0



Tanya : Assalamu’alaikum wrwb. al-ustadz Abu Alifa, mohon penjelasannya mengenai 10 akhir dibulan ramadhan. Ada yang berpendapat bahwa disepuluh akhir itu suami istri tidak diperkenankan “berhubungan”, hal tersebut berdasarkan pada sabda Nabi saw “bahwa jika memasuki 10 akhir, Nabi mengencangkan ikat pinggang dan menghidupkan malamnya serta membangunkan keluarganya”. Bagimana pendapat ustadz sendiri? Terimakasih Sumbar

Jawab : Wa’alaikumussalam wrahmatullah wabarakatuh. Jika merujuk kepada al-Quran yang bertalian dengan malam dibulan ramadhan, maka tentu tidak ada larangan untuk berhubungan, bahan Allah swt menghalalkan berhubungan itu. Adapun larangan berhubungan suami istri dalam ayat tersebut adalah bagi para suami yang melakukan i’tikaf (dimasjid). Ayat yang dimaksud :

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالْآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آَيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Telah dihalalkan atas kamu pada malam hari shaum (bulan ramadhan), bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu, Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah kamu, hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah shaum itu sampai malam, (tetapi) janganlah kamu campuri istri-istrimu sedangkan kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia supaya mereka menjadi bertaqwa (QS. 2 : 187)

Jadi larangan berhubungan atau bercampur dengan istri dimalam bulan ramadhan itu dialamatkan bagi mereka (para suami) yang sedang melaksanakan i’tikaf dimasjid, sedangkan bagi yang tidak melaksanakan i’tikaf, maka hukum larangan itu tidak ada. Allohu A’lam

Dikirim pada 19 Juli 2014 di Bab. Shaum



Tanya : Bismillah …pak ustadz Abu, bagaimana hukumnya shalat tarawih setelah 8 rakaat diselingi ceramah? Mohon pencerahannya! Jama’ah M.Muthmainnah

Jawab : Secara hukum hemat kami shalat tarawih tersebut sah. Akan tetapi akan lebih baik jika shalat tarawih itu tidak diselingi oleh ceramah, mengingat 11 rakaat itu satu “paket” shalat malam dibulan ramadhan. Hal itupun supaya tidak ada penilaian atau kesan bahwa ceramah itu bagian dari shalat tarawih, atau penilaian bahwa 3 rakaat (witir) itu seolah dilaksanakan setelah ceramah (terlebih dahulu). Maka secara pribadi saya mengusulkan kepada pengurus masjid, kalaupun ada ceramah sebaiknya dilaksanakan setelah shalat Isya atau menjelang qiyam ramadhan yang 11 rakaat itu. Allohu A’lam

Dikirim pada 14 Juli 2014 di Bab. Sholat


PERKEMBANGAN SYI’AH DI INDONESIA

Diawal tahun 1980 yaitu pasca revolusi Iran dipenghujung 1979, ajaran Syi’ah mulai masuk ke Indonesia. Ada beberapa tokoh yang punya andil yaitu meyakinkan pemerintah Indonesia bahwa yang dating itu bukan murid-murid Khumaini, akan tetapi lawan-lawan politiknya serta mereka tidak membawa ajaran Khumaini. Sejak itu masuklah ajaran Syi’ah di negeri Indonesia. Tiga puluh tahun lebih sejak mulai menancapkan kukunya di Indonesia, kini pengikut Syi’ah Indonesia sudah berani memperlihatkan sebagian ajaran mereka dengan terang-terangan. Berbagai cara mereka lakukan untuk mencapkan ajarannya kesemua lapisan masyarakat. Menurut al-Ustadz Abdul Hakim Abdat, cara mereka memberikan pemahaman sangatlah halus dan awalnya tidak diketahui. Diantara cara yang mereka lakukan menurut beliau antara lain :
1. Mereka mengatasnamakan diri (pecinta) ahlu-bait.
2. Menggunakan ayat-ayat dan tafsir-tafsir tanpa hadits.
3. Mengkritik sebagian shahabat
4. Mengkritik hadits-hadits
5. Memberikan kesan bahwa Syi’ah merupakan madzhab yang kelima dalam Islam dan perbedaan mereka lebih kepada masalah furu’iyah
6. Mendakwahkan ajaran menarik yakni Mut’ah
7. Memberikan kesan buruk terhadap sebuah ajaran yang mereka benci yaitu wahabi.
Lebih lanjut mereka memasuki semua lapisan masyarakat dengan cara-cara yang berbeda disesuaikan dengan tingkatan pemahaman masyarakat yakni dilihat dari latar belakang pendidikannya.

Tingkatan pertama, mereka mempengaruhi masyarakat awam dengan cara yang dapat diterima. Mengahadapi orang awam, pegiat Syi’ah tidak akan mampu untuk mengkafirkan seluruh atau bahkan sebagian shahabat. Sebab orang awam sekalipun pemahaman agamanya “terbatas” dan lebih bersipat ikut-ikutan, tapi dasar cinta kepada Nabi, istrinya dan para shahabat luar biasa. Biasanya ketingkat ini mereka membuat cara bagaimana supaya orang awam itu mengkultuskan kepada keturunan Ali dan Fathimah (ahlul-bait), baik melalui syair-syair ataupun dengan cara yang lainnya.

Tingkatan kedua, menghadapi para pelajar dan terutama mahasiswa. Untuk lapisan ini, mereka masuk melalui sesuatu yang trend, baru dan menjadi keinginan anak muda, karena para pemuda dan mahasiswa sangat aktif dan mencari hal-hal yang dianggap baru dan tidak biasa. Salah satunya melalui penyebaran nikah mut’ah.

Tingkatan ketiga, memasuki media masa baik cetak maupun elektronik. Melalui media ini mereka menampilkan pesan dan paham ajarannya sedikit demi sedikit.

Tingkatan keempat, mendekati para pejabat, kalau bias menempati jabatan strategis dalam pemerintahan pusat atau daerah.

Tingkatan kelima, masuk ke berbagai partai politik dan berusaha menjadi wakil partai di dewan yang membuat undang-undang.
Ini merupakan gerakan Syi’ah di Indonesia yang sudah mulai terlihat dalam melakukan. (lihat Majalah Sunnah edisi XII TAHUN 1431 H)

Dari sisi jumlah komunitas Syi’ah di Indonesia, menurut data penelitian pemerintah menyatakan jumlah pengikut aliran Syiah di Indonesia berkisar 500 orang. Jumlah itu tersebar di pelbagai daerah. Namun, menurut Jalaluddin Rahmat (Ketua Dewan Syura IJABI) jumlah itu hanya perkiraan terendah. “Ada perkiraan tertinggi, 5 juta orang. Tapi, ada sekitar 2,5 jiwa,” kata Kang Jalal. Menurut dia, keberadaan penganut Syiah tidak banyak diketahui karena menganut taqiyah, yaitu menyembunyikan jati diri dan bersikap layaknya pemeluk Islam pada umumnya.

Menurut Tempo, orang yang pertama kali mengaku sebagai penganut Syiah di Jawa adalah Habib Abdul Kadir Bafaqih. Ia merupakan pemimpin Pondok Pesantren Al Qairat Bangsri di Jepara, Jawa Tengah. Setelah itu, bermunculan wadah bagi penganut Syiah. Misalnya, Yayasan Nuruts Tsaqolain dengan pusat kegiatan di Masjid Husainiyyah Nuruts Tsaqolain, Semarang. Yayasan ini berdiri sejak 1984. Hingga kini, jemaah Syiah di Kota Semarang terus bertambah.

Farid ahmad okbah menjelaskan tentang penyebaran syiah di indonesia: “Setelah meletusnya revolusi Iran pada tahun 1979 M, paham Syi’ah Imamiyah (Syi’ah Itsna Asyariyah) mulai masuk ke Indonesia. Diantara tokoh yang terpengaruh dengan paham Syi’ah adalah Husain al-Habsy, Direktur Pesantren Islam YAPI Bangil. Al-Habsy kemudian aktif menyebarkan ideologi Syi’ah dengan kemasan apik dan berslogan persatuan kaum muslimin.

Pada tahun 1980-an, al-Habsy mengirim sejumlah santrinya untuk belajar di Hauzah Ilmiyah di Qum, Iran. Sepulang dari Qum, para santri kemudian menyebarkan ajaran Syi’ah melalui sejumlah kegiatan, baik di bidang politik, pendidikan, media, sosial, ekonomi, maupun kesehatan. Dalam bidang politik, mereka masuk ke partai-partai. Dalam bidang pendidikan mereka mendirikan sekolah dari TK sampai Perguruan Tinggi. Dibidang media mereka mendirikan koran, majalah, televisi, penerbitan buku, selebaran, dsb. Dalam bidang sosial, mereka mempraktekkan nikah mut’ah. Dalam bidang ekonomi mereka membuka toko-toko, membeli angkutan-angkutan umum, dan aktif dalam dunia perdagangan secara umum. Dalam bidang medis, mereka membangun rumah sakit dan klinik pengobatan. Pada tahun 1993, jati diri al-Habsy sebagai orang Syi’ah terkuak saat dia mengirimkan laporan kegiatan Syi’ah Indonesia ke Ayatullah di Iran dan saat itu 13 guru yang bermadzhab Ahlussunnah keluar dari pesantrennya”

Menurut pusat data lembaga penelitian Syi’ah di Yogyakarta, Rausyan Fikr, seperti disampaikan dalam makalah yang ditulis oleh Pengurus wilayah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Yogyakarta, AM Safwan, pada tahun 2001, terdapat 36 Yayasan Syi’ah di Indonesia dengan 43 kelompok pengajian. Sebanyak 21 yayasan/ kelompok pengajian di tingkat provinsi, dan 33 yayasan/ kelompok pengajian di tingkat kabupaten. Kota.

Tidak hanya melalui pengajian, upaya penyebaran paham Syi’ah juga gencar dilakukan melalui penerbitan buku. Menurut hasil hitungan Rausyan Fikr, hingga Februari 2001 saja, tidak kurang 373 judul buku mengenai Syi’ah telah diterbitkan oleh 59 penerbit yang ada di Indonesia.
Sementara jika dilihat dari tempat, secara umum penyebaran dan kegiatan komunitas Syi’ah lebih terkonsentrasi di pulau Jawa. Sekalipun di luar pulau Jawa terdapat banyak komunitas Syi’ah, seperti Kalimantan Selatan (Banjarmasin dan Martapura), Balikpapan di Kalimantan Timur, Makasar Sulawesi Selatan, Palu Sulawesi Tengah dan tempat-tempat yang lainnya.

Dalam buku Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah Di Indonesia, setidaknya ada lima poros kegiatan Syi’ah dipulau Jawa.
1. Poros Jakarta di Islamic Cultural Centre (ICC)
2. Poros Pekalongan – Semarang, dianranya berpusat di Ponpes Al-Hadi Pekalongan
3. Poros Yogyakarta di Yayasan Rausyan Fikr
4. Poros Bangil dan Pasuruan di Ponpes YAPI Bangil
5. Poros Bandung di Yayasan Muthahari dan Ijabi

BERIKUT DATA-DATA ASET DAN BENTUK KEGIATAN SYIAH DI INDONESIA

A. YAYASAN
1. Yayasan Fatimah, Condet, Jakarta
2. Yayasan Al-Muntazhar, Jakarta
3. Yayasan Al-Aqilah
4. Yayasan Ar-Radhiyah
5. Yayasan Mulla Shadra, Bogor
6. Yayasan An-Naqi
7. Yayasan Al-Kurba
8. YAPI, Bangil
9. Yayasan Al-Itrah, Jember
10. Yayasan Rausyan Fikr, Jogya.
11. Yayasan BabIIm, Jember
12. Yayasan Muthahhari, Bandung
13. YPI Al-Jawad, Bandung
14. Yayasan Muhibbin, Probolinggo
15. Yayasan Al-Mahdi, Jakarta Utara
16. Yayasan Madina Ilmu, Bogor
17. Yayasan Insan Cita Prakarsa, Jakarta
18. Yayasan Asshodiq, Jakarta Timur
19. Yayasan Babul Ilmi, Pondok Gede
20. Yayasan Azzahra Cawang
21. Yayasan Al Kadzim
22. Yayasan Al Baro’ah, Tasikmalaya
23. Yayasan 10 Muharrom, Bandung
24. Yayasan As Shodiq, Bandung
25. Yayasan As Salam, Majalengka
26. Yayasan Al Mukarromah, Bandung
27. Yayayasan Al-Mujataba, Purwakarta
28. Yayasan Saifik, Bandung
29. Yayasan Al Ishlah, Cirebon
30. Yayasan Al-Aqilah, Tangerang
31. Yayasan Dar Taqrib, Jepara
32. Yayasan Al Amin, Semarang
33. Yayasan Al Khoirat, Jepara
34. Yayasan Al Wahdah, Solo
35. Yay. Al Mawaddah, Kendal
36. Yay.Al Mujtaba, Wonosobo
37. Yay.Safinatunnajah, Wonosobo
38. Yayasan Al Mahdi, Jember
39. Yay.Al Muhibbiin, Probolinggo
40. Yayasan Attaqi, Pasuruan
41. Yayasan Azzhra, Malang
42. Yayasan Ja’far Asshodiq, Bondowoso
43. Yayasan Al Yasin, Surabaya
44. Yapisma, Malang
45. Yayasan Al Hujjah, Jember
46. Yayasan Al Kautsar, Malang
47. Yayasan AL Hasyimm, Surabaya
48. Yayasan Al Qoim, Probolinggo
49. Yayasan al-Kisa’, Denpasar
50. Yayasan Al Islah, Makasar
51. Yayasan Paradigma, Makasar
52. Yayasan Fikratul Hikmah, Jl Makasar
53. Yayasan Sadra. Makasar
54. Yayasan Pinisi,, Makassar
55. Yayasan LSII, Makasar
56. Yayasan Lentera, Makassar
57. Yayasan Nurtsaqolain, Sulsel
58. Yas Shibtain, Tanjung Pinang Kep Riau
59. Yayasan Al Hakim, Lampung
60. Yayasan Pintu Ilmu, Palembang
61. Yayasan Al Bayan, Palembang
62. Yayasan Ulul Albab, Aceh
63. Yayasan Amali, Medan
64. Yayasan Al Muntadzar, Samarinda
65. Yayasan Arridho, Banjarmasin

B. MAJLIS TAKLIM
1. MT. Ar-Riyahi
2. Pengajian Ummu Abiha, Pondok Indah
3. Pengajian Al Bathul, Cililitan
4. Pengajian Haurah, Sawangan
5. Majlis Taklim Al Idrus, Purwakarta
6. Majlis Ta’lim An-Nur, Tangerang
7. MT Al Jawad, Tasikmalaya
8. Majlis Ta’lim Al-Alawi, Probolinggo

C. IKATAN
1. Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI)
2. Ikatan Pemuda Ahlulbait Indonesia (IPABI), Bogor
3. HPI – Himpunan Pelajar Indonesia-Iran
4. Shaf Muslimin Indonesia, Cawang
5. MMPII, condet
6. FAHMI (Forum Alumni HMI) Depok
7. Himpunan Pelajar Indonesia di Republik Iran (ISLAT)
8. Badan KerjaSama Persatuan Pelajar Indonesa Se- Timur Tengah dan Sekitarnya (BKPPI).
9. Komunitas Ahlul Bait Indonesia (TAUBAT)
10. Ahlul Bait Indonesia (ABI)

D. LEMBAGA
1. Islamic Cultural Center (ICC), Pejaten
2. Tazkia Sejati, Kuningan
3. Al Hadi, Pekalongan
4. Al-Iffah, Jember
5. Lembaga Komunikasi Ahlul Bait (LKAB), wadah alumni qom, di motori oleh ICC Jakarta yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah Republik Islam Iran (RII). LKAB membawai Yayasan AI Munthazar, Fathimah Aqilah, Ar Radiyah, Mulla Sadra, An Naqi, Al Kubra, AI Washilah, MT Ar Riyahi dan gerakan dakwah Al Husainy.

