0
Dikirim pada 21 Februari 2015 di IBRAH

Masih ingat kisah seorang ahli ibadah yang bernama Juraij?

“…. Juraij adalah seorang laki-laki ahli Ibadah, dia membangun sendiri tempat ibadahnya. Ceritanya, pada suatu hari di saat ia sedang solat ibunya memanggil, ‘Wahai Juraij.’ Juraij berkata, ‘Ya Rabbi, apakah akan saya jawab panggilan ibuku atau aku meneruskan solatku?’ Juraij meneruskan solatnya. Lalu ibunya pergi.

Keesokan harinya, Ibu Juraij datang ketika ia sedang solat lagi. Sang Ibu memanggil, ‘Wahai Juraij!’ Juraij mengadukan kepada Allah, ‘Ya Rabbi, aku memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan solatku?’ Ia meneruskan solatnya. Lalu ibunya pergi meninggalkan Juraij.
Pada pagi hari Ibu Juraij datang lagi, ketika itu Juraij sedang solat. Sang Ibu memanggil, ‘Wahai Juraij!’ Juraij berkata, ‘Ya Rabbi, aku memenuhi panggilan ibuku terlebih dahulu atau meneruskan solatku?’ Tetapi Juraij meneruskan solatnya.

Lalu Ibu Juraij bersumpah, ‘Ya Allah, janganlah Engkau matikan dia, sehingga ia melihat pelacur!’Orang-orang Bani Israil menyebut-nyebut ketekunan ibadah Juraij.

Dan tersebutlah dari mereka seorang pelacur yang sangat cantik berkata, ‘Jika kalian menghendaki, aku akan memberinya fitnah.

Perempuan tersebut lalu mendatangi Juraij dan menggodanya. Tetapi Juraij tidak memperdulikannya. Lalu pelacur tersebut mendatangi seorang penggembala yang sedang berteduh di dekat tempat ibadah Juraij. Akhirnya ia berzina dan hamil.

Tatkala ia melahirkan seorang bayi. Orang-orang bertanya, ‘Bayi ini hasil perbuatan siapa?’ Pelacur itu menjawab, ‘Juraij’. Maka mereka mendatangi Juraij dan memaksanya keluar dari tempat ibadahnya. Selanjutnya mereka memukuli Juraij, mencaci maki dan merobohkan tempat ibadahnya.

Juraij bertanya, ‘Ada apa ini, mengapa kalian perlakukan aku seperti ini?.’ Mereka menjawab, ‘Engkau telah berzina dengan pelacur ini, sehingga ia melahirkan seorang bayi.’ Ia bertanya, ‘Di mana sekarang bayi itu?’ Kemudian mereka datang membawa bayi tersebut.

Juraij berkata, ‘Berilah aku kesempatan untuk mengerjakan solat!’ Lalu Juraij solat. Selesai solat Juraij menghampiri sang bayi lalu mencoleknya di perutnya seraya bertanya, ‘Wahai bayi, siapakah ayahmu?’ Sang bayi menjawab, ‘Ayahku adalah seorang penggembala.’

Serta merta orang-orang pun berhambur, menciumi dan meminta maaf kepada Juraij. Mereka berkata, ‘Kami akan membangun kembali tempat ibadah untukmu dari emas!’ Juraij menjawab, ‘Jangan! Cukup dari tanah saja sebagaimana semula.’ Mereka lalu membangun tempat ibadah sebagaimana yang dikehendaki Juraij….. (Bukhary Muslim dari Abi Hurairah)

Sengaja saya kutip kisah diatas sebagai gambaran orang yang shalih, ahli ibadah dan tentu ahli dakwah. Akan tetapi ia tidak menyadari bahwa disekelilingnya ternyata ada banyak orang atau mungkin kelompok yang merasa tersakiti, bahkan mungkin juga merasa terdzolimi oleh sikap orang shalih tersebut. Sekalipun orang shalih itu tidak bermaksud untuk mendzalimi atau menyakiti orang disekitarnya. Bukankah do’a yang terdzalimi dan orang tua itu tak terhalang??? Mungkinkah ada seorang “Juraij Baru” di Indonesia? Bercerminlah dari Juraij ya akhina ….!



Dikirim pada 21 Februari 2015 di IBRAH
comments powered by Disqus
Profile

Berasal dari Desa ... lahir dari seorang petani kecil. Orangnya prihatin, gampang tersentuh. Ayah dari 7 orang anak! More About me

Tag
Al-Quran
    Ya Rabb, ampuni dosa kami, dan hapuslah segala kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang shalih.
Sabda Nabi saw
    Cintailah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat bisa jadi orang yang kamu benci. Bencilah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat ia orang yang kamu cinta.
Al-Quran
    Ya Rabb ... janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb, janganlah kami berikan beban yang berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Rabb, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak dapat kami memikulnya! ......
Asa-ku
    Ya Rabb, seandainya hamba-Mu harus menangis ... jadikanlah tangisan itu yang bisa membuat terhapusnya dosa dan kesalahan hamba, tangis yang mampu menghantar hamba pada ridha dan rahmat-Mu. Ya Rabb ... jadikanlah senyum hamba dikala orang yang mencintai dan menyayangiku menangisi hamba ....
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 3.284.536 kali


connect with ABATASA