0
Dikirim pada 12 Juni 2011 di Bab. Nikah

Tanya :  Assalamu’alaikum wr. wb.,

Pak, Ustadz, sebelumnya minta maaf merepoti. Numpang tanya dan mohon dijawab segera karena penting sekali bagi ketenangan batin saya. Ini pengalaman pribadi yang sangat mengganjal karena saya takut dari yang saya lakukan ada yang salah dari sisi syari’ah.
Begini ustadz,
Saya berpoligami/menikahi secara sirri (di bawah tangan) seorang janda (Sebut Ch) dg 2 anak (8 tahun/ laki2 dan 14 thn/perempuan). Pernikahan kami tanpa wali nasab dan wali hakim melainkan menggunakan wali muhakkam.

Alasanya:

1. wali nasab (bapak Ch dan keluarga lain) tidak mau menjadi wali nikah kalau pernikahannya sirri

2.  saya seorang PNS sehingga perijinan menikah lagi sulit/belum memungkinkan. Untuk menghindari maksiyat saya menikah sirri dulu sambil mencari peluang mengurus perijinan resmi

3.dari beberapa wali hakim yang kami mintai bantuan tidak ada yang mau menjadi wali nikah karena ternyata penghulu di KUA sudah dibelaki “hukum” oleh depertemen agama untuk tidak menikahkan secara sirri

 
Akhirnya kami memutusskan menggunakan wali muhakam. Setelah beberapa waktu berjalan kami jadi ragu-ragu terhadap keABSAHan pernikahan kami karena
1.      Wali muhakkam yang kami gunakan adalah seorang da’i/mubaligh yang rutin mengisi di Radio swasta di kota kami.
2.      Selain seorang da’i beliau juga berpraktik pengobatan aternatif (dengan obat-obatan tradisional ramuan sendiri yang katanya berdasarkan sunnah rosul) yang saya khawatirkan berbau perdukunan
3.      Saat kami mintai tolong menjadi wali nikah beliau memasang tarif tertentu!
Pertanyaan. SAHkah pernikahan kami ustadz?. Mohon dengan sangat dan hormat untuk segera dijawab, jika ada masalah solusinya ya. makasih
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jawab : Wa’alaikumussalam wr.wb. Jika wali hakim dari kalangan pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) yang ditunjuk oleh pemerintah mempersuIit pelaksanaan pernikahan atau menuntut honor yang memberatkan orang yang hendak melangsungkan pemikahan, atau memperlambat pelaksanaan tugasnya melebihi batas waktu yang wajar sehingga menimbulkan kegelisahan bagi orang yang bersangkutan, maka mempelai wanita boleh menunjuk Wali Muhakkam dari tokoh masyarakat atau ulama setempat (Fatwa MUI DKI). Artinya pernikahan itu sah, sekalipun wali muhakkam. Adapun masalah memasang ta’rif, hal itu diluar prosesi pernikahan. Allohu A’lam


Dikirim pada 12 Juni 2011 di Bab. Nikah
comments powered by Disqus
Profile

Berasal dari Desa ... lahir dari seorang petani kecil. Orangnya prihatin, gampang tersentuh. Ayah dari 7 orang anak! More About me

Al-Quran
    Ya Rabb, ampuni dosa kami, dan hapuslah segala kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang shalih.
Sabda Nabi saw
    Cintailah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat bisa jadi orang yang kamu benci. Bencilah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat ia orang yang kamu cinta.
Al-Quran
    Ya Rabb ... janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb, janganlah kami berikan beban yang berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Rabb, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak dapat kami memikulnya! ......
Asa-ku
    Ya Rabb, seandainya hamba-Mu harus menangis ... jadikanlah tangisan itu yang bisa membuat terhapusnya dosa dan kesalahan hamba, tangis yang mampu menghantar hamba pada ridha dan rahmat-Mu. Ya Rabb ... jadikanlah senyum hamba dikala orang yang mencintai dan menyayangiku menangisi hamba ....
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.666.344 kali


connect with ABATASA