E. SEKOLAH ATAU PESANTREN
1. SMA PLUS MUTHAHARI di Bandung dan Jakarta
2. Pendidikan Islam Al-Jawad
3. Icas (Islamic College for Advanced Studies) – Jakarta Cabang London
4. Sekolah Lazuardi dari Pra TK sampai SMP, Jakarta
5. Sekolah Tinggi Madina Ilmu, Depok
6. Madrasah Nurul Iman, Sorong
7. Pesantren Al-Hadi Pekalongan
8. Pesantren YAPI, Bangil

F. PENERBIT BUKU-BUKU SYIAH
Lentera
Pustaka Hidayah
MIZAN
YAPI JAKARTA
YAPI Bangil
Rosdakarya
Al-Hadi
CV Firdaus
Pustaka Firdaus
Risalah Masa
Al-Jawad
Islamic Center Al-Huda
Muthahhari Press/Muthahhari Papaerbacks
Mahdi
Ihsan
Al-Baqir
Al-Bayan
As-Sajjad
Basrie Press
Pintu Ilmu
Ulsa Press
Shalahuddin Press
Al-Muntazhar
Mulla Shadra
CAHAYA

G. PENULIS-PENULIS SYIAH
Husain Ardilla
Alwi Husein, Lc
Muhammad Taqi Misbah
O.Hashem
Jalaluddin Rakhmat
Husein al-Habsyi
Muhsin Labib
Riza Sihbudi
Husein Al-Kaff
Sulaiman Marzuqi Ridwan
Dimitri Mahayana

H.. MAHASISWA QOM
1. Muhammad Taqi Misbah Yazdi
2. Euis Daryati, Mahasiswi S2 Jurusan Tafsir Al-Quran, Sekolah Tinggi Bintul Huda Qom. Ketua Fathimiah HPI 2006-2007.
3. Nasir Dimyati, S2 Jurusan Ulumul Quran Universitas Imam Khomeini Qom. Saat ini aktif di BKPPI.
4. Usman Al-Hadi, Mahasiswa S1 Jurusan Ulumul Quran Univ. Imam Khomeini Qom.
5. Abdurrahman Arfan, S1 Jurusan Ushul Fiqh di Jamiatul Ulum Qom, Republik Islam Iran.
6. M. Turkan, S1 Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran
7. Siti Rabiah Aidiah, Mahasiswi di Jamiah Bintul Huda, Qom, Jurusan Ulumul Quran.
8. Muchtar Luthfi, Ketua Umum Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) di Republik Islam Iran periode 2006-2007, Sekjen Badan Kerjasama Perhimpunan Pelajar Indonesia (BKPPI) se-Timur Tengah dan Sekitarnya.
9. Herry Supryono, Mahasiswa S1 Fiqh dan Maarif Islamiyah di Madrasah Hujjatiyah Qom, Republik Islam Iran.
10. Saleh Lapadi, asal Sorong, alumni YAPI Bangil, Sekarang menempuh S2 di Qom Iran, pimred islat (islam alternatif)
11. Afifah Ahmad, Mahasiswi S1, Jurusan Maarif Islam di Jamiatul Bintul Huda, Qom Republik Islam Iran
12. Emi Nur Hayati Ma’sum Said, Mahasiswi S2 Jurusan Tarbiyah Islamiyah & Akhlak di Universitas Jamiah Azzahra, Qom-Iran
13. A. Luqman Vichaksana S1 Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran
14. Ammar Fauzi Heryadi, mahasiswa Jurusan Filsafat & Irfan di Universitas Imam Khomeini Qom, Republik Islam Iran.
I. ALUMNI QOM
1. DR. Abdurrahman Bima, Alumni dari Hawzah Ilmiah Qom, judul desertasi “Pengaruh Filsafat dalam Konsep Politik Khomeni”.
2. DR. Khalid Al-Walid, Alumnus dari Hawzah Ilmiah Qom, judul desertasi “Pandangan Eskatologi Mulla Shadra”
3. Muhsin Labib, Alumnus Hauzah Ilmiah Qom, Republik Islam Iran. Kandidat Doktor Filsafat Islam di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Ali Ridho Al-Habsy cucu dari Habib Ali Kwitang, tahun 1974.
5. Umar Shahab, tahun 1976
6. Syamsuri Ali
7. Jalaludin Rahmat
8. Ahmad Barakbah

J. TENTANG QOM
• Tahun 1990 ada 50 orang belajar di Qom
• Tahun 1999 jumlah alumni sudah lebih dari 100 orang
• Tahun 2001, 50 mahasiswa indonesia melanjutkan studi di Qom
• Tahun 2004, 90 mahasiswa Indonesia melanjutkan studi di Qom

K. MAJALAH / JURNAL
1. Majalah Syi’ar
2. Jurnal Al-Huda
3. Jurnal Al-Hikmah
4. Majalah Al-Musthafa
5. Majalah Al-Hikmah
6. Majalah Al-Mawaddah
7. Majalah Yaum Al-Quds
8. Buletin Al-Tanwir
9. Buletin Al-Jawwad
10. Buletin Al-Ghadir
11. Buletin BabIIm

M.. RADIO / TV
1. IRIB (Radio Iran siaran bahasa Indonesia)
2. Hadi TV, tv satelite (haditv.com)
3. TV Al-Manar, Libanon, dpt diakses sejak April 2008, bekerja sama dengan INDOSAT
4. Myshiatv.com
5. Shiatv.net

N. WEBSITE
http://abatasya.net
http://www.jalal-center.com
http://www.fatimah.org
http://www.icc-jakarta.org
www. babilm.4t.com
http://www.ahl-ul-bait.org
http://ahmadsamantho.wordpress.com
http://www.islamalternatif.net
ICAS (icas-indonesia.org)
Islamfeminis.wordpress.com
http://www.wisdoms4all.com/ind/
Yapibangil.org
Alitrah.com

O. .BLOGROLL
Ahmad Samontho http://ahmadsamantho.wordpress.com/
Anak bangsa http://umfat.wordpress.com/
blog Ahlul Bait http://www.aimislam.com/links.html
Cahaya ISLAM http://abuaqilah.wordpress.com/
cinta Rasul http://cintarasulullah.wordpress.com/
Eraalquran http://eraalquran.wordpress.com/
GENCAR AHLULBAYT NUSANTARA http://musadiqmarhaban.wordpress.com/
Haidarrein http://haidarrein.wordpress.com/
Hikmah Islam http://farterh04.wordpress.com
ICC http://www.icc-jakarta.com/
Info syiah http://infosyiah.wordpress.com/
ISLAM FEMINIS http://islamfeminis.wordpress.com/
Islam syiah http://islamsyiah.wordpress.com/
Jakfari http://jakfari.wordpress.com/
Lateralbandung http://lateralbandung.wordpress.com/
Luthfis http://luthfis.wordpress.com/
Luthfullah http://luthv.wordpress.com/
Ma’ashshadiqin http://comein.blogs.friendster.com/
Madinah Al-hikmah http://madinah-al-hikmah.net/
Nargis http://mashumah.wordpress.com/
Pak Jalal http://www.jalal-center.com/
Ressay http://ressay.wordpress.com/
Pelita zaman http://www.pelitazaman.blogspot.com/
Sahib Al-Zaman http://haidaryusuf.wordpress.com/
Suara keadilam http://iwans.wordpress.com/
TASNIM http://eurekamal.wordpress.com/
Telaga Hikmah http://www.telagahikmah.org/id/index.php
Wahabisme http://wahabisme.wordpress.com/
Musa http://musakazhim.wordpress.com/
Ahlulbayt http://keluargaabi.wordpress.com/
Dsb, masih banyak lagi

P. RITUAL
1. Peringatan Maulid Nabi
2. Peringatan Idul Ghadir
3. Pelaksanaan ritual Shalat Iedain
4. Pelaksanaan ritual Lailatul Qadr
5. Peringatan Asyura.
6. 7. Majlis Doa Kumail, malam Jumat.

Q. UNIVERSITAS YANG DILINK OLEH AL-SHIA.ORG
1. Institut Seni Indonesia Yogyakarta
2. Politeknik Negeri Jakarta
3. Sekolah Tinggi Informatika & Komputer Indonesia
4. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas
5. STMIK AKAKOM Yogyakarta
6. Universitas Gajah Mada
7. Unibersitas Pembangunan Nasbional “Veteran” Jakarta
8. Universitas Airlangga
9. Brawijaya University
10. Universitas Darma Persada Jakarta
11. Universitas Gunadarma
12. Universitas Islam Indonesia
13. Universitas Muhammadiyah Jakarta
14. Universitas Negri Malang
15. Universitas Negeri Manado
16. Universitas Negeri Semarang
17. Universitas Pendidikan Indonesia
18. Universitas Pertanian Bogor
19. Institut Teknologi Nasional Malang
20. Politeknik Negeri Ujung Pandang
21. Institut Seni Indonesia Yogyakarta
22. STIE Nusantara
23. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
24. Universitas Klabat
25. Universitas Malikussaleh
26. Universitas Negeri Makasar
27. Universitas Sriwijaya
28. UPN Veteran Jawa Timur

R. ULAMA RUJUKAN DI QOM
Di Qom terdapat 23 ulama yang bisa menjadi rujukan untuk diikuti. Di bawah ini beberapa marja’ yang cukup terkenal di Qom.
1. Ayatullah Sayyid Ali al-Khamenei, 68 tahun. Pemimpin besar (Rahbar) ini adalah pengganti Imam Khomeini
2. Ayatullah Muhammad Imami Kasyani
3. Ayatullah al-Uzhma Syeikh Muhammad Taqi Bahjat Fumani


PENUTUP

Dari tulisan yang terbatas ini semoga aqidah kita terjaga dari berbagai virus yang setiap saat terus menggerogoti agama (Islam). Tentu saja kita jangan merasa puas hanya dengan kajian beberapa jam membaca “kitab kecil” ini, sebab titik kelemahan kita justru berhentinya mengkaji, sementara musuh-musuh Islam senantiasa terus berupaya melemahkan dengan berbagai trik, yang jika kita tidak mendalaminya, bisa-bisa kita terjerembab kedalam lubang yang mereka persiapkan. Selamatkan anak, saudara kita dari kesesatan dan penyimpangan aqidah.


BIBLIOGRAFI (MARAJI’)

1. Abdul Husain al-Musawi, Isu-Isu Ikhtilaf Sunnah-Syi’ah, (Mizan dan Al-Huda, 2002)
2. Abdul Hakim bin Amir Abdat, Sepak Terjang Syi’ah di Indonesia, Majalah As-Sunnah, edisi 12/Th.XIII, Rabi’ul Awwal 1431H/Maret 2010M
3. Abu Alifa Shihab, Solusi Islam : Kumpulan Tanya Jawab, Dalam Abu Alifa Shihab Menjawab, (Jakarta : Pembela Islam, 2011)
4. ——, Solusi Islam 2 ; Kumpulan Tanya Jawab, Dalam Abu Alifa Shihab Menjawab, (Naskah pdf)
5. Abu Zahrah, Tarikh al-Madzahib al-Islamiyah fi al-Siyasah wa al-Aqaid, (Cairo : Daar al-Fikr al-Arabi, tt)
6. Abu Ihsan Al-Atsari, Kekejaman Kaum Syi’ah Terhadap Ahlu Sunnah, (Majalah As-Sunnah)
7. Abdullah bin Muhammad, Menyingkap Hakikat Aqidah Syi’ah, (terjemahan) (Jaringan Pembela Terhadap Sunnah, tt)
8. Al-Alusi, Mahmud Syukri, Shobb al-‘Adzab ala Man Sabb al-Ashab, (Riyadh : Adhwa’ Salaf, 1997)
9. Ali Ahmad As-Salus, Ensiklopedi Sunnah-Syi’ah, (Pusataka al-Kautsar, 2001)
10. Ali Muhammad As-Shallabi, Khawarij dan Syi’ah Dalam Timbangan Ahlusunnah Wal Jamaah, (Pustaka Al-Kautsar, 2011)
11. Al-Syahrastani, Muhammad bin Abdul-Karim, al-Milal wa al-Nihal, (Beirut : Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1992)
12. Al-Khathib al-Bagdadi, al-Kifayah fi ‘ilmi al-Riwayah, (naskah pdf Maktabah Waqfeya)
13. Al-Tunsawi, Muhammad Abdul Sattar, Buthlanu ‘Aqaidi al-Syi’ah, tt. Pakistan
14. Hamid Enyat, Reaksi Politik Sunni dan Syi’ah, Pemikiran Politik Modern Menghadapi Abad ke-20 (Bandung : Pustaka, 1988)
15. Ibnu Taymiah, al-Sunnah al-Nabawiah, tahqiq Dr.Muhammad Rasyad Salim (cet.1986)
16. Jalaluddin Rakhmat, Al-Mustafa : Pengantar Studi Kritis Tarikh Nabi, (Muthahhari Press)
17. ———, Catatan Kang Jalal : Visi Media, Politik dan Pendidikan, (Rosdakarya Bandung, cet.2 1998)
18. Muhammad Thalib, Nubuwat Rasulullah Tentang Syi’ah, (Makalah)
19. Majalah As-Sunnah, Rabi’ul Awwal 1431 H
20. Majalah An-Najah edisi 96 Muharram 1435 H
21. Majalah Hidayatullah, Rabi’ul Tsani 1430H/ April 2009
22. M.H.Thabathabai, Islam Syi’ah ; Asal-Usul dan Perkembangannya, (Jakarta : Grafiti, 1989)
23. Majlis Ulama Indonesia, Himpunan Fatwa MUI, (Jakarta : Erlangga, 2011)
24. Nashir bin Abdullah al-Qifari, Ushul Madzhab Syi’ah al-Imamiyah Itsna Asyariyah, (Riyadh : Jami’at al-Imam, 1994)
25. ———-, Masalat al-Taqrib bayna Ahl al-Suinnah wa al-Syi”ah, (Riyadh : Dar Thayibah, 1413 H)
26. Shiddiq Amien, Mengenal Syi’ah (Makalah Daurah Duaat PP.Persis Bandung)
27. Tim Penulis MUI Pusat, Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah Di Indonesia, (Jakarta : Formas, 2013)
28. Seminar Nasional LPPI, Mengapa Kita Menolak Syi’ah, (Jakarta : LPPI, 1997)
29. Syarafuddin al-Musawi, Dialog Sunnah-Syi’ah, (Mizan, 1983)
30. Tim Ahlul Bait Indonesia, Buku Putih Mazhab Syi’ah, (ABI : September 2012)
31. http://www.ghazi.abatasa.com
32. http://www.ghazi01.wordpress.com
33. http://www.abualifa.blogspot.com
34. Arrahmah.com
35. Eramuslim.com
36. Dll.
Tamat

Dikirim pada 02 Juni 2014 di KAJIAN UTAMA


SHAHABAT NABI SAW DALAM PANDANGAN SYI’AH
Setiap para Nabi mempunyai pengikut dan pendukung setia tentu orang-orang pilihan dangenerasi terbaik dari umat Nabi tersebut atau yang kita kenal dengan shahabat.Hal ini sesuai dengan sabda Nabi saw :

“…Tidaklah ada seorang Nabi-pun yang diutus kepada suatu umat sebelumku, kecualimempunyai para pendamping dan shahabat setia, yang senantiasa mengikutiajarannya dan berpedoman dengan perintahnya. Sepeninggal mereka, datanglahsuatu generasi yang biasa mengatakan sesuatu yang mereka tidak perbuat, sertamelakukan sesuatu yang tidak pernah diperintahkan.” (HR.Muslim)

Akantetapi lain halnya dengan Syi’ah, hal ini bias kita perhatikan dalamriwayat-riwayat versi mereka.
Dari Sudair, ia riwayatkan dari Abi ja’fardan berkata : sepeninggal Nabi saw seluruh manusia murtad selama satu tahun,kecuali tiga orang. As-Sudair bertanya, siapa yang dimaksud tiga orangtersebut? Ia menjawab, al-Miqdad bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghifari dan Salmanal-Farisi, lalu beliau berkata, Mereka itulah orang-orang yang tetap kokohdengan pendiriannya dan menolak membai’at (Abu Bakar pen), hingga didatangkanAmirul Mukminin (Ali bin Abi Thalib pen.)…” (lihat al-Majlisi Biharual-Anwar 22/351 dan Tafsir Nur Ats-Tsaqalain 1/396)
Syaikhal-Mufid juga meriwayatkan dalam Al-Ikhtishash hal. 6;
“..Seluruhmanusia menjadi murtad sepeninggal Nabi saw. Kecuali tiga orang, al-Miqdad binal-Aswad, Abu Dzar al-Ghifari dan Salman al-Farisi. Setelah itu manusiamenyadari, dan kembali masuk Islam.
Dalamriwayat lain, mereka menambah jumlah yang tetap dalam ke-Islamannya menjadiempat.
“…Sesungguhnyaketika Rasulullah saw meninggal dunia, seluruh manusia kembali kepada kehidupanjahiliyyah, kecuali empat orang saja, (yaitu) Ali, al-Miqdad, Salman dan AbuDzar. (lihat al-Majlisi dalam Baharu al-Anwar 22/333
Jikademikian, tentu yang jadi pertanyaan kita adalah bagaimana dengan ke-IslamanFathimah, Hasan serta Husain?
Syi’ahmempropagandakan sebagai pecinta ahlul-bait dan pembela mereka, akan tetapifaktanya mereka secara tidak sadar (atau mungkin sadar) telah menghinakanahlul-bait.
Keterangandiatas, menjadi alasan bagi Imam Amir bin Syurahil asy-Sya’bi untuk berkomentartentang sekte Syi’ah, “Kaum Yahudi danNasrani mempunyai satu kelebihan bila dibandingkan dengan agama Syi’ah. Biladitanyakan kepada Yahudi, siapakah orang terbaik dari penganut agamamu? Merekatentu akan menjawab, Tentu para shahabat Nabi Musa. Dan bila ditanyakan kepadaNasrani, siapa yang terbaik dari penganut agamamu? Tentu mereka akan menjawab,Tentu para sahabat sekaligus pengikut setia Nabi Isa. AKAN TETAPI, jikaditanyakan kepada Rafidhah (Syi’ah), Siapakah yang terjelek dari penganutagamamu? Niscaya mereka jawab, Tentu para sahabat sekaligus pengikut setia NabiMuhammad”.
Berikutini merupakan diantara bentuk penghinaan kepada para shahabat:
“…Kitaharus membersihkan diri dari berhala yang empat (yaitu), Abu Bakar, Umar, Usmandan Mu’awiyah. Dan berhala wanita yang empat pula (yaitu), Aisyah, Hafsah,Hindun dan Umi Hakam. Serta seluruh pengikutnya, mereka adalah sejelek-jeleknyamakhluk dipermukaan bumi. Tidak sempurna iman seseorang kepada Allah dan Rasulserta Imam-Imam, kecuali melepeaskan/membersihkan diri dari musuh-musuhtersebut”. (Muhammad Baqir al-Majlasi, Haqqul Yakin halaman 519)
RiwayatAbu Hamzah at-Tamali (al-Majlasi hal522), saat bertanya kepada Imam Zainal Abidin tentang Abu Bakar dan Umar, iamenjawab : “Keduanya adalah kafir dansiapa yang mengangkatnya jadi khalifah juga kafir…”
Danbanyak lagi ungkapan-ungkapan penghinaaan yang dialamatkan kepada parashahabat, termasuk para istri Nabi saw.

