0


PERNYATAAN DAN SIKAP ABU ALIFA SHIHAB BERKAITAN DENGAN MUSIBAH MINA.
1. Mengucapkan bela sungkawa teriring ta�ziyah "انا لله و انا اليه راجعون" Semoga mereka semua disatukan dengan para syuhada. Dan keluarga yg ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.
2. Meminta kepada pihak berwenang supaya mempercepat identifikasi korban yang masih diduga hilang atau wafat.
3. Kami menghargai upaya dari pemerintah KSA dan pemerintah Indonesia yang terus menjalankan tugasnya sesuai dengan kewenangannya.
4. Kepada para tokoh dan pemuka agama ataupun lembaga supaya tidak banyak melontarkan ungkapan menyudutkan kepada berbagai pihak, karena sampai sekarang belum ada keterangan resmi penyebab musibah Mina.
5. Mendorong kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung penuh upaya KSA dalam menuntaskan musibah Mina.
Wassalam
Al-Faqir
Ttd
Abu Alifa Shihab


Dikirim pada 09 Oktober 2015 di IBRAH


Masih ingat kisah seorang ahli ibadah yang bernama Juraij?
“…. Juraij adalah seorang laki-laki ahli Ibadah, dia membangun sendiri tempat ibadahnya. Ceritanya, pada suatu hari di saat ia sedang solat ibunya memanggil, ‘Wahai Juraij.’ Juraij berkata, ‘Ya Rabbi, apakah akan saya jawab panggilan ibuku atau aku meneruskan solatku?’ Juraij meneruskan solatnya. Lalu ibunya pergi.
Keesokan harinya, Ibu Juraij datang ketika ia sedang solat lagi. Sang Ibu memanggil, ‘Wahai Juraij!’ Juraij mengadukan kepada Allah, ‘Ya Rabbi, aku memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan solatku?’ Ia meneruskan solatnya. Lalu ibunya pergi meninggalkan Juraij.
Pada pagi hari Ibu Juraij datang lagi, ketika itu Juraij sedang solat. Sang Ibu memanggil, ‘Wahai Juraij!’ Juraij berkata, ‘Ya Rabbi, aku memenuhi panggilan ibuku terlebih dahulu atau meneruskan solatku?’ Tetapi Juraij meneruskan solatnya.
Lalu Ibu Juraij bersumpah, ‘Ya Allah, janganlah Engkau matikan dia, sehingga ia melihat pelacur!’Orang-orang Bani Israil menyebut-nyebut ketekunan ibadah Juraij.
Dan tersebutlah dari mereka seorang pelacur yang sangat cantik berkata, ‘Jika kalian menghendaki, aku akan memberinya fitnah.
Perempuan tersebut lalu mendatangi Juraij dan menggodanya. Tetapi Juraij tidak memperdulikannya. Lalu pelacur tersebut mendatangi seorang penggembala yang sedang berteduh di dekat tempat ibadah Juraij. Akhirnya ia berzina dan hamil.
Tatkala ia melahirkan seorang bayi. Orang-orang bertanya, ‘Bayi ini hasil perbuatan siapa?’ Pelacur itu menjawab, ‘Juraij’. Maka mereka mendatangi Juraij dan memaksanya keluar dari tempat ibadahnya. Selanjutnya mereka memukuli Juraij, mencaci maki dan merobohkan tempat ibadahnya.
Juraij bertanya, ‘Ada apa ini, mengapa kalian perlakukan aku seperti ini?.’ Mereka menjawab, ‘Engkau telah berzina dengan pelacur ini, sehingga ia melahirkan seorang bayi.’ Ia bertanya, ‘Di mana sekarang bayi itu?’ Kemudian mereka datang membawa bayi tersebut.
Juraij berkata, ‘Berilah aku kesempatan untuk mengerjakan solat!’ Lalu Juraij solat. Selesai solat Juraij menghampiri sang bayi lalu mencoleknya di perutnya seraya bertanya, ‘Wahai bayi, siapakah ayahmu?’ Sang bayi menjawab, ‘Ayahku adalah seorang penggembala.’

Serta merta orang-orang pun berhambur, menciumi dan meminta maaf kepada Juraij. Mereka berkata, ‘Kami akan membangun kembali tempat ibadah untukmu dari emas!’ Juraij menjawab, ‘Jangan! Cukup dari tanah saja sebagaimana semula.’ Mereka lalu membangun tempat ibadah sebagaimana yang dikehendaki Juraij….. (Bukhary Muslim dari Abi Hurairah)
Sengaja saya kutip kisah diatas sebagai gambaran orang yang shalih, ahli ibadah dan tentu ahli dakwah. Akan tetapi ia tidak menyadari bahwa disekelilingnya ternyata ada banyak orang atau mungkin kelompok yang merasa tersakiti, bahkan mungkin juga merasa terdzolimi oleh sikap orang shalih tersebut. Sekalipun orang shalih itu tidak bermaksud untuk mendzalimi atau menyakiti orang disekitarnya. Bukankah do’a yang terdzalimi dan orang tua itu tak terhalang??? Mungkinkah ada seorang “Juraij Baru” di Indonesia? Bercerminlah dari Juraij ya akhina ….!

