close
close
0
Dikirim pada 24 Mei 2010 di Bab. Do’a

Tanya   :    assalamu’alaikum, pa ustadz apa hukum tahlilan yassinan dan istighasaan tlong penjelasannya pak ustadz. Trims. Wassalam. Rifa’i . Bojonegoro 023183092xxxx

Jawab  :     Wa’alaikum salam....Ada tiga hukum yang harus dibedakan yaitu tahlilan, yassinan dan istighasah. Namun jika diringkas karena tahlilan dan yassinan biasanya ditempat orang yang mati maka di satukan.

Telah berkata Imam Asy-Syafi’i  "Aku benci al ma’tam yaitu berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit meskipun tidak ada tangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu akan memperbaharui kesedihan" Perkataan Imam kita diatas jelas sekali yang tidak bisa ditawil atau ditafsirkan kepada arti dan makna lain kecuali bahwa beliau dengan tegas mengharamkan berkumpul-kumpul dirumah keluarga/ahli mayit. Ini baru berkumpul saja, bagaimana kalau disertai dengan apa yang kita namakan disini sebagai Tahlilan atau Yassinan?" Telah berkata Imam Ibnu Qudamah, di kitabnya Al Mughni (Juz 3 halaman 496-497 cetakan baru ditahqiq oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki ) : “Adapun ahli mayit membuatkan makanan untuk orang banyak maka itu satu hal yang dibenci ( haram ). Karena akan menambah kesusahan diatas musibah mereka dan menyibukkan mereka diatas kesibukan mereka dan menyerupai perbuatan orang-orang jahiliyyah. Dan telah diriwayatkan bahwasannya Jarir pernah bertamu kepada Umar. Lalu Umar bertanya,.Apakah mayit kamu diratapi ?" Jawab Jarir, " Tidak !" Umar bertanya lagi, " Apakah mereka berkumpul di rumah ahli mayit dan mereka membuat makanan ? Jawab Jarir, " Ya !" Berkata Umar, " Itulah ratapan !"  al-Imam an-Nawawi, dikitabnya al-Majmu’ Syarah Muhadzdzab (5/319-320) telah menjelaskan tentang bid’ahnya berkumpul-kumpul dan makan-makan di rumah ahli mayit dengan membawakan perkataan penulis kitab Asy -Syaamil dan lain-lain Ulama dan beliau menyetujuinya berdalil dengan hadits Jarir yang beliau tegaskan sanadnya shahih. Dan hal inipun beliau tegaskan di kitab beliau “Raudlotuth Tholibin (2/145).  Telah berkata Al Imam Asy Syairoziy, dikitabnya Muhadzdzab yang kemudian disyarahkan oleh Imam Nawawi dengan nama Al Majmu Syarah Muhadzdzab : "Tidak disukai /dibenci duduk-duduk (ditempat ahli mayit) dengan alasan untuk Ta’ziyah karena sesungguhnya yang demikian itu muhdats sedangkan muhdats adalah " Bid’ah ". Dan Imam Nawawi menyetujuinya bahwa perbuatan tersebut bid’ah. [Baca ; Al-Majmu’ syarah muhadzdzab juz. 5 halaman 305-306]

Perkataan  Imam Syafi’i diatas bukan berarti kalau tidak sedih boleh dilakukan. Perkataan ini seperti di atas yaitu menuruti kebiasaannya selamatan kematian itu menyusahkan dan menyibukkan. Tidak berarti boleh apabila tidak menyusahkan dan tidak menyibukkan! Ambillah contoh firman Allah di dalam surat An-Nur ayat 33 :”Janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi”. Apakah boleh kita menyuruh budak perempuan kita untuk melacur apabila mereka menginginkannya?   Tentu tidak!    Begitu juga dengan masalaha Yassinan ditempat yang meninggal. Tapi apabila yassinan yang dimaksud adalah setiap malam jum’at hal ini tidak pernah dicontohkan pula oleh Nabi SAW. Keterangan yang dijadikan dalil yassinan dhaif (lemah).

Adapun Istighasah berarti pemrmohonan kepada Alloh supaya memberikan perlindungan/keselamatan atau bahkan kemenangan. Atau lebih spesifik istighasah itu hampir sama dengan berdo’a. Akan tetapi dalam Al-Quran (lihat Al-Anfal) istighasah yang Nabi lakukan saat perang Badr, dan Nabi mengangkat tangannya sambil berurai air mata menyaksikan para shahabat yang sedang berperang yang tidak seimbang dalam jumlah dan peralatan perang. Dan Nabi lakukan (istighasah) itu sendiri. Dan beliau teus berdoa supaya diberi kemenangan. Adapun yang ditentukan tempatnya, bajunya diseragamkan ,ditentukan harinya dsb  kemudian berdo’a bersama , tidak sama seperti istighasah Nabi SAW.



Dikirim pada 24 Mei 2010 di Bab. Do’a
comments powered by Disqus
Profile

Berasal dari Desa ... lahir dari seorang petani kecil. Orangnya prihatin, gampang tersentuh. Ayah dari 7 orang anak! More About me

Al-Quran
    Ya Rabb, ampuni dosa kami, dan hapuslah segala kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang shalih.
Sabda Nabi saw
    Cintailah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat bisa jadi orang yang kamu benci. Bencilah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat ia orang yang kamu cinta.
Al-Quran
    Ya Rabb ... janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb, janganlah kami berikan beban yang berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Rabb, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak dapat kami memikulnya! ......
Asa-ku
    Ya Rabb, seandainya hamba-Mu harus menangis ... jadikanlah tangisan itu yang bisa membuat terhapusnya dosa dan kesalahan hamba, tangis yang mampu menghantar hamba pada ridha dan rahmat-Mu. Ya Rabb ... jadikanlah senyum hamba dikala orang yang mencintai dan menyayangiku menangisi hamba ....
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.496.996 kali


connect with ABATASA