AQIDAH TAQIYAH
Taqiyah menurut etimologi Bahasa Arabmempunyai arti menyembunyikan atau menjaga (lisanu-‘arab 15/401 danal-Muhith hal.1731). Sedangkan secara syar’I (terminologi), taqiyah mempunyaimakna menyembunyikan keyakinan atau keimanan karena dorongan keterpaksaan untukmenyelamatkan dan menjaga jiwa, kehormatan maupun hartanya ditengah-tengahkejahatan yang dilakukan oleh luar Islam (baca : kafir). Taqiyah ditempuhdisebabkan karena benar-benar dalam keadaan dipaksa untuk mengucapkan ataumengerjakan kekufuran (an-Nahl, 106).
Sedangkandalam pandangan Syi’ah, taqiyah adalah menampakkankesamaan dengan keyakinan agama orang-orang yang menyelisihi mereka karenaadanya rasa takut (Yusuf al-Bahrani, Al-Kasyful1/202). Artinya dalam aqidah Syi’ah, taqiyah dijadikan alat atau senjata untuk mengelabui golongan yangberbeda faham atau keyakinan dan tidak membedakan apakah taqiyah mereka amalkandihadapan kaum muslimin atau orang-orang kafir.
Taqiyahdalam faham Syi’ah merupakan ajaran yang mempunyai kedudukan dan keutamaansangat istimewa, diantaranya :
Pertama, taqiyah adalah ajaran agama.Dalam Ushul-Kafi hal 482 disebutkan “..bahwaSembilan persepuluh dari agama adalah taqiyah, tidak sempurna agama kecualiterdapat ajaran taqiyah…”.
Juga dari Abu Ja’far menukilkan bahwataqiyyah “merupakan agamaku dan agamapendahuluku. Tidak ada keimanan bagi seseorang yang tidak ber-taqiyah”(al-Kafi 2/174). Dalam riwayat lain dari Abu Abdillah dikatakan, “tidak ada agama bagi seorang yang tidakbertaqiyyah”.
Kedua, taqiyyah adalah kemuliaan agamaseseorang. Al-Kulaini (al-Kafi 2/176) meriwayatkan dari Abu Abdillah saatberkata kepada Sulaiman bin Khalid, “WahaiSulaiman, sesungguhnya engkau diatas agama yang apabila seseorangmenyembunyikannya (ber-taqiyyah), maka Allah akan muliakan dia. (Tetapi) jika menampakkannya maka Allah akan hinakandia”.
Ketiga, taqiyah merupakan sebuah ibadahyang paling dicintai Allah. Abu Abdillah (al-Kafi 2/219) mengatakan, “Tidaklah Allah di ibadahi dengan suatuamalan yang lebih Dia cintai daripada al-Khab’u”, Aku (periwayat) bertanya,“apa itu al-Khab’u?”. Ia menjawab, “taqiyah”.
Keempat,taqiyah merupakan seutama-utamanya amalan. Didalam Tafsir al-Askari halaman 163disebutkan, bahwa Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Taqiyah merupakan salah satu amalan mukmin yang paling utama”. Diamenjaga diri dan saudaranya dengan taqiyah dari orang-orang jahat.
Kelima,taqiyah merupakan perisai yang beriman. AlKulaini (ushul-kafi hal.484)meriwayatkan dari Abi Abdillah, bahwa bapaknya pernah berkata : Sesuatu yang paling aku senangi adalahtaqiyah, taqiyah itu adalah perisai orang beriman.


MUT’AH (KAWIN KONTRAK)
Sengaja masalah mut’ah ini dalam sub.judultersendiri (sekalipun dalam sub.judul sebelumnya sudah disinggung), mengingatsalah satu ajaran yang ditawarkan sekte Syi’ah dan paling digemari oleh parapengikutnya adalah mut’ah (kawin kontrak). Perkawinan jenis ini terjadiberdasarkan bilangan waktu (lamanya) yang telah disebutkan, misalnya untukjangka waktu satu minggu atau satu bulan dan seterusnya. Fathullah al-Kasyani dalam Minhajual-Shadiqin hal. 356, dijelaskan, “bahwamut’ah bagian dari agamaku … dananak yang dilahirkan melalui mut’ah jaun lebihmemiliki keutamaan dibandingkan melalui istri tetap, dan orang yang mengingkarimut’ah adalah kafir dan murtad”.

1.NikahMut`ah bukan pernikahan yang membatasi istri hanya empat.

DariAbubakar bin Muhammad Al Azdi dia berkata :aku bertanya kepada Abu Hasantentang mut`ah, apakah termasuk dalam pernikahan yang membatasi 4 istri? Diamenjawab tidak. Al Kafi. Jilid 5 hal. 451 .
Wanita yang dinikahi secara mut`ah adalah wanita sewaan, jadidiperbolehkan nikah mut`ah walaupun dengan 1000 wanita sekaligus, karena akadmut`ah bukanlah pernikahan. Jika memang pernikahan maka dibatasi hanya dengan 4istri.
DariZurarah dari Ayahnya dari Abu Abdullah, aku bertanya tentang mut`ah pada beliauapakah merupakan bagian dari pernikahan yang membatasi 4 istri? Jawabnya :menikahlah dengan 1000 wanita, karena wanita yang dimut`ah adalah wanitasewaan. Al Kafi Jilid. 5 Hal. 452.
Ja’far Sadiq a.s berkata : tak apamenikahi (mut’ah) gadis perawan, jika memang gadis itu ridho tanpa persetujuanorang tuanya. (Mustadrak Al wasail juz.4 hal.459)
Begitulah wanita bagi imam maksum syi’ah adalah barang sewaan yang dapatdisewa lalu dikembalikan lagi tanpa ada tanggungan apa pun. Tidak ada bedanyadengan mobil yang setelah disewa dapat dikembalikan. Duhai malangnya kaumwanita. Sudah saatnya pada jaman emansipasi ini wanita menolak untuk dijadikansewaan, namun kita masih heran, mengapa masih ada mazhab yang menganggap wanitasebagai barang sewaan.

2.Syarat UtamaNikah Mut`ah
Dalamnikah mut`ah yang terpenting adalah waktu dan mahar. Jika keduanya telahdisebutkan dalam akad, maka sahlah akad mut`ah mereka berdua. Karena sepertiyang akan dijelaskan kemudian bahwa hubungan pernikahan mut`ah berakhir denganselesainya waktu yang disepakati. Jika waktu tidak disepakati maka tidak akanmemiliki perbedaan dengan pernikahan yang lazim dikenal dalam Islam.
DariZurarah bahwa Abu Abdullah berkata : Nikah mut`ah tidaklah sah kecuali denganmenyertakan 2 perkara, waktu tertentu dan bayaran tertentu. AlKafi Jilid. 5 Hal. 455.

Ja`farSadiq berkata : "Dan di perbolehkan bagi laki2 menikahi sebanyakmungkin..tanpa wali dan tanpa saksi" (Al Wasa`iljuz 21.hal.64)
Sama seperti barang sewaan, misalnya mobil. Jika kita menyewa mobilharus ada dua kesepakatan dengan si pemilik mobil, berapa harga sewa dan berapalama kita ingin menyewa.

3.Batas minimal mahar mut`ah
Di atas disebutkan bahwa rukun akad mut`ahadalah adanya kesepakatan atas waktu dan mahar. Berapa batas minimal maharnikah mut`ah?
DariAbu Bashir dia berkata : aku bertanya pada Abu Abdullah tentang batas minimalmahar mut`ah, lalu beliau menjawab bahwa minimal mahar mut`ah adalah segenggammakanan, tepung, gandum atau korma. Al KafiJilid. 5 Hal. 457.
Semua tergantung kesepakatan antara dua belah pihak.

4. Tidak ada talak dalam mut`ah
Dalam nikah mut`ah tidak dikenal istilahtalak, karena seperti di atas telah diterangkan bahwa nikah mut`ah bukanlahpernikahan yang lazim dikenal dalam Islam. Jika hubungan pernikahan yang lazimdilakukan dalam Islam selesai dengan beberapa hal dan salah satunya adalahtalak, maka hubungan nikah mut`ah selesai dengan berlalunya waktu yang telahdisepakati bersama. Seperti diketahui dalam riwayat di atas, kesepakatan atasjangka waktu mut`ah adalah salah satu rukun/elemen penting dalam mut`ah selainkesepakatan atas mahar.
DariZurarah dia berkata masa iddah bagi wanita yang mut`ah adalah 45 hari. Seakansaya melihat Abu Abdullah menunjukkan tangannya tanda 45, jika selesai waktuyang disepakati maka mereka berdua terpisah tanpa adanya talak. AlKafi . Jilid. 5 Hal. 458.

5. Jangka waktu minimal mut`ah.
Dalam nikah mut`ah tidak ada batas minimalmengenai kesepakatan waktu berlangsungnya mut`ah. Jadi boleh saja nikah mut`ahdalam jangka waktu satu hari, satu minggu, satu bulan bahkan untuk sekalihubungan suami istri.
DariKhalaf bin Hammad dia berkata aku mengutus seseorang untuk bertanya pada AbuHasan tentang batas minimal jangka waktu mut`ah? Apakah diperbolehkan mut`ahdengan kesepakatan jangka waktu satu kali hubungan suami istri? Jawabnya : ya. AlKafi . Jilid. 5 Hal. 460
Orang yang melakukan nikah mut`ahdiperbolehkan melakukan apa saja layaknya suami istri dalam pernikahan yanglazim dikenal dalam Islam, sampai habis waktu yang disepakati. Jika waktu yangdisepakati telah habis, mereka berdua tidak menjadi suami istri lagi, alias bukanmahram yang haram dipandang, disentuh dan lain sebagainya. Bagaimana jikaterjadi kesepakatan mut`ah atas sekali hubungan suami istri? Padahal setelahberhubungan layaknya suami istri mereka sudah bukan suami istri lagi, yang manaberlaku hukum hubungan pria wanita yang bukan mahram?
Tentunya diperlukan waktu untuk berbenah danmengenakan pakaian sebelum keduanya pergi.
DariAbu Abdillah, ditanya tentang orang nikah mut`ah dengan jangka waktu sekalihubungan suami istri. Jawabnya :”tidak mengapa, tetapi jika selesai berhubunganhendaknya memalingkan wajahnya dan tidak melihat pasangannya".Al Kafi jilid 5 hal 460

6. Nikah mut`ah berkali-kali tanpabatas.
Diperbolehkan nikah mut`ah dengan seorangwanita berkali-kali tanpa batas, tidak seperti pernikahan yang lazim, yang manajika seorang wanita telah ditalak tiga maka harus menikah dengan laki-laki laindulu sebelum dibolehkan menikah kembali dengan suami pertama. Hal ini sepertiditerangkan oleh Abu Ja`far, Imam Syiah yang ke empat, karena wanita mut`ah bukannyaistri, tapi wanita sewaan. Sebagaimana barang sewaan, orang dibolehkan menyewasesuatu dan mengembalikannya lalu menyewa lagi dan mengembalikannya berulangkali tanpa batas.
DariZurarah, bahwa dia bertanya pada Abu Ja`far, seorang laki-laki nikah mut`ahdengan seorang wanita dan habis masa mut`ahnya lalu dia dinikahi oleh oranglain hingga selesai masa mut`ahnya, lalu nikah mut`ah lagi dengan laki-lakiyang pertama hingga selesai masa mut`ahnya tiga kali dan nikah mut`ah lagidengan 3 lakii-laki apakah masih boleh menikah dengan laki-laki pertama? JawabAbu Ja`far : ya dibolehkan menikah mut`ah berapa kali sekehendaknya, karenawanita ini bukan seperti wanita merdeka, wanita mut`ah adalah wanita sewaan,seperti budak sahaya. Al Kafi jilid 5 hal 460

7. Wanita mut`ah diberi mahar sesuaijumlah hari yang disepakati.
Wanita yang dinikah mut`ah mendapatkan bagian maharnya sesuai denganhari yang disepakati. Jika ternyata wanita itu pergi maka boleh menahanmaharnya.
DariUmar bin Handhalah dia bertanya pada Abu Abdullah : aku nikah mut`ah denganseorang wanita selama sebulan lalu aku tidak memberinya sebagian dari mahar,jawabnya : ya, ambillah mahar bagian yang dia tidak datang, jika setengah bulanmaka ambillah setengah mahar, jika sepertiga bulan maka ambillah sepertigamaharnya. Al Kafi . Jilid. 5 Hal. 452.
Bayaran harus sesuai dengan hari yang disepakati, supaya tidak ada“kerugian” yang menimpa pihak penyewa.

8.Nikah mut`ahdengan pelacur
Diperbolehkan nikah mut`ah walaupun denganwanita pelacur. Sedangkan kita telah mengetahui di atas bahwa wanita yangdinikah mut`ah adalah wanita sewaan. Jika boleh menyewa wanita baik-baiktentunya diperbolehkan juga menyewa wanita yang memang pekerjaannya adalahmenyewakan dirinya.
Ayatollah Udhma Ali Al Sistani mengatakan :
Diperbolehkanmenikah mut`ah dengan pelacur walaupun tidak dianjurkan, ya jika wanita itudikenal sebagai pezina maka sebaiknya tidak menikah mut`ah dengan wanita itusampai dia bertaubat. Minhaju As-shalihin. Jilid 3 hal. 8
Sebaiknya tidak, tapi jika terpaksa khannamanya tetap nikah walaupun dengan pelacur. Si pelacur akan berbahagia karenadisamping mendapat uang dan kenikmatan dalam pekerjaannya, dia juga mendapatpahala.

9. Hubungan warisan
Ayatullah Udhma Ali Al Sistani dalam bukunyamenuliskan : Nikah mut`ah tidakmengakibatkan hubungan warisan antara suami dan istri. Dan jika mereka berduasepakat, berlakunya kesepakatan itu masih dipermasalahkan. Tapi jangan sampaimengabaikan asas hati-hati dalam hal ini. Minhaju as-shalihin. Jilid3 Hal. 80 10.
Wanita yang dinikah mut`ah tidak berhakmendapatkan nafkah dari suami.
Laki-lakiyang nikah mut`ah dengan seorang wanita tidak wajib untuk menafkahi istrimut`ahnya walaupun sedang hamil dari bibitnya. Suami tidak wajib menginap ditempat istrinya kecuali telah disepakati pada akad mut`ah atau akad lain yangmengikat. Minhaju as-shalihin. Jilid 3 hal 80.
Begitulah gambaran mengenai fikih nikahmut’ah.

11. Keutamaan Mut’ah
Adapun mengenai dalil dan keutamaan mut’ah diantaranya : Al-Qummiy, dalamkitabnya Al-Muqni seperti berikut :
"Tidaklah dia (orang yang melakukanmut`ah) berbicara dengannya (perempuan yang dimut`ah) satu kalimah melainkanAllah memberikan kepadanya satu kebaikan. Tidaklah dia menghulurkan tangannyakepadanya melainkan Allah menuliskan untuknya satu kebaikan. Bila diamenghampiri perempuan itu (bersetubuh), maka Allah Ta’ala mengampunkannyadengan perbuatan tersebut. Bila ia mandi, maka Allah mengampunkannya sebanyakair yang mengalir di atas bulunya (sebanyak jumlah bulunya)."
Lalu dia (Al-Qummiy) menambahkan secara dustakembali riwayat bahwasanya Malaikat Jibril `Alaihis Salam menjumpai Rasulullahsaw, kemudian berkata :
Wahai Muhammad, sesungguhnya AllahTa`ala berfirman: "Sesungguhnya Aku telah mengampuni orang-orangyang melakukan nikah mut`ah
pada umatmu dari kalangan wanita"
Terdapat dalam kitab mereka yang lain yaitu Mustadrakal-Wasail, hal. 452 oleh Ath-Thibrisi. Dijelaskan tentang keutamaan danpahala yang diperoleh orang yang melakukan mut`ah. (Riwayat no. 17257), diamenyandarkan riwayat tersebut secara dusta kepada Imam Al-Baqir seperti berikut:
"Adakah orang yang melakukan mut’ahmendapat pahala? Dia (Al-Baqir) menjawab: "Jika dia melakukannya (mut`ah)karena Allah `Azza wa Jalla dan menyelisihi si fulan, maka Tidaklah dia(orang yang melakukan mut`ah) berbicara dengannya (perempuan yang dimut`ah)satu kalimah melainkan Allah memberikan kepadanya satu kebaikan. Tidaklah diamenghulurkan tangannya kepadanya melainkan Allah menuliskan untuknya satukebaikan. Bila dia menghampiri perempuan itu (bersetubuh), maka Allah Ta’alamengampunkannya dengan perbuatan tersebut. Bila ia mandi, maka Allahmengampunkannya sebanyak air yang mengalir di atas bulunya. Aku (perawi)berkata: “Sebanyak jumlah bulu? Dia menjawab: “Ya! Sebanyak jumlah bulu"
Kemudian pada riwayat no. 17258 yang disandarkan secara dusta kepadaImam Ash Shadiq, ia berkata
"Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jallamengharamkan setiap minuman yang memabukkan atas Syi`ah kami, dan menggantinyadengan mut`ah."
Kemudian riwayat no. 17259 yang disandarkan secara dusta kembali kepadaAl-Baqir, ia berkata:
Rasulullah saw bersabda: "Ketika Akudi-Isra-kan ke langit, Jibril menemuiku, lalu berkata: ``WahaiMuhammad, sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berfirman: "SesungguhnyaAku telah mengampuni orang-orang yang melakukan nikah mut`ah pada umatmu darikalangan wanita"
Disebutkan pula dalam Tafsir Minhajus Shadiqin oleh dedengkot FathullahAl-Kasyani seperti berikut :
"Barangsiapa melakukan mut`ah sekalidimerdekakan sepertiganya dari api neraka, barangsiapa melakukan mut`ah duakali dimerdekakan dua pertiganya dari api neraka dan barangsiapa yang melakukanmut’ah tiga kali dimerdekakan total dirinya dari neraka."