Dikirim pada 21 Februari 2015 di IBRAH


Suatu hari seorang pria bertemu dengan Socrates dan berkata, “Tahukah Anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman Anda?” Tunggu sebentar, jawab Socrates. “Sebelum memberitahukan sesuatu, saya ingin Anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut saya namakan Ujian Saringan Tiga Lapis.” Saringan Tiga Lapis? Tanya pria tersebut. Betul …! Lanjut Socrates.
Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan tentang teman saya. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Lapis.
Saringan yang pertama adalah KEBENARAN. Sudah pastikah Anda bahwa apa yang akan Anda katakan kepada saya benar? “Tidak”, kata pria tersebut. “Sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada Anda”. “Baiklah”, kata Socrates. “Jadi anda sungguh tidak tahu hal ini benar atau tidak”.
Sekarang mari kita coba saringan kedua, yaitu KEBAIKAN. Apakah yang akan Anda katakana kepada saya mengenai teman saya adalah suatu yang baik? Tanya Socrates. “Tidak, sebaliknya mengenai hal yang buruk”. Jawab pria tersebut. Jadi, lanjut Socrates, anda ingin mengatakan sesuatu yang buruk mengenai dia, tapi Anda sendiri tidak yakin kalau itu benar!
Anda mungkin masih bias lulus ujian selanjutnya, yaitu KEGUNAAN. Apakah yang akan Anda beri tahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya? Tanya Socrates. “Tidak, sungguh tidak”, jawab pria tersebut. Kalau begitu, simpul Socrates. “Jika apa yang Anda ingin beri tahukan kepada saya tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, mengapa Anda ingin menceritakannya kepada saya?” (sumber : Manajemen Alhamdulillah)

Dikirim pada 08 Maret 2013 di IBRAH


Diceritakan pada masa silam ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang bagus dan gagah. Dan suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dengan harga yang cukup tinggi. Akan tetapi si petani miskin itu tidak berniat untuk menjualnya. Teman-temannya menyayangkan dan mengejeknya atas keputusan yang diambil petani tersebut yang menurut mereka keputusan yang “bodoh“.
Keesokan harinya kuda putih itu hilang dari kandangnya. Maka teman-temannya berkata, “Sungguh malang dan jelek nasibmu! Padahal seandainya kemarin kudamu dijual, tentu kamu akan menjadi kaya, tapi sekarang kudamu sudah hilang tak membawa keberuntungan”.
Si petani miskin hanya diam!
Beberapa hari kemudian, kuda si petai itu kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-temannya berkata, “Wah, beruntung sekali nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan”.
Si petani hanya diam!
Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru terjatuh dan kakinya patah. Teman-temannya berkata, “Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang kaki anakmu patah“.
Sekali lagi, si petani tetap diam tak berkomentar!
Seminggu kemudian terjadi peperangan diwilayah itu. Semua anak muda didesa dipaksa untuk berperang, kecuali anak si petani karena tidak bisa berjalan. Sekali lagi teman-temanya mendatangi si petani sambil menangis, “Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, sementara kami harus kehilangan anak-anak kami“.
Si petani kemudian berkomentar, “Jangan terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek. Semuanya adalah suatu rangkaian proses. Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini, apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok. Apa yang dirasa buruk hari ini, belum tentu buruk untuk hari esok“. (Sumber : Manajemen Alhamdulillah)

Dikirim pada 07 Maret 2013 di IBRAH
Awal « 1 2 3 » Akhir
Profile

Berasal dari Desa ... lahir dari seorang petani kecil. Orangnya prihatin, gampang tersentuh. Ayah dari 7 orang anak! More About me

Tag
Al-Quran
    Ya Rabb, ampuni dosa kami, dan hapuslah segala kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang shalih.
Sabda Nabi saw
    Cintailah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat bisa jadi orang yang kamu benci. Bencilah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat ia orang yang kamu cinta.
Al-Quran
    Ya Rabb ... janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb, janganlah kami berikan beban yang berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Rabb, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak dapat kami memikulnya! ......
Asa-ku
    Ya Rabb, seandainya hamba-Mu harus menangis ... jadikanlah tangisan itu yang bisa membuat terhapusnya dosa dan kesalahan hamba, tangis yang mampu menghantar hamba pada ridha dan rahmat-Mu. Ya Rabb ... jadikanlah senyum hamba dikala orang yang mencintai dan menyayangiku menangisi hamba ....
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 2.839.242 kali


connect with ABATASA