpaling kepada Muawiyah,sebagian bergabung dengan Syabaiyyah dan Khawarij. Akhirnya Hasan bin Alimemilih jalan damai dengan mengundurkan diri dari jabatan sebagai khalifah padatahun 41H/661M. Sesudah Hasan bin Ali wafat diangkatlah saudaranya (yakni)Husein bi Ali sebagai Imam. Putera Ali kedua ini tampak memiliki semangat dandaya juang seperti bapaknya, namun saying ia harus tewas diujung pedang tentaraYazid bin Muawiyah di padang Karbala secara memilukan pada tanggal 1 Oktober680 M.
Perubahancorak Syiah dari politik murni menjadi gerakan keagamaan antara laindipengaruhi oleh kedengkian Yahudi dan Majusi (Persia) terhadap Islam. KarenaIslam-lah yang telah menghancurkan dan mencabut akar-akar Yahudi dari jazirahArab, negeri yang dianggap sangat penting bagi Yahudi, mereka telah lamamenetap di Madinah dan Syan’a (Yaman) dan sebagian ujung-ujung jazirah Arab.Adapun Persia, mereka adalah bangsa kaya dan pernah berkuasa atas bangsa-bangsalain termasuk bangsa Arab. Persia yang besar kerajaannya, kewibawannya tidakruntuh ditangan bangsa Romawi ataupun Mongol, tapi justru jatuh ditangan kaummuslimin yang berjumlah relative kecil dimasa kehkalifahan Umar Ibn al-Khathabra.
Keinginanmengobarkan dendam lama nampak dari ucapan Imam Khomaeni : “…Sesungguhnyaaku mengatakan dengan keberanian bahwa bangsa Iran (dulu Persia) dengan jumlahjutaan pada saat ini lebih utama dari pada bangsa Hijaz dimasa Rasulullah sawdan dari bangsa Kufah, Irak pada masa Amirul Mukminin Al-Husein bin Ali (Al-WashiyahAl-Ilahiyah hal.16).
Seorangorientalis Inggris Dr.Brown yang cukup lama tinggal di Iran untuk studikesejarahan dalamTarikh Adabiyat Iran jilid 1 hal 217 mengatakan: “… Diantara factor terpenting yang menyebabkan permusuhan pendudukIran terhadap khalifah Ar-Rasyid kedua, Umar adalah karena dialah yang telahmenaklukan Negara-negara non-Arab dan telah meruntuhkan kekuatan mereka. Hanyasaja permusuhan mereka dibungkus dengan baju agama dan madzhab”. Dibagian lain dia menjelaskan bahwa kebencian mereka kepada Umar bukan karenamerampas hak-hak Ali dan Fathimah, melainkan karena dialah yang telahmenaklukan Iran dan menumbangkan dinasti Sasaniyah. Kemudian diamenukil sebuah Syair lagu Persia : “Umar telah mematahkanpunggung-punggung singa yang ganas dikandangnya dan telah mencabut keluargaJamsyid (raja terbesar dari Persia), bukanlah pertentangan itu karena iamerampas hak Ali, tetapi dendam lama ketika ia menaklukan Persia. (ibid,jilid 4 hal 49)
Setelahbertemunya kepentingan Sabaiyyah dan Majusiyah, mereka menggunakan maker denganmengeksploitasi terbunuhnya Ali bin Abi Thalib ra dan Husein bin Ali bin AbiThalib, kemudian membubuinya dengan fatwa-fatwa yang dinisbatkan kepada Ali binAbi Thalib dan keluarganya untuk kemudian membawa agama baru yang berdirisendiri. Memiliki akidah dan syariah yang berbeda atau berpisah dari Islam,yang dibawa oleh As-Shadiq Al-Amin Muhammad saw. Maka dengan demikian tasyayu’ (dukungan)dibangun dan berdiri diatas ucapan-ucapan dan perbuatan para Imam. Jikaditentang dengan ucapan atau perbuatan Imam itu sendiri yang dimuat dalam kitabmereka, dengan ringan mereka menjawab “Itu kan Taqiyyah”. Jikaditentang dengan Al-Quran, mereka menjawab “Al-Quran yang ada telahdiubah dan diganti”. Jika dibantah dengan Sunnah yang shahih, merekadengan mencibir berkata “Itu riwayat dari orang-orang yang murtad”.
Syi’ahpada era kehkalifahan Ali lebih kepada pembelaan dan dukungan dalam aspek siyasah (politik), tetapi setelahAbdullah bin Saba seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, Syi’ah menjadisebuah keyakinan. Abdullah binSaba’ (Ibn Sauda) adalah seorang Yahudiberasal dari Shan’a, Yaman yang datang ke Madinah kemudian berpura-pura setiakepada Islam pada masa Khilafah Utsman bin Affan Bahkan sebagian memandang diayang sesungguhnya mempelopori kudeta berdarah dan melakukan pembunuhan kepadakhalifah Utsman bin Affan, yang kemudian mengkultuskan Ali bin Abi Thalib.
Al-Qummy (seorang Syi’i) mengaku dan menetapkan akan adanya Abdullah bin Saba ini, dan menganggapnya orang yang pertama kali menobatkan keimaman Ali bin AbiThalib, serta akan munculnya kembali (sebelum qiamat), disamping ia jugatermasuk orang yang pertama mencela Abu Bakar, Umar, Ustman dan para shahabatlainnya. Hal ini sesuai dengan pandangan Ash-Shahrastany yang menyebutkan bahwaAbdullah bin Saba meupakan orang yang pertama kali memunculkan pernyataankeimaman Ali dengan adanya wasiat. Beliau juga menyebutkan tentang Saba’iyyah (pengikut Ibnu Saba) bahwa iaadalah sekte pertama yang menyatakan tentang hilangnya imam mereka yang keduabelas dan nanti akan muncul kembali.
Dapatdisimpulkan bahwa pernyataan tentang ke-imaman Ali bin Abi Thalib dankekhalifahannya dengan adanya wasiat langsung dari Nabi saw adalah peninggalanyang diwaristkan oleh Ibnu Saba. Setelah itu Syi’ah berkembang biak menjadibeberapa sekte, dengan berbagai macam ideology yang banyak sekali.
Jelaslahbahwa Syi’ah membuat ideologi-ideologi baru seperti adanya wasiat kekhalifahanAli bin Abi Thalib, dan munculnya kembali imam mereka yang ke-12 dikemudianhari. Hilangnya imam dan penuhanan terhadap para imam mereka adalah buktipengekoran kepada Abdullah bin Saba seorang Yahudi.
Diantara isu-isu (baca : doktrin) yang disebarkan oleh Abdullah bin Saba’ padasaat itu antara lain:
1. BahwaAli bin Abi Thalib R.A telah menerima wasiat sebagai pengganti Rasulullah saw.(An Naubakhti , firaq As Syi’ah, hal. 44)
2. BahwaAbu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan R.A. adalah orang-orangzhalim, karena telah merampas hak khilafah Ali R.A. setelah wafatnya Rasulullahsaw Umat Islam saat itu yang membai’at ketiga khilafah tersebut dinyatakankafir. (An Naubakhti, op cit, hal.44)
3. BahwaAli bin Abi Thalib adalah pencipta semua mahluk dan pemberi rezeki. (IbnuBadran, Tahdzib al Tarikh al Dimasyq, Juz VII, hal. 430)
4. BahwaNabi Muhammad saw akan kembali lagi ke dunia sebelum hari kiamat, sebagaimanakepercayaan akan kembalinya Nabi Isa A.S. (Ibnu Badran, op cit, juz VIII, hal.428)
5. BahwaAli R.A. tidak mati, melainkan tetap hidup di angkasa. Petir adalah suaranyaketika marah dan kilat adalah cemetinya. (Abd. Al Thahir Ibnu Muhammad AlBaghdadi, Al Firaq Baina Al Firaq, hal. 234)
6. Bahwaruh Al Quds berinkarnasi ke dalam diri para Imam Syi’ah . (Al Bad’u wa AlTarikh, juz V, hal. 129, th 1996). [lipi Makassar]
Bersambung ....!