Barang siapa yang telah ber tamattu`/mut`ahlalu langsung mandi junub , maka Allah akan memberikan ganjaran dari setiaptitis air mandinya 70 malaikat yang memintakan ampunan untuk nya selama harikiamat (Al Wasail. juz 1 halaman.16)
"Barangsiapa yang melakukan nikah mut`ahsekali maka dia telah selamat dari murka Allah Yang Maha Perkasa, barangsiapamelakukannya dua kali maka akan dikumpulkan bersama orang-orang yang berbaktidan barangsiapa yang melakukannya tiga kali maka akan berdesakan denganku(Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallam) di Surga"

مَنْ تَمَتَّعَ مَرَّةً كَانَ دَرَجَتُهُ كَدَرَجَةِ الْحُسَيِنِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَمَنْ تَمَتَّعَ مَرَّتَيْنِ كَانَ دَرَجَتُهُ كَدَرَجَةِ الْحَسَنِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَمَنْ تَمَتَّعَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ كَانَ دَرَجَتُهُ كَدَرَجَةِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَمَنْ تَمَتَّعَ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ فَدَرَجُتُهُ كَدَرَجَتِي

"Barangsiapayang melakukan nikah mut`ah sekali maka derajatnya seperti Husain alaihissalam,dan barangsiapa yang nikah mut`ah dua kali maka derajat seperti derajat Hasanalaihissalam dan barangsiapa yang nikah mut`ah tiiga kali maka derajatnyaseperti derajat Ali bin Abi Tholib alaihissalam danbarangsiapa yang nikah mutah empat kali sama seperti derajatku (nabiMuhammad)" Tafsir Manhaj Ash Shodiqin 2/493

مَنْ خَرَجَ مِنَ الدُّنْيَا وَلَمْ يَتَمَتَّعْ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَهُوَ أَجْدَعُ

Barang siapa yang keluar dari dunia(wafat) dan dia tidak nikah mut`ah maka dia datang pada hari kiamat sedangkankemaluannya terpotong Tafsir manhaj ash shadiqin 2/489

"Sesungguhnya mut`ah itu adalah agamakudan agama bapak-bapakku. Barangsiapa mengamalkannya maka ia mengamalkan agamakami dan yang mengingkarinya maka ia mengingkari agama kami, bahkan ia memelukagama selain agama kami. DAN ANAK HASILMUT`AH LEBIH UTAMA DARIPADA ANAK DARI ISTRI DAIM (tetap). Dan yangmengingkari mut’ah adalah kafir murtad"

12.Rukun Mut’ah
Al-Kasyanidalam tafsirnya al-Minhaju al-Shadiqin halaman 357, menyebutkan : “…Ketahuilah bahwa rukun mut’ah itu ada lima(yaitu); Laki-laki, perempuan (calon yang akan mut’ah), mahar, penentuan waktu,sighat (ijab dan qabul)”.


KITAB –KITAB POKOK RUJUKAN SYI’AH
Sebenarnyadari mana umat Syi’ah mengambil ajaran agamanya? Mengapa kita sering mendengarkawan-kawan syiah berdalil dari Shahih Bukhari?
SebagaimanaAhlussunah memiliki kitab hadits yang berasal dari Nabi,maka sebagai mazhab,syiah harus memiliki kitab-kitab yang berisi sabda para imam ahlulbait, mereka yang wajib diikutibagi penganut syiah. Lalu mengapa syiah mengemukakan dalil dari kitab-kitabhadits sunni seperti shahih Bukhari dan Muslim? Mereka menggunakanhadits-hadits itu dalam rangka mendebat ahlussunah, bukan karena beriman padaisi hadits itu. Lalu apa saja rujukan syiah Imamiyah?
SyiahImamiyah menganggap sabda 12 imam ahlulbait sebagai ajaran yang wajib diikuti,ini sesuai dengan ajaran mereka yang menganggap 12 imam ahlulbait sebagaipenerus risalah Nabi. Sabda-sabda tersebut tercantum dalam kitab-kitab syiah,namun sayangnya kitab-kitab itu tidak begitu dikenal atau tepatnya sengajatidak disebarluaskan oleh penganut syiah di Nusantara. Insya Allah kami akanmemudahkan pembaca untuk mendownload sebagian kitab rujukan mereka yang memuatsabda-sabda para imam ahlulbait. Tapi kita pasti penasaran untuk membaca sabdaahlulbait, karena salah satu murid Imam Ja’far As Shadiq yang bernama Zurarahmengatakan dalam sebuah riwayat dari Al Kisyi yang meriwayatkan dalam bukunyaRijalul Kisyi dengan sanadnya dari Muhammad bin Ziyad bin Abi Umair dari Alibin Atiyyah bahwa Zurarah berkata: jikaaku menceritakan seluruh yang kudengar dari Abu Abdillah (Ja’far Asshadiq) makalaki-laki yang mendengar perkataan Imam Ja’far pasti akan berdiri kemaluannya. RijalulKisyi hal 134 (kira-kira cerita apa yang dibawa oleh Imam Ja’far sehinggamembuat kemaluan berdiri?)
Literatursyiah yang dianggap sebagai literatur utama yang memuat riwayat sabda ahlulbaitada 8 kitab utama, ulama mereka menyebutnya dengan sebutan “al jawami’ ats tsamaniah” (kitabkumpulan yang delapan) ini sesuai dengan yang tercantum dalam kitab MuftahulKutub Al Arba’ah jilid 1 hal 5 dan A’yanus Syiah jilid 1 hal 288. Dalammakalahnya yang berjudul metode praktis untuk pendekatan sunnah syiah (dimuatdalam masalah Risalatus Islam, juga dimuat bersama makalah lain yang diambildari majalah yang sama dengan judul “persatuan islam” hal 233, Muhammad ShalehAl Ha’iri mengatakan: kitab shahih imamiyah ada delapan, empat di antaranya ditulis oleh tiga orang yang bernama Muhammad yang hidup terdahulu, tiga lagiditulis oleh tiga orang yang bernama Muhammad yang hidup setelah tiga yangpertama, yang kedelapan ditulis oleh Al Husein Nuri Thabrasi.
Kitab pertama dan yang “tershahih” di antara delapan kitab di atas adalah AlKafi. Ini seperti disebutkan dalam kitab Adz Dzari’ah jilid 17 hal 245,Mustadrak Al Wasa’il jilid 3 ha 432, Wasa’il Asy Syi’ah jilid 20 hal 71.kitab-kitab di atas menyebutkan bahwa kitab Al Kafi adalah kitab yang tershahihdari empat kitab utama mereka, karena kitab Al Kafi ditulis pada era GhaibahSughra, yang mana saat itu masih mungkin untuk mengecek validitas riwayat yangada dalam kitab itu. karena pada era ghaibah sughra imam mahdi masih dapatdihubungi melalui “duta yang empat”yang dapat berhubungan dengan imam mahdi dan menerima seperlima bagian dariharta syi’ah.
Jumlahriwayat kitab Al Kafi ada 16099, seperti diterangkan dalam kitab A’yanus Syi’ahjilid 1 hal 280. Kitab Al Kafi dijelaskan oleh para Ulama Syi’ah, di antaranyaadalah Al Majlisi –penulis Biharul Anwar- yang menulis penjelasan kitab Al Kafidan diberi judul Mir’aatul Uquul.Dalam kitabnya itu Majlisi juga menilai validitas hadits Al Kafi, di antarahadits yang dianggapnya shahih adalah hadits yang menerangkan bahwa Al Qur’antelah diubah. Berikut terjemahan nukilan dari Mir’atul Uqul:
Abu Abdillah berkata: “Al Qur’an yang diturunkan Jibril kepada Muhammad adalah 17 ribu ayat”. AlKafi jilid 2 hal 463. Muhammad Baqir Al Majlisi berkata bahwa riwayat iniadalah muwathaqah. Lihat di Mir’atul Uqul jilid 2 hal 525.
Begitu jugaada kitab lain yang berisi penjelasan riwayat Al Kafi, yaitu Syarh Jami’ yangditulis oleh Al Mazindarani begitu juga terdapat kitab yang berjudul As Syafi fi Syarhi Ushulil Kafi, adalagi kitab yang judulnya At Ta’liqah AlaKitabil Kafi yang ditulis oleh Muhammad Baqir Al Husaini, tapi hanyamenjelaskan sampai Kitabul Hujjah saja. Ada lagi kitab Al Hasyiyah Ala Ushulil Kafi karanganRafi’uddin Muhammad bin Haidar An Na’ini, juga Badruddin bin Ahmad Al HusainiAl Amili.. Sementaraitu Ali Akbar Al-Ghifari, pentahqiq kitab Al-Kafi menyatakan: “Madzhab Imamiyah telah sepakat bahwa seluruhisi kitab Al-Kafi adalah shahih.”
Diantara isiatau bab kitab utama Syi’ah (Al-Kafi) memuat :
Bab Wajib taat kepada para imam.
Bab para imam adalah pembawa petunjuk.
Bab para imam adalah pembawa perintah Allahdan penyimpan ilmu-Nya.
Bab Para imam adalah cahaya Allah.
Bab para imam adalah tiang bumi.
Bab bahwa ayat yang disebutkan oleh Allahdalam kitab-Nya adalah para imam.
Bab bahwa ahli dzikir yang diperintahkan bagimanusia untuk bertanya pada mereka adalah para imam.
Bab bahwa orang yang diberikan ilmu yangdisebutkan dalam Al-Qur’an adalah para imam.
Bab bahwa orang yang dalam ilmunya adalahpara imam.
Bab bahwa Al-Qur’an menunjukkan pada imam.
Bab para imam mewarisi ilmu Nabi Muhammad danseluruh Nabi dan washi sebelumnya.
Bab para imam memiliki seluruh kitab suciyang diturunkan oleh Allah.
Bab tidak ada yang mengumpulkan Al-Qur’anyang lengkap selain para imam, dan mereka mengetahui ilmu Al-Qur’an seluruhnya.
Bab para imam memiliki mukjizat para Nabi.
Bab para imam memiliki senjata danbarang-barang peninggalan Nabi.
Bab jumlah para imam bertambah pada malamjum’at.
Bab para imam jika mereka ingin mengetahuisesuatu mereka pun akan dapat mengetahuinya.
Bab bahwa para imam mengetahui kapan merekamati, dan mereka hanya mati pada saat mereka berkehendak.
Bab para imam akan memberitahukan rahasiaorang walaupun mereka tidak diberitahu.
Bab bumi dan seisinya adalah milik para imam.
Bab para imam mengetahui seluruh ilmu yangdiberikan pada malaikat, Nabi dan Rasulullah ‘Alaihis salam.
Bab Para imam mengetahui apa yang telahterjadi dan apa yang belum terjadi, tidak ada sesuatu pun yang tidak merekaketahui.
Kitab kedua adalah Man la Yahdhuruhul Faqih yang ditulis oleh Muhammad bin Babawaih AlQummi, yang juga dikenal dengan sebutan As Shaduq, keterangan mengenai kitabini adapat dilihat dalam kitab Raudhatul Jannat jilid 6 hal 230-237, A’yanusSyi’ah jilid 1 hal 280, juga dalam Muqaddimah kitab Man La Yahdhuruhul Faqih,kitab ini memuat 176 bab, yang pertama adalah bab Thaharah dan ditutup denganbab Nawadir. Kitab ini memuat 9044 riwayat.
Disebutkandalam pengantar bahwa penulisnya sengaja menghapus sanad dari setiap riwayatagar tidak terlalu memperbanyak isi kitab, juga disebutkan bahwa penulisnyamengambil riwayat untuk ditulis dalam buku ini dari kitab-kitab yang terkenaldan dapat diandalkan, penulis hanya mencantumkan riwayat yang diyakinivaliditasnya. Ditambah lagi dengan kitab Tahdzibul Ahkam, keterangan mengenaikitab ini dapat ditemui dalam kitab mustadrakul wasa’il jilid 4 hal 719, kitabadzari’ah jilid 4 hal 504, juga dalam pengantar tahdzibul ahkam sendiri. Kitabini ditulis untuk memecahkan kontradiksi yang terjadi pada banyak sekaliriwayat syiah, kitab ini berisi 393 bab.
Begitu jugakitab Al Istibshar, yang terdiri dari tiga jilid, dua jilid memuatbab ibadah, sementara pembahasan fiqih lainnya dicantumkan pada jilid ketiga.Kitab ini memuat 393 bab, dalam kitabnya ini penulis hanya mencantumkan 5511hadits dan mengatakan: saya membatasinya supaya tidak terjadi tambahan maupunpengurangan. Sementara dalam kitab Adz Dzari’ah ila Tashanifisy Syi’ahdisebutkan bahwa jumlah haditsnya ada 6531, berbeda dengan penuturan penulisnyasendiri. Silahkan dirujuk ke Ad Dzari’ah jilid 2 hal 14, A’yanus Syi’ah jilid 1hal 280, pengantar Al Istibshar, tulisan Hasan Al Khurasan. Kedua kitab di atas– Tahdzibul Ahkam dan Al Istibshar- adalah karya ulama tersohor syiah yangbergelar “ Syaikhut Tha’ifah” yaitu Abu Ja’far Muhamamd bin Hasan Al Thusi (wafat360 H). Al Faidh Al Kasyani dalam Al Wafi jilid 1 hal 11 mengatakan: seluruhhukum syar’i hari ini berporos pada empat kitab pokok, yang seluruh riwayatyang ada di dalamnya dianggap shahih oleh penulisnya.
Agho BarzakTahrani – salah satu mujtahid syiah masa kini- mengatakan dalam kitab AdzDzari’ah jilid 2 hal 14 : empat kitab ditambah dengan kitab kumpulan haditsadalah dasar bagi hukum syar’I hingga saat ini. Pada abad 11 Hijriah para ulamasyiah menyusun beberapa kitab, empat di antaranya disebut oleh ulama syiah hariini dengan : Al Majami’ Al Arba’ah Al Mutaakhirah” (empat kitab kumpulan haditsbelakangan); empat kitab itu adalah: Al Wafi yang disusun oleh Muhamad binMurtadha yang dikenal dengan julukan Mulla Muhsin Al Faidh Al Kasyani –wafattahun 1091 H– terdiri dari tiga jilid tebal, dicetak di Iran, memuat 273 bab.Muhammad Bahrul Ulum mengatakan bahwa kitab Al Wafi memuat 50 000 hadits (lihatfootnoote kitab Lu’lu’atul Bahrain hal 122) sementara Muhsin Al Amin mengatakanbahwa Al Wafi memuat 44244 hadits, bisa dilihat dalam A’yanus Syi’ah.
Lalu kitabBiharul Anwar Al Jami’ah Li Durar Akhbar Aimmatil At-har karya Muhammad BaqirAl Majlisi –wafat tahun 1110 atau 1111 H-. Ulama syiah menyatakan bahwa BiharulAnwar adalah kitab terbesar yang memuat hadits dari kitab-kitab rujukan syiah,bisa dilihat keterangan mengenai kitab ini dalam Adz Dzari’ah jilid 3 hal 27,juga A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 293. selain itu juga ada kitab wasa’ilus syi’ahila tahsil masa’ilisy syari’ah yang disusun oleh Muhammad bin Hasan Al Hurr AlAmili, yang dianggap sebagai kitab terlengkap yang memuat hadits hukum fiqihbagi syiah imamiyah.
Dalam kitabini terkumpul riwayat dari kitab empat utama dan ditambah dengan riwayat laindari kitab-kitab lain yang dianggap sebagai rujukan, yangkonon jumlahnyamencapai tujuh puluh kitab-seperti dikatakan oleh penulis kitab Adz Dzari’ah.Tetapi Syirazi dalam pengantar kitab wasa’il menyebutkan jumlah kitab yangmenjadi rujukan adalah 180 kitab lebih, Al Hurr Al Amili menyebutkan judul-judulkitab yang menjadi rujukannya yang berjumlah lebih dari delapan puluh kitab,dia juga menyebutkan bahwa dia mengambil rujukan dari kitab0kitab selain yangtelah disebutkan, tetapi dia merujuknya dengan perantaraan nukilan kitab lain.Silahkan merujuk pada Muqaddimatul Wasa’il yang situlis oleh Asyirazi, begitujuga A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 292-293, Adz Dzari’ah jilid 4 hal 352-353,Wasa’ilusy Syi’ah jilid 1 hal 408, jilid 20 hal 36-49.
Jadi Syi’ah setidaknyamemiliki empat referensi utama dalam membangun alirannya. Yaitu :
1. Al-Kafi yangditulis oleh Muhammad bin Ya’qub bin Ishaq Al-Kulaini. Dia adalah seorang ulamaSyi’ah terbesar di zamannya. Dalam kitab itu terdapat 16.199 hadits. Menurutkalangan Syi’ah, Al-Kafi adalah kitab yang paling terpercaya.
2. Man LaaYahdhuruhu Al-Faqih, dikarang oleh Muhammad bin Babawaihal-Qummi. Terdapat di dalamnya 3.913 hadits musnad dan 1.050 hadits mursal.
3. At-Tahzib diitulisoleh Muhammad At-Tusi yang dijuluki LautanIlmu.
4. Al-Istibshar, jugaditulis oleh Al-Qummi mencakup 5.001 hadits.
Bersambung ...>>>>

Dikirim pada 02 Juni 2014 di KAJIAN UTAMA


PENGKHIANATAN DAN KEKEJAMAN SYI’AH
Sejakawal kemunculannya Syi’ah, yang menjadi target dan incaran mereka adalah ahlussunnah(sunni). Hal ini dilandasi oleh keyakinan yang mengkafirkan dan menghalalkandarah orang atau kelompok yang berada diluar mereka.
Dalamkitab wafayat al-A’yan (II/192), IbnuKhalikan menceriterakan tentang seorang juru dakwah Syi’ah yang bernama Husainbin Ahmad bin Muhammad bin Zakariya ash-Shan’any, yang mempunyai julukan AbuAbdillah Asy-Syi’I saat masuk wilayah Afrika. Ia terus melakukan kegiatandakwah disana hingga ia berhasil menguasainya.
AbuAbdillah Asy-Syi’I inilah yang berhasil meyakinkan kaum muslimin untuk menerimaAbu Ubaidullah al-Qaddah sebagai imam dakwah, sehingga mereka membai’atnya.Lalu Ubaidullah ini menggelari dirinya sebagai al-Mahdi dan mendirikan daulahUbaidiyah yang kemudian lebih dipopulerkan dengan sebutan Daulah Fathimiyyah. Padahal pada hakekatnya merupakan daulah yangberaliran kebathinan.
Diantarakejahatan yang dilakukan oleh Ubaidullah ini, suatu kali kudanya masuk kedalammasjid. Lalu rekan-rekannya ditanya tentang hal tersebut, mereka menjawab, “Sesungguhnya kencing dan kotoran kuda itusuci, sebab ia adalah tunggangan al-Mahdi. Pengurus masjid tersebutmengingkarinya ucapan tersebut. Maka reka-rekan Ubaidullah membawanya kehadapanal-Mahdi (Ubaidullah). Dan Akhirnya pengurus masjid itupun dibunuhnya. Ibnu Adzaraberkata, “Sesungguhnya diakhir hayatnyaUbaidullah ditimpa sebuah penyakit yang sangat mengerikan yaitu adanya cacingyang keluar dari duburnya dan kemudian memakan kemaluannya. Begitulahkeadaannya sampai kematian merenggutnya” (lihat Akhbar Muluk Bani Ubaid tulisan Ash-Shanhaji hal.96).
AbuSyamah (Al-Raudhatain fi akhbarial-Daulatain hal.201) berkomentar tentang sosok Ubaidullah ini danmengatakan, “Ia adalah seorang zindik (kafir), dan merupakan musuh Islam.Menunjukkan diri sebagai Syi’ah dan berupaya keras untuk menghilangkan agamaIslam. Ia banyak membunuh para fuqaha, ahli hadits, orang-orang shaleh.Diantara ulama yang mereka bunuh adalah Abu Bakar an-Nabilisi, Muhammad binal-Hubulli, juga Ibnu Khairun Abu ja’far Muhammad bin Khairun al-Mu’afiri.
Melaluirekaman sejarah yang telah dipaparkan oleh sebagian ulama, menyerahkan amanatdan kepemimpinan (jabatan) kepada kaum Syi’ah merupakan tindakan bunuh diriyang akan membahayakan umat (Islam). Karena sejarah telah membuktikanpengkhianatan yang mereka lakukan terhadap kaum muslimin, khususnya kepadaAhlus-sunnah (sunni).

TRAGEDIDAN TANAH KARBALA
Saatmembicarakan peristiwa darah di Karbala, maka semua tertuju pada sosok Huseinbin Ali bin Abi Thalib sebagai syuhada dan pahlawan, sementara Yazid binMu’awiyah seolah sebagai pembantai danpenghianat. Bahkan bagi kaum Syi’ahtersebut dijadikan tonggak sejarah untuk membangkitkan dendam kesumat terhadapkekhalifahan Yazid. Benarkah tragedy Karbala yang terus-menerus dipropagandakankaum Syi’ah merupakan tindakan khalifah Yazid bin Mu’awiyah terhadap Husain binAli bin Abi Thalib?
SayyidMuhsin Al-Amin seorang ulama Syi’ah dalam bukunya A’yanus-Syi’ah (1 :34), menulis : “Saat Muslim bin Aqil, panglima tentara Husain bin Ali terbunuh, makaHusain menuntut para pendukungnya untuk memenuhi janji membela Al-Husain. Jikatidak, Husain akan meninggalkan Kufah, pulang ke Makkah. Ternyata kaun Syi’ahyang semula berjanji membela Husain, malah meninggalkannya. Mereka menentangdan menyerahkan Husain kepada musuh, sampai Husain terbunuh bersama beberapakeluarganya. Kemudian 20.000 orang Irak yang semula membai’at Husain ternyatamengkhianatinya bahkan melawannya. Mereka mengingkari bai’at yang dinyatakannyadan sekaligus membunuhnya.
Senadadengan pernyataan diatas, tokoh Syi’ah keturunan Yahudi Al-Ya’qubi dalambukunya Tarikh al-Ya’qubi (1/235)menyatakan,“bahwa setelah penduduk Kufah berhasilmembunuh Husain, mereka merampok hartanya, merampas wanita-wanita keluarganyadn memboyong mereka ke Kufah …”
Daripernyataan atau pengakuan dua ulama besar Syi’ah, bias kita katakan bahwa tragedy Karbala merupakan dramapengkhianatan Syi’ah terhadap ahlul-bait. Dan untuk memanipulasi sejarah merekamenyelenggarakan peringatan tragedy tersebut dengan melakukan pemukulan badanatau penyiksaan diri. Hal inipun dilakukan bukan oleh para pemimpinnya ataukalangan tokoh-tokohnya, melainkan dilakukan oleh rakyat jelata.
Disampingitu untuk mengelabui, mereka jadikan tanah Karbala tempat gugurnya Husainsebagai tempat sangat disucikan. Bahkan tanah Karbala menurut Syi’ah lebihutama dari pada Ka’bah. Disebutkan dalam al-Bihar, dari Abi Abdullah, berkata,Sesungguhnya Allah menurunkan wahyunya kepada Ka’bah dengan mengatakan, “Jika bukan karena tanah Karbala, Aku tidakmengutamakanmu. Jika bukan imam yang bersemayam ditanah Karbala, Aku tidakmenciptakanmu. Aku tidak menciptakan masjid yang engkau banggakan, diamlah kamujangan bertingkah, jadilah kamu tumpukan dosa, hina, yang dihinakan dan jangansombong kepada tanah Karbala, jika tidak, Aku hempaskan kau ke nerakaJahannam..”

SYI’AH DARI MASA KE MASA
Dibawah ini adalah ringkasan sejarah kelompok Rafidhah (sebutan yang diberikanpara ulama terhadap aliran Syi’ah), kanker yang menggerogoti umat islam danpenyakit yang menular, dibawah ini merupakan sebagian dari peristiwa-peristiwanyata dan penting yang pernah dilalui dalam sejarah mereka. Semoga ringkasansingkat ini mampu membuka pandangan mayoritas Ahlus Sunnah yang telah termakanisu dan slogan-slogan pendekatan antara Islam dan Rafidhah.

14 H.Pada tahun inilah pokok dan asas dari kebencian kaum Rafidhah terhadap Islamdan kaum muslimin, karena pada tahun ini meletus perang Qadisiyyah yangberakibat takluknya kerajaan Persia Majusi, nenek moyang kaum Rafidhah. Padawaktu itu kaum muslimin dibawah kepemimpinan Umar bin Khattab ra.
16 H. Kaummuslimin berhasil menaklukkan ibu kota kekaisaran Persia, Mada’in. Dengan inihancurlah kerajaan Persia. Kejadiaan ini masih disesali oleh kaum Rafidhahhingga saat ini.
23 H. Abu Lu’lu’ah Al-Majusi yang dijulukiBaba ‘Alauddin oleh kaum Rafidhah membunuh khalifah Umar bin KhattabRadhiyallahu ‘anhu. Dan ini merupakan salah satu simbol mereka dalam memusuhiIslam.
34 H.Munculnya Abdullah bin saba’, si yahudi dari yaman yang dijuluki Ibnu Sauda’berpura-pura masuk Islam, tapi menyembunyikan kekafiran dalam hatinya. Diamenggalang kekuatan dan melancarkan provokasi melawan khalifah ketiga Utsmanbin Affan Radhiyallahu ‘anhu hingga khalifah tersebut dibunuh oleh parapemberontak karena fitnah yang dilancarkan oleh Ibnu Sauda’ (Abdullah binSaba’) pada tahun 35 H. Keyakinan yang diserukan oleh Abdullah bin Saba’ iniberasal dari pokok-pokok ajaran Yahudi, Nasrani dan Majusi yaitu menuhankan Alibin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, wasiat, raj’ah, wilayah, keimamahan, bada’dan lain-lain.
36 H.Malam sebelum terjadinya perang Jamal, kedua belah pihak telah sepakat untukberdamai. Mereka bermalam dengan sebaik-baik malam sementara Abdullah bin Saba’beserta pengikutnya bermalam dengan penuh kedongkolan. Lalu dia membuatprovokasi kepada kedua belah pihak hingga terjadilah fitnah seperti yangdiinginkan oleh Ibnu Saba’. Pada masa kekhilafahan Ali bin Abi Thalib, kelompokAbdullah bin Saba’ datang kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu serayaberkata, “Kamulah, kamulah!!” Ali bin Abi Thalib menjawab: “Siapakah saya?”,mereka berkata: “Kamulah sang pencipta!”, lalu Ali bin Abi Thalib menyuruhmereka untuk bertaubat tapi mereka menolak. Kemudian Ali bin Abi Thalibmenyalakan api dan membakar mereka.
41 H.Tahun ini adalah tahun yang paling dibenci oleh kaum Rafidhah karena tahun inidinamakan tahun jama’ah (tahun persatuan) kaum muslimin dibawah pimpinan sangpenulis wahyu, khalifah Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu ‘anhu, dimanaHasan bin Ali bin Abi Thalib menyerahkan kekhilafahan kepada Mu’awiyah. Makadengan ini surutlah tipu daya kaum Rafidhah.
61 H. Padatahun ini Husein bin Ali Radhiyallahu ‘anhu terbunuh di karbala yaitu pada harike-10 bulan muharram setelah ditinggalkan oleh para penolongnya dan diserahkankepada pembunuhnya.
260H. Hasan Al-Askari meninggal dunia, namun kaum Rafidhahmenyangka bahwa imam ke-12 yang ditunggu-tunggu (Muhammad bin Al-HasanAl-Askari) telah bersembunyi di sebuah sirdab (ruang bawah tanah) di samurra’dan akan kembali lagi ke dunia.
277H. Munculnya gerakan Al-Qaramithah beraliran Rafidhah didaerah kufah dibawah kendali Hamdan bin Asy’ats yang dikenal dengan julukanQirmith.
278H. Munculnya gerakan Al-Qaramithah beraliran Rafidhah didaerah Bahrain dan Ahsa’ yang dipelopori oleh Abu Sa’id Al-Janabi.
280H. Munculnya kerajaan Zaidiyah beraliran Rafidhah diSha’dah dan Shan’a daerah Yaman, dibawah kepemimpinan Al-Husein bin Al-QasimAr-Rasiy.
297H. Munculnya kerajaan Ubaidiyin di Mesir dan Maghrib(Maroko) yang didirikan oleh Ubaidillah bin Muhammad Al-Mahdi.
317 H. AbuThahir Ar-Rafidhi Al-Qurmuthi sampai dan memasuki kota Mekah pada hari tarwiyah(8 Dzulhijjah) lalu membunuh para jamaah haji di masjidil Haram sertamencongkel hajar Aswad dan membawanya ke tempat ibadah mereka di Ahsa’. Dan hajarAswad itu berada disana sampai tahun 355 H. Kerajaan mereka tetap eksis diAhsa’ hingga tahun 466 H. Pada tahun ini berdirilah kerajaan Hamdaniyah diMousul dan Halab kemudian tumbang pada tahun 394 H.
329H. Pada tahun ini Allah telah menghinakan kaum Rafidhahkarena pada tahun ini dimulailah Ghaibah Al-Kubra atau menghilang selamanya.Menurut mereka, imam Rafidhah yang ke-12 telah menulis surat dan sampai kepadamereka yang bunyinya: “Telah dimulailah masa menghilangku dan aku tidak akankembali sampai masa yang diizinkan oleh Allah, maka barangsiapa yang mengatakanbahwa dia telah berjumpa denganku maka dia adalah pendusta dan telah tertipu.”Semua ini mereka lakukan dengan tujuan menghindari akan banyaknya pertanyaanorang-orang awam kepada ulama mereka tentang keterlambatan Imam Mahdi keluardari persembunyiannya.
320-334H. Munculnya kerajaan Buwaihiyah beraliran Rafidhah didaerah Dailam yang didirikan oleh Buwaih bin Syuja’. Mereka membuatkerusakan-kerusakan di kota Baghdad, Iraq, sehingga orang-orang bodoh pada masaitu mulai berani memaki-maki para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum.
339H. Hajar Aswad dikembalikan ke Mekkah atas rekomendasi daripemerintahan Ubaidiyah di mesir.
352 H.Pemerintahan Buwaihiyun mengeluarkan peraturan untuk menutup pasar-pasar padatanggal 10 muharram dan meliburkan semua kegiatan jual beli. Lalu para wanitakeluar rumah tanpa mengenakan jilbab dengan memukul-mukul diri mereka dipasar-pasar. Pada saat itulah pertama kali dalam sejarah diadakan perayaankesedihan atas meninggalnya Husein bin Ali bin Abi Thalib.
358H. Kaum Ubaidiyun beraliran Rafidhah menguasai Mesir. Salahsatu pemimpinya yang terkenal adalah Al-Hakim Biamrillah yang mengklaim dirinyasebagai Tuhan dan menyeru kepada ajaran reinkarnasi. Dengan runtuhnya kerajaanini pada tahun 568 H muncullah gerakan Druz yang berfaham kebatinan.
402H. Keluarnya pernyataan kebatilan nasab Fatimah yangdigembar-gemborkan oleh penguasa kerajaan Ubaidiyah di Mesir dan menjelaskan ajaranmereka yang sesat dan mereka adalah zindiq dan telah dihukumi kafir oleh seluruulama’ kaum muslimin.
408H. Penguasa kerajaan Ubaidiyah di Mesir yang bernamaAl-Hakim Biamrillah mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan. Salah satu darikehinaannya adalah dia berniat untuk memindahkan kubur Nabi Sallallahu ‘AlaihiWasallam dari kota madinah ke mesir sebanyak 2 kali. Yang pertama adalah ketikadia disuruh oleh beberapa orang zindik untuk memindahkan jasad Nabi SallallahuAlaihi Wasallam ke Mesir. Lalu dia membangun bangunan yang megah dan menyuruhAbul Fatuh untuk membongkar kubur Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam lalumasyarakat tidak rela dan memberontak sehingga membuat dia mengurungkanniatnya. Yang kedua ketika mengutus beberapa orang untuk membongkar kuburanNabi. Utusan ini tinggal didekat mesjid dan membuat lobang menuju kubur NabiSallallahu ‘Alaihi Wasallam. Lalu makar itupun ketahuan dan utusan tersebutdibunuh.
483H. Munculnya gerakan Al-Hasyasyin yang menyeru kepadakerajaan Ubaidiyah berfaham Rafidhah di Mesir didirikan oleh Al-Hasan As-Shabahyang berketurunan darah persia. Dia memulai dakwahnya di wilayah persia tahun473 H.
500H. Penguasa Ubaidiyun membangun sebuah bangunan yang megahdi Mesir dan diberi nama mahkota Al-Husein. Mereka menyangka bahwa kepalaHusein bin Ali bin Abi Thalib dikuburkan di sana. Hingga saat ini banyak kaumRafidhah yan pergi berhaji ke tempat tersebut. Kita bersyukur kepada Allah atasnikmat akal yang diberikan kepada kita.
656H. Penghianatan besar yang dilakukan oleh Rafidhah pimpinanNasiruddin At-Thusi dan Ibnul Alqomi yang bersekongkol dengan kaum TartarMongolia sehingga kaum Tartar masuk ke Baghdad dan membunuh lebih dari 2 jutamuslim dan membunuh sejumlah besar dari Bani Hasyim yang seolah-olah dicintaioleh kaum Rafidhah. Pada tahun yang sama muncullah kelompok Nushairiyah yangdidirikan oleh Muhammad bin Nusair berfaham Rafidhah Imamiyah.
907H. Berdirinya kerajaan Shafawiyah di Iran yang didirikanoleh Syah Ismail bin Haidar Al-Shafawi yang juga seorang Rafidhah. Dia telahmembunuh hampir 2 juta muslim yang menolak memeluk madzhab Rafidhah. Pada saatmasuk ke Baghdad dia memaki-maki Khulafa’ Rasyidin di depan umum dan membunuhsiapa saja yang tidak mau memeluk madzhab Rafidhah. Tak ketinggalan pula diamembongkar banyak kuburan orang-orang Sunni (Ahlus Sunnah) seperti kuburan ImamAbu Hanifah.
Termasukperistiwa penting yang terjadi pada masa kerajaan Shafawiyah adalah ketika ShahAbbas berhaji ke Masyhad untuk menandingi dan memalingkan orang-orang yangmelakukan haji ke Mekah. Pada tahun yang sama Shadruddin Al-Syirazi memulaidakwahnya kepada madzhab Baha’iyah. Mirza Ali Muhammad Al-Syirazi mengatakanbahwa Allah telah masuk ke dalam dirinya, setelah mati dia digantikan olehmuridnya Baha’ullah. Sementara itu di India muncul kelompok Qadiyaniyahpimpinan Mirza Ghulam Ahmad yang mengatakan bahwa dirinya ialah Nabi dankeyakinan-keyakinan lainnya yang batil. Kerajaan Safawiyah berakhir pada tahun1149 H.
1218H. Seorang Rafidhah dari Irak datang ke daerah Dar’iyah diNajd dan menampakkan kesalehan serta kezuhudannya. Pada suatu hari, dia shalatdi belakang Imam Muhammad bin Su’ud lalu diapun membunuhnya ketika sedang sujuddalam shalat Ashar dengan menggunakan belati yang disembunyikan dan telahdipersiapkannya. Semoga Allah memerangi kaum Rafidhah para pengkhianat.
1289H. Pada tahun ini buku Fashlul Khitab fi Itsbati TahrifiKitabi Rabbil Arbab (kalimat penjelas bahwa kitab Allah telah diselewengkan dandiubah) karangan Mirza Husain bin Muhammad An-Nuri At-Thibrisi. Kitab inimemuat pendapat dan klaim-klaim Rafidhah bahwasanya Al-Qur’an yang ada saat initelah diselewengkan, dikurangi dan ditambah.
1366H. Sebuah majalah Rafidhah dengan nama Birajmil Islamterbit dengan memuat syair-syair yang mengutamakan tanah karbala atas MekkahAl-Mukarramah.
Iakarbala tanah membentang, thawaflah tujuh kali pada tempat kediamannya,
Tanahmekkah tak memiliki keistimewaan dibanding keistimewaannya,
Sebongkahtanah, meski hamparan gersang adanya,
Mendekatdan mengangguk-angguk bagian atasnya kepada bagian yang dibawahnya.
1389H. Khomeini menulis buku Wilayatul faqih dan Al-HukumahAl-Islamiyah. Sebagian kekafiran yang ada pada buku tersebut (Al-HukumahAl-Islamiyah, hal. 35) : Khomeini berkata bahwa termasuk keyakinan pokok dalammadzhab kami adalah bahwa para imam kami memiliki posisi yang tidak dapatdicapai oleh para malaikat dan para Nabi sekalipun.
1399H. Berdirinya pemerintahan Rafidhah di Iran yang didirikanoleh penghianat besar Khomeini setelah berhasil menumbangkan pemerintahan Syahdi Iran. Ciri khas negara Syi’ah Iran ini adalah mengadakan demonstrasi dantindakan anarkis atas nama revolusi Islam di tanah suci Mekah pada hari muliayaitu musim haji pada setiap tahun.
1400H. Khomeini menyampaikan pidatonya pada peringatan lahirnyaImam Mahdi fiktif mereka pada tanggal 15 sya’ban. Sebagian pidatonya berbunyidemikian : “Para Nabi diutus Allah untuk menanamkan prinsip keadilan di mukabumi tapi mereka tidak berhasil, bahkan Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam yangdiutus untuk memperbaiki kemanusiaan dan menanamkan prinsip keadilan tidakberhasil.. yang akan berhasil dalam misi itu dan menegakkan keadilan di mukabumi serta dapat meluruskan segala penyimpangan adalah Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu….”Begitulah menurut Khomeini para Nabi telah gagal, termasuk Nabi MuhammadSallallahu ‘Alaihi Wasallam sementara revolusi kafirnya dianggapnya sebagai suatukeberhasilan dan keadilan.
1407H. Jamaah haji iran mengadakan demonstari besar-besaran dikota Mekah pada hari jum’at di musim haji tahun 1407 H. Mereka melakukan tindakan perusakan di kota Mekah sepertiyang telah dilakukan oleh nenek moyang mereka kaum Al-Qaramithah, merekamembunuh beberapa orang aparat keamanan dan jamaah haji, merusak dan membakartoko, menghancurkan dan membakar mobil-mobil beserta mereka yang ada didalamnya. Jumah korban saat itu mencapai 402 orang tewas, 85 dari mereka adalahaparat keamanan dan penduduk Saudi.
1408H. Mu’tamar Islam yang diadakan oleh Liga Dunia Islam diMekah mengumumkan fatwa bahwa Khomeini telah kafir.
1409H. Pada musim haji tahun ini kaum Rafidhah meledakkanbeberapa tempat di sekitar Masjidil Haram di kota Mekah. Mereka meledakkan bomitu tepat pada tanggal 7 Dzulhijjah dan mengakibatkan tewasnya seorang jamaahhaji dari Pakistan dan melukai 16 orang lainnya serta mengakibatkan kerusakanmateri yang begitu besar. 16 pelaku insiden itu berhasil ditangkap dan dijatuhihukuman mati pada tahun 1410 H.
1410H. Khomeini meninggal dunia, semoga Allah memberinyabalasan yang setimpal. Kaum Rafidhah membangun sebuah bangunan diataskuburannya yang menyerupai ka’bah di Mekah,
Dan akansenantiasa terus berulang sejarah tentang peristiwa dan pengkhianatan merekadengan tujuan menghancurkan islam dan melemahkan kita kaum muslimin,