Dikirim pada 19 Mei 2014 di TENTANG ALIRAN-ALIRAN SESAT

1. Pada tanggal 9 Juni 2008 SKB 3 menteri tetang Ahmadiyah diumumkan oleh Menteri Agama, yang menyatakan :
Kep utusan Bersama Menag, Mendagri, Jaksa Agung tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota dan/atau anggota anggota pengurus Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat (nomor: 3 Tahun 2008, nomor: KEP-033/A/JA/6/2008, nomor: 199 Tahun 2008)

Kesatu:
Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran itu.

Kedua:
Memberi peringatan dan memerintahkan kepada penganut, anggota dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), sepanjang mengaku beragama Islam, untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Agama Islam yaitu penyebaran faham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.

Ketiga:
Penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada diktum Kesatu dan Diktum Kedua dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk organisasi dan badan hukumnya.

Keempat:
Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama serta ketentraman dan ketertiban kehidupan bermasyarakat dengan tidak melakukan perbuatan dan/atau tindakan melawan hukum terhadap penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).

Kelima:
Warga masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu dan Diktum Keempat dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keenam:
Memerintahkan kepada aparat pemerintah dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah pembinaan dalam rangka pengamanan dan pengawasan pelaksanaan Keputusan Bersama ini.