PERBEDAAN MENDASAR ANTARA SUNNI-SYI’AH
Banyak yangmenyangka dan berpendapat bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah (sunni)dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) atau Syi’ah Rafidhahdianggap sekedar dalam masalah khilafiyahFuru’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan PERSIS atau Muhammadiyah,antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.
Karenanyadengan adanya “ribut-ribut” masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendapat agarperbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Selanjutnya merekaberharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakanpendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah danSunni tidak dilakukan ?.
Oleh karena itu,disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi penonton dantidak ikut berkiprah. Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakanminimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yangmereka ketahui.
Semua itudikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah ImamiyahItsna Asyariyah (Ja’fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum memahamipersoalan yang sebenarnya. Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumberdari tokoh-tokoh Syiah yang sering berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiahseperti perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i.
Padahalperbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi’i, hanya dalam masalahFuru’iyah saja. Sedang perbedaan antara Sunni dengan Syiah Imamiyah ItsnaAsyariyah (baca : Islam dan Syi’ah) maka perbedaan-perbedaannya disamping dalamFuruu’ juga dalam Ushuul.
Rukun Imanmereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, begitu pulakitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besarulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur`an mereka juga berbeda dengan Al-Qur`an kita(Ahlussunnah).
Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura(taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur`annya sama, maka dalam menafsirkanayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.
Sehinggatepatlah apabila ulama-ulama sunni mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agamatersendiri.
Melihatpentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dariperbedaan antara aqidah Sunni dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja’fariyah).

Sunni : Rukun Islam kita ada 5 (lima)
a) Syahadatain
b) As-Sholah
c) As-Shoum
d) Az-Zakah
e) Al-Haj
Syi’ah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:
a) As-Sholah
b) As-Shoum
c) Az-Zakah
d) Al-Haj
e) Al wilayah

Sunni : Rukun Iman ada 6 (enam) :
a) Iman kepadaAllah
b) Iman kepadaMalaikat-malaikat Nya
c) Iman kepadaKitab-kitab Nya
d) Iman kepadaRasul Nya
e) Iman kepadaYaumil Akhir / hari kiamat
f) Imankepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Syi’ah : Rukun Iman Syiah ada 5 (lima)*
a) At-Tauhid
b) An Nubuwwah
c) Al Imamah
d) Al Adlu
e) Al Ma’ad

Sunni : Dua kalimat syahadat
Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailahaillallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebutimam mereka.

Sunni : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman.Adapun jumlah imam-imam sunni tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampaihari kiamat.
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas(12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syi’ah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka,termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belasimam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiahdianggap kafir dan akan masuk neraka.

Sunni : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) AliRadhiallahu anhum
Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakuioleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib(padahal Imam Ali sendiri membai`at dan mengakui kekhalifahan mereka).

Sunni : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidakmempunyai sifat Ma’shum.
Syi’ah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebutmempunyai sifat Ma`’hum, seperti para Nabi.

Sunni : Dilarang mencaci-maki para sahabat.
Syi’ah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiahberkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadimurtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabatmembai`at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

Sunni : Siti Aisyah dan Siti Hafshah istriRasulullah saw sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.
Syi’ah : Siti Aisyah dan Siti Hafshah dicaci-maki, difitnah,bahkan dikafirkan.

Sunni : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran danrujukan sunni adalah Kutubus-sittah :
a) Bukhari
b) Muslim
c) Abu Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu Majah
f) AnNasa’i
Syi’ah : Kitab-kitab utama Syi’ah ada empat :
a) Al Kaafi
b) Al Istibshor
c) Man Laa YahDhuruhu Al Faqih
d) Att Tahdziib(lihat kitab rujukan Syi’ah)

Sunni : Al-Qur`an tetap orisinil
Syi’ah : Al-Qur`an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulamaSyiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

Sunni : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepadaAllah dan Rasul Nya. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taatkepada Allah dan Rasul Nya.
Syi’ah : Surgadiperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orangtersebut tidak taat kepada Rasulullah. Neraka diperuntukkan bagi orang-orangyang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

Sunni : Aqidah Raj’ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelumkiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balasdendam kepada musuh-musuhnya.
Syi’ah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan: bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya.Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, SitiFatimah serta Ahlul Bait yang lain.
Setelah mereka semuanya bai`at kepadanya,diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orangtersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.

Sunni: Tanah suci adalah Mekkah dan Medinah (al-haramain)
Syi’ah: Tanah suci adalah Kufah, Karbala dan Qum

Sunni : Mut’ah (kawinkontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
Syi’ah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. HalalnyaMut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agarmasuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin AbiThalib.

Sunni : Khamer/ arak tidak suci.
Syi’ah : Khamer/ arak suci.

Sunni : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidaksuci.
Syi’ah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap sucidan mensucikan.

Sunni : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangankiri hukumnya sunnah.
Syi’ah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kirimembatalkan shalat.

Sunni : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalatadalah sunnah.
Syi’ah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalatdianggap tidak sah/ batal shalatnya.

Sunni : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian danbagi orang yang mempunyai udzur syar’i.
Syi’ah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

Sunni :Shalat jum’at wajib
Syi’ah: Shalat jum’at haram karena ketiadaan imam (ghaibah),sampai kemunculannya

Sunni : Shalat Dhuha disunnahkan.
Syi’ah : Shalat Dhuhatidak dibenarkan.

Sunni :Ada iddah bagi istri (baik di thalaq atau ditinggal mati suaminya)
Syi’ah : Tidak ada Iddah

Sunni :Shalat jenazah wajib wudhu (tanpa wudhu/bersuci tidak sah)
Syi’ah :Boleh shalat jenazah tanpa wudhu (bersuci)

Sunni: Shalat dua hari raya sunnat mu’akkadah
Syi’ah: Shalat dua hari raya wajib

Sunni :Shalat gerhana (khusuf/kusuf) sunnat
Syi’ah :Shalat gerhana (khusuf/kusuf) wajib

Sunni :Tidak ada surat al-Wilayah dalam Al-Quran
Syi’ah :al-Wilayah salah satu surat dalam Al-Quran
Danmasih banyak lagi diantara perbedaan baik dalam masalah ushul maupun furu’.

Bersambung ...>>>>

Dikirim pada 19 Mei 2014 di TENTANG ALIRAN-ALIRAN SESAT


SEKTE-SEKTESYI’AH
Menurut Murtadha Muthahari (ulama Syi’ah) bahwa “Alibin Abi Thalib adalah shahabat Nabi seperti Abu Bakar, Umar bin Khathab, Usmanbin Affan dan yang lainnya. Tetapi Ali lebih berhak, lebih terdidik, lebihshaleh dan lebih berkemampuan ketimbang para shahabat lainnya, dan bahwa Nabisudah merencanakannya sebagai pengganti beliau. Kaum Syi’ah meyakini Ali danketurunannya sebagai imam yang berhak atas kepemimpinan politis dan otoritadkeagamaan”. Dengan demikian mereka meyakini bahwa yang berhak atas otoritasspiritual dan politis dalam komunitas Islam pasca Nabi saw adalah Ali danketurunannya.
An-Nubakhtimerinci perpecahan dikalangan Syi’ah.
A. Setelah Ali wafat, Syiah terpecahmenjadi 3 kelompok :
1. Kelompokyang berpendapat Ali tidak mati terbunuh, dan tidak akan mati sehingga iaberhasil memenuhi bumi dengan keadilan. Inilah kelompok Ghuluw (ekstrem)pertama. Kelompok ini disebut Syiah Sabaiyyah pimpinanAbdullah bin Saba.
2. Kelompokyang berpendapat bahwa Ali memang wafat dan imam sesudahnya adalah putranya,Muhammad Al-Hanafiyah, sebab dia (bukan Hasan atau Husein) yang dipercayamembawa panji ayahnya Ali dalam peperangan di Basrah. Kelompok inidisebut Al-Kaisaniyyah. Mereka mengkafirkan siapapun yangmelangkahi Ali dalam Imamah, juga mengkafirkan Ahlus-Shiffin,Ahlul-Jamal. Tokoh kelompok ini Al-Mukhtar bin Abi Ubaid Ats-Tsaqafi, iamengaku bahwa Jibril pernah menurunkan wahyu kepadanya.
3. Kelompokketiga berkeyakinan bahwa Ali memang wafat, dan imam sesudahnya adalahputeranya, Al-Hasan. Ketika kemudian Al-Hasan menyerahkan khilafah kepadaMuawiyah bin Abi Sufyan, mereka memindahkan imamah kepada Al-Husein. Sebagianmereka mencela Al-Hasan, bahkan Al-Jarrah bin Sinan al-Anshari pernahmenuduhnya sebagai musyrik dan membacok pahanya dengan pedang. Tetapi sebagianSyiah berpendapat bahwa sesudah wafat Al-Hasan, yang berhak jadi imam adalahAl-Hasan bin Al-Hasan yang bergelar Ar-Ridha.

B. Sesudah syahidnya Al-Husein ra dalamperistiwa Karbala, dimana beliau diundang oleh penduduk Kufah yang mengakudiri sebagai Syiahnya dan mereka mengaku mempunyai belasan ribu orang yang siapmembela Husein. Tapi ternyata ketika Husein dikepung oleh pasukan Ubaidillah biZiyad di Karbala tak satupun orang yang tadinya mengundang beliau tampilmembelanya, tapi justru cuci tangan, sehingga menyebabkan syahidnya ImamHusein. Seperti dikisahkan sejarawan Syiah, al-Mas’udi, Husein sebelum syahidbahkan sempat berdo’a : Ya Allah turunkanlah keputusan-Muatas kami dan atas orang-orang yang telah mengundang kami, dengan dalih merekaakan mendukung kami, tapi kini ternyata mereka membunuhi kami. (Tarikhal-Mas’udi 2 : 71). Adapun yang ikut syahid bersama Al-Husein dalam peristiwaini : Putera-putera Ali bin Abi Thalib yang bernama Abu Bakar, Utsman danAbbas; Putera Al-Hasan bin Ali yakni Abu Bakar; dan putera Al-Husein bin Aliyakni Ali Al-Akbar bin Husein. Sehingga ketika jenazah Husein besertakeluarganya yang masih hidup dibawa ke Kufah dan ditangisi oleh penduduk Kufah,Ali Al-Asghar bin Husein Zainal Abidin berkomentar : Mereka menangisikami, padahal mereka sendiri yang telah membunuhi kami. (Tarikh al-Ya’qubi2 : 245; Al-Ihtijaj 2 : 291)
Pada periode sesudah wafatnya Al-Husein, Syiah terpecahlagi emnjadi beberapa golongan :
1. Kelompok-kelompokyang mengakui bahwa sesudah wafatnya Husein, imamah berlanjut ke putera Aliyang lain, yaitu Muhammad Al-Hanafiyah. Mereka-pun terpecah, ada yangberkeyakinan bahwa Muhammad Al-Hanafiyah yang disebut oleh mereka sebagaiAl-Mahdi tidak pernah meninggal. Sebagian menyatakan meninggal dan pelanjutnyaadalah puteranya Abu Hasyim, kelompok ini disebut Al-Hasyimiyah.Setelah itu mereka pecah lagi, ada yang berkeyakinan bahwa Abu Hasyim berwasiatkepada Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib untuk menjadiimam. Kelompok ini disebut Syiah Ar-Rawandiyah.
2. Kelompokyang mengakui bahwa sesudah wafatnya Husein, Imamah dilanjutkan oleh puteranyayang masih hidup, Ali al-Ashgar Zainal Abidin, dari ibunya bernama Jihansyah,puteri kaisar Persia Yazdajird bin Syahriyar.
3. Kelompokyang meyakini bahwa setelah syahidnya Husein, Imamah telah selesai/terputus.Sebab menurut mereka yang disebut namanya oleh Rasulullah saw sebagaiAhlul-Bait beliau hanyalah tiga orang saja, yaitu Ali, Hasan dan Husein.
4. Kelompokyang berkeyakinan bahwa sesudah wafatnya Husein, Imamah hanya bisa dilanjutkanoleh keturunan Hasan dan Husein. Siapapun diantara mereka yang mengklaimsebagai imam, maka mereka adalah imam yang wajib ditaati. Barangsiapa yanglalai melakukannya, maka ia kafir. Kelompok ini disebut As-Sarhubiyah.

C.Sesudah wafatnya Ali Zainal Abidin, muncul kelompok Syiah antara lain :
1. Az-Zaidiyah,pengikut Zaid bin Ali bin Husein yang meyakini bahwa sekalipun Ali bin AbiThalib lebih utama dari Abu Bakar dan Umar, tetapi khilafah keduanya sah.Mereka juga berkeyakinan bahwa imamah dapat diraih oleh siapapun dari keturunanNabi Muhammad saw apabila mereka memenuhi persyaratan dan bisamemperjuangkannya. Sepeninggal Zaid, kelompok ini dipimpin olehputera-puteranya : Yahya dan Isa.
2. Kelompokyang meyakini bahwa imamah sesudah Ali Zainal Abidin adalah puteranya, MuhammadAl-Baqir.

D.Sesudah wafatnya Muhammad Al-Baqir, Syiah pecah lagi menjadi 3 kelompok:
1. Kelompokyang mengakui imamahnya Muhammad bin Al-Hasan bin Husein bin Ali bin Abi Thalibsebagai Al-Qaim dan Al-Mahdi.
2. Kelompokyang mengakui bahwa imamah sesudah wafatnya Muhammmad Al-Baqir adalah puteranyaJa’far Ash-Shadiq.
3. Al-Mughiriyah,pengikut Al-Mughirah bin Said. Yang mengklaim mendapat wasiat dari ImamAl-Baqir untuk jadi imam sampai munculnya Al-Qaim.

E.Sesudah wafatnya Ja’far Ash-Shadiq, Syiah pecah lagi menjadi 6 kelompok :
1. Kelompokyang meyakini Imam Ja’far sebagai Al-Mahdi, disebut An-Nawusiyah.
2. Kelomp[okyang meyakini bahwa imamah sesudah Ja’far adalah puteranya yang bernama Ismail.Mereka juga meyakini Ismail tidak mati sehingga berhasil memimpin umat, dialahsang Al-Qaim. Kelompok ini disebut Ismailiyah.
3. Kelompokyang meyakini bahwa imamah sesudah Ja’far adalah Muhammad bin Ismail binJa’far, cucu Ja’far. Menurut mereka wafatnya Ismail pada masa hidup sang ayah ,Ja’far, menunjukkan bahwa imam sesudah Ja’far adalah putera Islamil, Muhammad.Menurut mereka sesudah periode Hasan dan Husein, imamah tidak lagi berputardari kakak ke adik, tapi dari ayah ke anak. Karenanya imamah sesudah Ja’fartidak berpindah dari Ismail kepada saudaranya Abdullah dan Musa, melainkankepada putera Ismail yakni Muhammad. Kelompok ini disebut Al-Mubarakiyah.Termasuk dalam al-Ismailiyah, pengikut Abil Khattab yang popular disebut Al-Khattabiyah atau As-Sab’iyah karenameyakini bahwa jumlah imam hanya tujuh saja. Kelompok ini dikenal juga dengansebutan Al-Qaramithah.
4. Kelompokyang mengakui bahwa imamah sesudah Ja’far adalah puteranya Muhammad bin Ja’far,kemudian anak keturunannya. Kelompok ini disebut As-Sumaithiyah dipimpinoleh Yahya bin Abi as-Sumaith.
5. Kelompokyang meyakni bahwa imamah sesudah Ja’far adalah puteranya yang bernama Abdullahal-Afthah. Mereka berhujah dengan hadits yang disampaikan Ja’far bahwa imamahitu adanya pada anak tertua imam. Abdullah adalah putera tertua Ja’far dantelah memproklamirkan diri sebagai imam. Kelompok ini disebut Al-Afthiyah.
6. Kelompokyang mengakui bahwa sesudah wafatnya Ja’far dan putera tertuanya yang lain Musaal-Kazhim, dan kemudian kepada nak keturunannya.

F. Sesudah wafatnya Musa Al-Kazhim, Syiahterpecah lagi dalam beberapa kelompok, diantaranya yang meyakini bahwa imamahsesudah Musa Al-Kazhim adalah puteranya Ali Ar-Ridha. Mereka juga meyakinibahwa imamah berhenti sampai sini. Kelompok ini disebut Al-Wakifah.

G. Sesudah wafatnya Ali Ar-Ridha, Syiahterpecah lagi dalam berbagai kelompok, diantaranya adalah yang meyakini bahwasesudah Ali Ar-Ridha imamah berpindah ke puteranya, Muhammad bin Ali, yang baruberusia 7 tahun, sehingga menimbulkan perpecahan diantara pengikutnya. Setelahwafat Muhammad bin Ali, imamah dilanjutkan oleh Al-Hasan bin Ali Al-Askari.

H. Sesudah wafatnya Al-Hasan bin AliAl-Askari, Syiah terpecah-pecah lagi menjadi 14 kelompok. Diantaranya ada yangberpendapat bahwa Al-Hasan tidak wafat, sebab ia tidak boleh mati, karena iabelum punya anak yang tampil sebagai pengganti, bumi ini tidak boleh kosongdari imamah. Beliaulah Al-Qaim, beliau kini sedang ghaib. Ada juga yangberkeyakinan bahwa Al-Hasan memang wafat, tapi ia mempunyai satu-satunya puterabernama Muhammad yang ketika ayahnya wafat ia berusia 5 tahun. Ia disembunyikanoleh ayahnya karena ia takut akan Ja’far saudara Hasan, juga terhadapmusuh-musuhnya. Dialah Al-Qaim dan Mahdi Al-Muntazar. Namun terjadi padanyaAl-Ghaibah Sugra dan Al-Ghaibah Kubra. Inilah keyakinan Syiah Itsna“Asyariyah.
Dr.Musa Al-Musawi salah seorang tokoh Syiah dalambukunya Asy-Syiah wat Tashih, Ash-Shira Baina As-Syiah wat-Tasyayu’ menyebutkanbahwa sekalipun Imam Ali meyakini keutamaannya, beliau justru menegaskan keabsahanbai’at yang beliau berikan terhadap para khalifah (Abu Bakar, Umar dan Utsman)serta pujian beliau terhadap mereka sebagaimana dilakukan umat Islam lainnya.Menurut Al-Musawi Imam Ali bahkan berpendapat tidak adanya teks penunjukan atasdirinya yang dating dari langit. Shahabat-shabat yang hidup semasadengannya-pun berkeyakinan serupa. Mereka juga berkeyakinan tidak ada yang“mencuri” khilafah dari dirinya. Itu antara lain terbukti dari ungkapan imamAli yang termaktub dalam Nahjul Balaghah yang menegaskanungkapan Ali : “Sesungguhnya saya telah dibai’at oleh kelompok yang dahulumembai’at Abu Bakar, Umar, Utsman dengan materi bai’at yang sama pula,sesungguhnya syura itu ada pada al-Muhajirin dan al-Anshar. Apabila merekabersepakat terhadap seseorang yang kemudian mereka angkat sebagai imam, mkayang demikian itukah yang diridhai Allah. Apabila sesudah itu ada yang tidakpuas dengan memunculkan fitnah atau bid’ah, mereka mengajak kepada prinsipawal, tapi bila ia enggan maka mereka akan memeranginya, karena ia telahmengikuti jalan yang bukan jalannya kaum beriman”.
Dalam sejarah dan perkembanganselanjutnya, aliran Syi’ah terpecah terutama dalam penentuan imamiah.Setidaknya dalam sejarah perkembangan Syi’ah, ada tiga sekte terbesar, yaitu.
A. Syi’ahDua Belas Imam atau Sekte Itsna ‘Asyariah
Di sebut Dua BelasImam, karena mereka meyakini bahwa yang berhak memimpin kaum muslimin hanyalah paraImam dari ahul-bait, dan mereka juga meyakini adanya 12 Imam. Dari sekianbanyak sekte dalam Syiah, sekte inilah yang paling luas pengaruhnya dan palingbanyak pengikutnya. Mayoritas mereka tinggal di Iran dan Irak. Sekte ini munculpada abad ke-3 H, akan tetapi ada juga yang menyatakan bahwa sekte ini barumuncul sesudah wafatnya imam ke-11 Hasan al-Askari dan ghaibnya imam yang ke-12Muhammad Al-Mahdi Al-Muntazar tahun 260 H. Imam menurut sekte ini adalah :
1. Alibin Abi Thalib (600-661), dikenal dengan AmirulMukminin.
2. Hasanbin Ali (625-669) dikenal Hasanal-Mujtaba
3. Husainbin Ali (626-680) dikenal HusainAsy-Syahid
4. Alibin Husain (658-713) dikenal Ali ZainalAbidin
5. Muhammadbin Ali (676-743) dikenal Muhammadal-Baqir
6. Ja’far bin Muhammad (703-765) dikenal Ja’far Ash-Shadiq
7. Musa bin Ja’far (745-799) dikenal Musa al-Kadzim
8. Alibin Musa (765-818) dikenal Ali Ar-Ridha
9. Muhammadbin Ali (810-835) dikenal Muhammadal-Jawad atau Muhammad at-Taqi
10. Alibin Muhammad (827-868) dikenal dengan Alial-Hadi
11. Hasanbin Ali (846-874) dikenal Hasan al-Askari
12. Muhammadbin Hasan (868- ) dikenal Muhammad al-Mahdi

Menurutkeyakinan sekte ini bahwa Imam yang ke-12 yang mereka sebut Al-Qoim atauAl-Muntazar akan muncul dan sedang ditunggu-tungu. Dan pada saat kemunculannya,menurut sekte ini yang akan dilakukan oleh imam ke-12 adalah :
1). Menghunuspedang dan membunuhi orang Arab
Al-Majlisimeriwayatkan bahwa Al-Muntazar akan berjalan ditengah orang Arab sepertidisebutkan dalam Al-Jufri Al-Ahmar, yaitu membunuhi mereka. (bihar Al-Anwar,52/318). Tidak ada yang tersisa dengan orang Arab selain pembantaian. (BiharAl-Anwar 52/349) . Hati-hatilah terhadap orang Arab, karena mereka memilikikabar buruk, maka sesungguhnya tidak akan keluar seorangpun dari mereka bersamaAl-Qaim (Bihar Al-Anwar, 52/333)
2). MenghancurkanMasjidil Haram dan Masjid Nabawi
Al-Majlisimeriwayatkan : Sesungguhnya Al-Qaim akan merobohkan Masjidil Haram danMasjid nabawi sehingga rata dengan pondasinya. (Bihar al-Anwar 52/338).Al-Faidh al-Kasyani meriwayatkan : Wahai para penduduk Kufah, Allah azza wajalla telah menghadiahkan kepada kamu sekalian keutamaan yang tidak dihadiahkankepada seorangpun. Tempat shalat kamu adalah rumah Adam, rumah Nuh dan rumahIdris serta tempat shalatnya Nabi Ibrahim. Tidak akan pergi hari-hari sehinggahajar Aswad ditanam didalamnya. (Al-Wafi 1/215)
3). MenegakkanHukum Keluarga Daud
Dari AbuAbdillah : Jika Al-Qaim dari keluarga Muhammad muncul, dia akan berhukumdengan hukum Daud dan Sulaiman. (al-Ushul min al-Kafi 1/397). Al-Majlisimeriwayatkan bahwa Al-Qaim akan membawa ajaran baru, kitab yang baru dan hukumyang baru. (Bihar al-Anwar 52/354)

B. SekteZaidiyah
Sekte ini merupakan pengikut Zaid binAli bin Husain bin Abi Thalib, atau ada yang menyebutnya dengan Syi’ah Lima Imam. Sekte ini dianggapmoderat karena golongan ini tidak menganggap bahwa ketiga khalifah sebelum Alibin Abi Thalib tidak sah. Urutan Imam sekte ini adalah :
1. Alibin Abi Thalib (600-661), dikenal dengan AmirulMukminin.
2. Hasanbin Ali (625-669) dikenal Hasanal-Mujtaba
3. Husainbin Ali (626-680) dikenal HusainAsy-Syahid
4. Alibin Husain (658-713) dikenal Ali ZainalAbidin
5. Zaidbin Ali (658-740) dikenal Zaid bin Aliasy-Syahid

C. SekteIsmailiyyah
Disebut juga Syi’ah Tujuh Imam, karena mereka meyakinitujuh Imam, dan mereka percaya bahwa Imam ke-7 ialah Ismail. Adapun urutanImamnya adalah :
1. Alibin Abi Thalib (600-661), dikenal dengan AmirulMukminin.
2. Hasanbin Ali (625-669) dikenal Hasanal-Mujtaba
3. Husainbin Ali (626-680) dikenal HusainAsy-Syahid
4. Alibin Husain (658-713) dikenal Ali ZainalAbidin
5. Muhammadbin Ali (676-743) dikenal Muhammadal-Baqir
6. Ja’far bin Muhammad (703-765) dikenal Ja’far Ash-Shadiq
7. Ismail bin Ja’far (721-755), adalah anakpertama Ja’far Ash-Shadiq atau kakak Musa al-Kadzim
Fakta historis tentang adanya perbedaan pendapat bahkanperselisihan internal Syi’ah dalam penentuan Imam dikalangan Syi’ah. Olehkarena itu Fakhruddin ar-Razi mengatakan : “Ketahuilahbahwa adanya perbedaan yang sangat besar tersebut, merupakan bukti kongkrettentang tidak adanya wasiat teks penunjukkan yang jelas dan berjumlah banyaktentang Imam yang dua belas seperti yang mereka klaim itu”.
Ada juga sementara kalangan yang merumuskan kategorisasiSyi’ah menjadi tiga golongan, yaitu :
1. Syi’ah Ghulat, yaitugolongan yang diantara fahamnya bahwa Jibril itu sudah salah alamatmenyampaikan wahyu, yang seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib. Bahkan golonganini sampai menuhankan Ali bin Abi Thalib.
2. Syi’ah Rafidhah,yaitu golongan yang melakukan penghinaan, pelecehan, penistaan terhadap parashahabat, termasuk sebagian istri Nabi saw. Syi’ah ini ada yang memberikanistilah ahlu al-bida’ wa al-ahwa.
3. Syi’ah Mu’tadilah(moderat), yaitu golongan yang lebih mengutamakan Ali bin Abi Thalib diataspara shahabat yang lain.


PERISTIWA GHADIR KHUM
Ghadir Khum adalah sebuah kebun yang terletak antarakota Makkah dan Madinah tepatnya di dekat Juhfah. Peristiwaini terjadi sepulang dari Haji Wada’ sebelum wafatnya Nabi kira-kira 3 bulan. Jarakantara keduanya adalah lebih kurang 200 mil.
Dalamkejadian sejarah menurut tradisi syiah,tempat ini menjadi terkenal sebagai tempat penobatan Ali bin AbuThalib sebagai Wali dan Khalifah Ar-Rasyidin yang dilakukanoleh Nabi Muhammad saw,yang terjadi setelah Haji Wada` lebih kurang pada tanggal 18 Zulhijjah, tahun10 Hijrah (kurang lebih 15 Mac 632 Masihi).
Menurutriwayat dari Al-Ya`kubidalam kitab Tarikh-nya Jilid II Menyebutkan suatu peristiwa sebagai berikut.
Dalam perjalan pulangke Madinah seusai menunaikan ibadah haji (Hijjatul-Wada`),malam hariRasulullah saw bersama rombongan tiba di suatu tempat dekat Jifrah yangdikenali denagan nama "GHADIR KHUM." Hari itu adalah hari ke-18bulan Zulhijjah. Beliaukeluar dari kemahnya kemudia berkhutbah didepan jamaah sambil memegangtangan Imam AliBin Abi Talib r.a.Dalam khutbahnya itu antara lain beliauberkata : "Barang siapamenanggap aku ini pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya.Ya Allah, pimpinlahorang yang mengakui kepemimpinannya dan musuhilah orang yang memusuhinya"
GolonganSyiah yakin bahwa Nabi telah mengangkat Ali menjadi imam di sebuah tempat airyang disebut Khum. Maka jadilah peristiwa ini disebut sebagai peristiwa ghadirkhum. Syiah yakin bahwa Nabi mengangkat Ali menjadi imam, dan kaum muslimintelah membaiat Ali. Tapi yang terjadi adalah sahabat berkhianat pada baiatGhadir Khum, dan mengangkat Abubakar menjadi khalifah.
Dan syiah menganggap hari Ghadir Khum adalahhari raya terbesar dalam Islam. Ghadir Khum lebih besar dari hari raya IdulFitri dan Idul Adha. At Thusi menyebutkan dalam Tahdzibul Ahkam, jilid 6 hal 24bahwa: Hari raya ghadir adalah hari rayayang paling agung di alam ini. Bukan hanya di bumi, tapi di alam semesta. Bukanhanya untuk kaum muslimin, tapi untuk seluruh manusia dengan berbagai agama dankepercayaannya. Hari raya ghadir adalah hari raya teragung di jagad raya ini.
Yang lebihparah lagi, Majlisi meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihiwasallam pernah bersabda: hari Ghadir Khum adalah hari raya terbaik umatku.Lihat Biharul Anwar jilid 37 hal 109.
Majlisimeriwayatkan dari perawi Sulaim bin Qais, bahwa surat Al Maidah ayat 3 yangberbunyi:
Padahari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamunikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.
Adalah turun setelah Nabi mengangkat Ali binAbi Thalib menjadi khalifah di Ghadir Khum. Nabi saw. bersabda setelah turunnyaayat ini: Allahu Akbar atas kesempurnaanagama dan nikmat, dan Allah meridhai risalahku dan kepemimpinan Alisepeninggalku. Biharul Anwar jilid 37 hal 195. Padahal ayat itu turun dipadang Arafah, bukan di Ghadir Khum.
Bahkan dalamkitab syiah juga memuat riwayat keutamaan hari raya ghadir khum, sepertidibawah ini :
DariAbdurrahman bin Salim, dari ayahnya: aku bertanya pada Abu Abdillah : apakahkaum muslimin memiliki hari raya selain hari Jum’at, Idul Adha dan Idul Fitri?Abu Abdullah menjawab: ya, hari raya yang lebih besar kehormatannya. Akubertanya: hari raya apakah itu, semoga diriku dijadikan tebusanmu? Abu Abdullahberkata: hari saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melantik AmirulMukminin, dan berkata: siapa yang menjadikan aku sebagai khalifahnya, maka Aliadalah khalifahnya. Aku bertanya: hari apakah itu? Abu Abdillah menjawab: apayang kamu akan perbuat dengan hari, hari-hari setahun adalah berulang, tetapihari itu adalah hari 18 Dzulhijjah. Aku bertanya: Apa yang sebaiknya kamilakukan di hari itu? Abu Abdullah berkata: kalian berdzikir pada Allah di hariitu dengan berpuasa, beribadah dan menyebut Muhammad dan keluarga Muhammad. DanRasulullah shallallahu alaihi wasallam mewasiatkan pada Ali agar menjadikanhari itu sebagai hari raya. Begitu juga para Nabi, mereka berwasiat pada washimereka masing-masing, lalu menjadikan hari itu sebagai hari raya. AlKafi jilid 4 hal 149, Al Wasa’il jilid 10 hal 44.