Ketujuh:
Keputusan Bersama ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2008, oleh

Menteri Agama Jaksa Agung Menteri Dalam Negeri.

sumber : eramuslim
2. Diktum UUNo. 1/PNPS/1965 :
Pasal : 1
“ Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keqagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu; penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.”
Pasal 2 ayat (1) dan (2) :
“ Barangsiapa melanggarketentuan tersebut dalam Pasal 1 diberi perintah dan peringatan keras untuk menghentikan perbuatannya itu di dalam suatu keputusan bersama Menteri Agama, Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri.”
“ Apabila pelanggaran tersebut dalam ayat(1) dilakukan oleh Organisasi atau suatu aliran kepercayaan, maka Presiden Republik Indonesia dapat membubarkan organisasi itu dan menyatakan organisasi atau aliran tersebut sebagai organisasi/aliran terlarang, setelah presiden mendapat pertimbangan dari Menteri Agama, Menteri/jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri.”
Pasal 3
“ Apabila setelah dilakukan tindakan oleh Menteri Agama bersama-sama Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri atau Presiden Republik Indonesia menurut ketentuan dalam pasal 2 terhadap orang,organisasi atau aliran kepercayaan, mereka masih terus melanggar ketentuan-ketentuan dalam Pasal 1 , maka orang, penganut dan atau anggota pengurus organisasi yang bersangkutan dari aliran itu dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun.

Note :
Sheikh Abu Bakar Najar Penulis India yg masyhur menulis buku dengan Judul : “ Do You Know About Mirza in Love ? , Islamic Publication Bureau, Athlone Cape South Africa, tt, series no.5:
Pada usia Mirza yg lebih dari 50 thn dengan kondisi lemah dan sakit2an, ia jatuh cinta lagi kpd seorang dara ayu bernama Muhammadi Begum binti Mirza Ahmad Beg, paman ibunya. Dengan posisi sbg “ Superman “ pasti lamaran diterima. Ternyata lamarannya ditolak oleh dara ayu dan bapaknya itu. Kemudian Mirza mengaku turun wahyu, yang disebar kepada umatnya :

فأوحى الله الي ان اخطب صبية الكبيرة لنفسك , وقل له ليصاهرك اولا ليقتبس من قبسك , و قل اني امرت لاهبك ما طلبت من الارض وارضا اخرى معها , واحسن اليك باحسنات أخرى على ان تنكحني احدى بناتك التى هي كبيرتها ؛ وذل بينى وبينك , فان قبلت فستجدونى من المتقبلين ؛ فان لم تقبل فاعلم ان الله قد أخبرني ان انكحها رجلا اخر لا يبارك لها ولا لك , فان لم تزدجر فيصب عليك مصائب , واخر المصائب موتك , فتموت بعد النكاح الى ثلاث سنين , بل موتك قريب , ويرد عليك وانت من الغافلين ؛ وكذلك يموت بعلها الذى يصير زوجها الى حولين وستت اشهر قضاء من الله , فاصنع ما انت صانعه وانى لمن الناصحين.
Mirza Ahmad Beg dan putrinya ternyata mencuekin wahyu tsb. Malah tgl 7 April 1892 ia dinikahkan dengan Sultan Muhammad; Mirza merengek minta dibatalkan, tapi ditolak. Lalu digelar “ istighatsah “ di mesjidnya bersama para pengikutnya, tapi tdk berhasil, Turun lagi wahyu :
انها سيجعل ثيبة ويموت بعلها وابوها الى ثلاث سنة من يوم النكاح , ثم نرد اليك بعد موتهما , ولا يكون احدهما من العاصمين – تذكرة : 160-161
Wahyu itu terbukti dusta, Mirza mati lebih dulu dari pada suaminya ! Jangankan gadisnya, jandanyapun tidak dapat , kasihan!!!

Dikirim pada 21 Februari 2011 di TENTANG ALIRAN-ALIRAN SESAT
Awal « 1 2 » Akhir
Profile

Berasal dari Desa ... lahir dari seorang petani kecil. Orangnya prihatin, gampang tersentuh. Ayah dari 7 orang anak! More About me

Al-Quran
    Ya Rabb, ampuni dosa kami, dan hapuslah segala kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang shalih.
Sabda Nabi saw
    Cintailah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat bisa jadi orang yang kamu benci. Bencilah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat ia orang yang kamu cinta.
Al-Quran
    Ya Rabb ... janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb, janganlah kami berikan beban yang berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Rabb, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak dapat kami memikulnya! ......
Asa-ku
    Ya Rabb, seandainya hamba-Mu harus menangis ... jadikanlah tangisan itu yang bisa membuat terhapusnya dosa dan kesalahan hamba, tangis yang mampu menghantar hamba pada ridha dan rahmat-Mu. Ya Rabb ... jadikanlah senyum hamba dikala orang yang mencintai dan menyayangiku menangisi hamba ....
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.666.424 kali


connect with ABATASA