Al Mufid dan Abu Ja’far Ibnu Babawaih AlQummi, serta Abu Ja’far At Thusi meriwayatkan dari Ja’far As Shadiq bahwa amalibadah pada hari Ghadir, 18 Dzulhijjah setara amalan 80 bulan. TsawabulA’mal hal 100.

Dandalam hadits lain dari Abu Abdullah berkata: berpuasa pada hari ghadir khummenghapuskan dosa 60 tahun. Tsawabul A’mal hal 100. Tahdzib jilid 4 hal305, Al Faqih: jilid 2 hal 90, Al Khishal hal 264, Al Wasa’il jilid 10 hal 442.
Tapi sepertinya Ali dan paraimam menyelisihi wasiat Nabi ini, karenatidak ada yang pernah merayakan hari raya ini. Ali bin Abi Thalib tidak pernahmerayakannya.
Berbeda dengan syiah, merekamengadakan amalan khusus pada hari raya ghadir ini, dengan berdasar padakitab-kitab mereka. Jika dalam kitab mereka ada riwayat-riwayat keutamaannya,sudah tentu ada riwayat yang menjelaskan adab-adab hari itu. Tapi Ali bin AbiThalib tidak pernah merayakan itu. Begitu juga Hasan dan Husein. Lalu dari manariwayat itu berasal? Kita yakin syiah sendiri tidak bisa menjawab. Itulahpandangan syiah tentang ghadir khum.
Bersambung >>>>

Dikirim pada 19 Mei 2014 di TENTANG ALIRAN-ALIRAN SESAT


Oleh : Abu Alifa Shihab
PENDAHULUAN
Dalam sejarahtercatat bahwa Persia kuno terdapat sebuah imperium besar, yaitu imperium Persia Raya. Salah satu kotaterbesarnya adalah Mada’in. Wilayah Persia sekarang disebut Iran. Ada beberapaciri khusus imperium Persia. Pertama,sejarahnya dipenuhi oleh peristiwa kudeta dan perang saudara, sering terjadiperang dan revolusi perebutan kekuasaan antar putra mahkota.
Kedua, kepercayaandan ritual keagamaan banyak dipengaruhi oleh Yahudi, Kristen dan Budha.Sehingga sebagian ulama mengatakan bahwa sesungguhnyaSyi’ah adalah bibit yang berasal dari Kristen, yang ditanam oleh Yahudidiladang Majusi.
Ketiga, penokohandan pengkultusan yang kuat dan berlebihan terhadap pemimpin, bagi rakyatPersia. Sehingga pengkultusan Syi’ah terhadap ahlul-bait adalah warisan aqidahMajusi.
Selain itu,aliran keagamaan berkembang sangat pesat di Persia, seperti Majusi. Sedangkanagama Majusi memiliki dua sifat khas. (Yaitu) Pertama, bergerak secarasirriyah, yaitu sembunyi (dalam Syi’ah dikenal taqiyyah nanti dibahas dalam sesi beikutnya tentang penyimpangan Aqidah Syi’ah).Kedua, meyakini mut’ah sebagai ritual suci, pembersih dosa. Oleh karena ituSyaikh Dr. Abdullah Al-Gharib berkesimpulan, bahwa aqidah dan siasat politikyang diperankan oleh Syi’ah sekarang (seperti Iran), merupakan warisan danpengembangan dari ajaran majusi kuno (waja’adauru al-majus, hal.48)
Sebenarnyaawal pergesekan antara umat Islam dengan imperium Persia telah ada sejak eraNabi Muhammad saw, ketika beliau mengirim surat melalui shahabat Abdullah bin Hudzaifah ke Kisra bin Hurmudz, yangmenjadi raja Persia saat itu. Waktu itu sang raja merobek-robek surat yangditerimanya dihadapan shahabat yang mengirimnya.
Kemudian gesekan kedua umat Islam denganPersia terjadi pada masa khalifah Umar ibn Khathab, saat Persia dipimpin olehraja Yazdajrid. Dua panglima Persia, Rustum dan Hurmudzan terkenal sebagaipanglima andalan raja. Tetapi umat Islam yang waktu itu dipimpin oleh Sa’adbiin Abi Waqash berhasil menaklukan Persia dilembah Qadisiyah. Rustum, panglimayang terkenal gagah itu tewas dilembah ini. Sedangkan Hurmudzan sempatmelarikan diri, namun ia tertangkap oleh pasukan muslimin. Ia pura-pura masukIslam. Kelak, dialah otak dan dalang pembunuhan terhadap khalifah Umar ibnKhathab.

MUNCULNYAKELOMPOK SYI’AH
Sebagian ahliberpendapat, bahwa awal munculnya Syi’ah ada yang mengaitkan diakhir masapemerintahan khalifah Ustman bin Affan atau awal masa kekhalifahan Ali bin AbiThalib. Tetapi yang paling mashur Syi’ah muncul dan lahir pasca gagalnyaperundingan antara pihak pasukan Ali bin Abi Thalib dengan pihak Mu’awiyah binAbi Sufyan di Siffin yang lebihpopular dengan peristiwa At-Tahkim(arbitrasi). Akibat perundingan itu, sejumlah pasukan Ali menentang bahkankeluar memisahkan diri. Mereka lebih terkenal dengan sebutan khawarij (orang-orang yang keluar daribarisan Ali). Sebagian besar tetap mendukung dan setia kepada khalifah sebagai Syi’ah Ali (pengikut/pendukung Ali).
Pada awalmunculnya, tasyayu’ (dukungan) kepada Ali hanyalah merupakangerakan politik. Penggunaan term Syi’ah dimasa Khalifah Ali raberkonotasi setia dan membela, tidak ada akidah khusus sebagaimana pada Syiahsaat ini.
Pascaperistiwa tahkim atau arbitrase antara Alidan Mu’awiyah, posisi Khalifah Ali semakin lemah dan sempit, terutama sekalisesudah penumpasan pasukan Ali terhadap kaum Khawarij di Nahrawan, telahmendorong mereka untuk membentuk pasukan berani mati yang terdiri dari :Abdurrahman bin Muljam untuk membunuh Ali di Kuffah, Hajaj bin Abdillahas-Sarimi untuk membunuh Muawiyah di Damaskus, dan Zadawih untuk membunuh Amrbin Ash di Mesir. Akan tetapi dua petugas yang disebut terakhir gagal mencapaimaksudnya, dengan demikian posisi Muawiyah semakin kuat.
KelahiranSyiah sebagai suatu aliran keagamaan yang bersipat pilitis secara utuh, dilihatdari aspek ajaran atau doktrin politiknya, yakni tentang legitimasike-khalifahan ada pada keturunan Ali dengan Fathimah, putri Rasulullah saw.bermula sejak munculnya tuntutan penduduk Kuffah pendukung Ali, agar masalahke-khalifahan dikembalikan kepada Ahlul-Bait. Yangdimaksud dengan Ahlul-Bait oleh Syiah hanya dibatasi kepadaAli, Fathimah, Hasan, Husein dan keturunan Husein. Mereka tidak menganggap paraistri Nabi saw, putra-putra Ali selain Hasan dan Husein, saudara-saudaraperempuan Fathimah seperti Ruqayah, Ummu Kultsum dan Zainab, begitu pulaketurunan Hasan bin Ali sebagai Ahlul-Bait. Dengan demikianlahirnya Syiah pada dasarnya bersamaan waktunya dengan pengangkatan Hasan binAli bin Abi Thalib sebagai Imam kaum Syiah. Pada masa ini posisi kaum Syiahsemakin goyah karena derasnya fitnah, perselisihan dan perpecahan dikalanganmereka yang sengaja ditanamkan oleh golongan Syabaiyyah pengikut Abdullah binSaba. Lemahnya kepemimpinan Hasan bin Ali menjadi factor yang mempersulit kaumSyiah. Usaha Hasan menumpas Syabaiyyah dan menentang pemerintahan Muawiyah,membuat banyak pendukung meninggalkannya dan berpaling kepada Muawiyah,sebagian bergabung dengan Syabaiyyah dan Khawarij. Akhirnya Hasan bin Alimemilih jalan damai dengan mengundurkan diri dari jabatan sebagai khalifah padatahun 41H/661M. Sesudah Hasan bin Ali wafat diangkatlah saudaranya (yakni)Husein bi Ali sebagai Imam. Putera Ali kedua ini tampak memiliki semangat dandaya juang seperti bapaknya, namun saying ia harus tewas diujung pedang tentaraYazid bin Muawiyah di padang Karbala secara memilukan pada tanggal 1 Oktober680 M.
Perubahancorak Syiah dari politik murni menjadi gerakan keagamaan antara laindipengaruhi oleh kedengkian Yahudi dan Majusi (Persia) terhadap Islam. KarenaIslam-lah yang telah menghancurkan dan mencabut akar-akar Yahudi dari jazirahArab, negeri yang dianggap sangat penting bagi Yahudi, mereka telah lamamenetap di Madinah dan Syan’a (Yaman) dan sebagian ujung-ujung jazirah Arab.Adapun Persia, mereka adalah bangsa kaya dan pernah berkuasa atas bangsa-bangsalain termasuk bangsa Arab. Persia yang besar kerajaannya, kewibawannya tidakruntuh ditangan bangsa Romawi ataupun Mongol, tapi justru jatuh ditangan kaummuslimin yang berjumlah relative kecil dimasa kehkalifahan Umar Ibn al-Khathabra.
Keinginanmengobarkan dendam lama nampak dari ucapan Imam Khomaeni : “…Sesungguhnyaaku mengatakan dengan keberanian bahwa bangsa Iran (dulu Persia) dengan jumlahjutaan pada saat ini lebih utama dari pada bangsa Hijaz dimasa Rasulullah sawdan dari bangsa Kufah, Irak pada masa Amirul Mukminin Al-Husein bin Ali (Al-WashiyahAl-Ilahiyah hal.16).
Seorangorientalis Inggris Dr.Brown yang cukup lama tinggal di Iran untuk studikesejarahan dalamTarikh Adabiyat Iran jilid 1 hal 217 mengatakan: “… Diantara factor terpenting yang menyebabkan permusuhan pendudukIran terhadap khalifah Ar-Rasyid kedua, Umar adalah karena dialah yang telahmenaklukan Negara-negara non-Arab dan telah meruntuhkan kekuatan mereka. Hanyasaja permusuhan mereka dibungkus dengan baju agama dan madzhab”. Dibagian lain dia menjelaskan bahwa kebencian mereka kepada Umar bukan karenamerampas hak-hak Ali dan Fathimah, melainkan karena dialah yang telahmenaklukan Iran dan menumbangkan dinasti Sasaniyah. Kemudian diamenukil sebuah Syair lagu Persia : “Umar telah mematahkanpunggung-punggung singa yang ganas dikandangnya dan telah mencabut keluargaJamsyid (raja terbesar dari Persia), bukanlah pertentangan itu karena iamerampas hak Ali, tetapi dendam lama ketika ia menaklukan Persia. (ibid,jilid 4 hal 49)
Setelahbertemunya kepentingan Sabaiyyah dan Majusiyah, mereka menggunakan maker denganmengeksploitasi terbunuhnya Ali bin Abi Thalib ra dan Husein bin Ali bin AbiThalib, kemudian membubuinya dengan fatwa-fatwa yang dinisbatkan kepada Ali binAbi Thalib dan keluarganya untuk kemudian membawa agama baru yang berdirisendiri. Memiliki akidah dan syariah yang berbeda atau berpisah dari Islam,yang dibawa oleh As-Shadiq Al-Amin Muhammad saw. Maka dengan demikian tasyayu’ (dukungan)dibangun dan berdiri diatas ucapan-ucapan dan perbuatan para Imam. Jikaditentang dengan ucapan atau perbuatan Imam itu sendiri yang dimuat dalam kitabmereka, dengan ringan mereka menjawab “Itu kan Taqiyyah”. Jikaditentang dengan Al-Quran, mereka menjawab “Al-Quran yang ada telahdiubah dan diganti”. Jika dibantah dengan Sunnah yang shahih, merekadengan mencibir berkata “Itu riwayat dari orang-orang yang murtad”.
Syi’ahpada era kehkalifahan Ali lebih kepada pembelaan dan dukungan dalam aspek siyasah (politik), tetapi setelahAbdullah bin Saba seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, Syi’ah menjadisebuah keyakinan. Abdullah binSaba’ (Ibn Sauda) adalah seorang Yahudiberasal dari Shan’a, Yaman yang datang ke Madinah kemudian berpura-pura setiakepada Islam pada masa Khilafah Utsman bin Affan Bahkan sebagian memandang diayang sesungguhnya mempelopori kudeta berdarah dan melakukan pembunuhan kepadakhalifah Utsman bin Affan, yang kemudian mengkultuskan Ali bin Abi Thalib.
Al-Qummy (seorang Syi’i) mengaku dan menetapkan akan adanya Abdullah bin Saba ini, dan menganggapnya orang yang pertama kali menobatkan keimaman Ali bin AbiThalib, serta akan munculnya kembali (sebelum qiamat), disamping ia jugatermasuk orang yang pertama mencela Abu Bakar, Umar, Ustman dan para shahabatlainnya. Hal ini sesuai dengan pandangan Ash-Shahrastany yang menyebutkan bahwaAbdullah bin Saba meupakan orang yang pertama kali memunculkan pernyataankeimaman Ali dengan adanya wasiat. Beliau juga menyebutkan tentang Saba’iyyah (pengikut Ibnu Saba) bahwa iaadalah sekte pertama yang menyatakan tentang hilangnya imam mereka yang keduabelas dan nanti akan muncul kembali.
Dapatdisimpulkan bahwa pernyataan tentang ke-imaman Ali bin Abi Thalib dankekhalifahannya dengan adanya wasiat langsung dari Nabi saw adalah peninggalanyang diwaristkan oleh Ibnu Saba. Setelah itu Syi’ah berkembang biak menjadibeberapa sekte, dengan berbagai macam ideology yang banyak sekali.
Jelaslahbahwa Syi’ah membuat ideologi-ideologi baru seperti adanya wasiat kekhalifahanAli bin Abi Thalib, dan munculnya kembali imam mereka yang ke-12 dikemudianhari. Hilangnya imam dan penuhanan terhadap para imam mereka adalah buktipengekoran kepada Abdullah bin Saba seorang Yahudi.
Diantara isu-isu (baca : doktrin) yang disebarkan oleh Abdullah bin Saba’ padasaat itu antara lain:
1. BahwaAli bin Abi Thalib R.A telah menerima wasiat sebagai pengganti Rasulullah saw.(An Naubakhti , firaq As Syi’ah, hal. 44)
2. BahwaAbu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan R.A. adalah orang-orangzhalim, karena telah merampas hak khilafah Ali R.A. setelah wafatnya Rasulullahsaw Umat Islam saat itu yang membai’at ketiga khilafah tersebut dinyatakankafir. (An Naubakhti, op cit, hal.44)
3. BahwaAli bin Abi Thalib adalah pencipta semua mahluk dan pemberi rezeki. (IbnuBadran, Tahdzib al Tarikh al Dimasyq, Juz VII, hal. 430)
4. BahwaNabi Muhammad saw akan kembali lagi ke dunia sebelum hari kiamat, sebagaimanakepercayaan akan kembalinya Nabi Isa A.S. (Ibnu Badran, op cit, juz VIII, hal.428)
5. BahwaAli R.A. tidak mati, melainkan tetap hidup di angkasa. Petir adalah suaranyaketika marah dan kilat adalah cemetinya. (Abd. Al Thahir Ibnu Muhammad AlBaghdadi, Al Firaq Baina Al Firaq, hal. 234)
6. Bahwaruh Al Quds berinkarnasi ke dalam diri para Imam Syi’ah . (Al Bad’u wa AlTarikh, juz V, hal. 129, th 1996). [lipi Makassar]
Bersambung ....!

Dikirim pada 19 Mei 2014 di TENTANG ALIRAN-ALIRAN SESAT


Tanya : Bismillah… pak ustadz Abu Alifa, apakah benar Nabi saw Isra’ Mi’raj naik kendaraan “Buraq”. Kemudian apakah Nabi saw Isra’ Mi’raj itu ruhnya saja (dalam mimpi) atau ruh dan jasad beliau yang pergi itu! Wassalam NTA
Jawab : Bismillah … Meyakini terjadinya peristiwa Isra’ dan Mi’raj merupakan bagian dari keimanan kita kepada Rasulullah saw. Bentuk keimanan pada dasarnya terletak pada sesuatu diluar nalar manusia melalui wahyu yang disampaikan oleh para Rasul-Nya. Bentuk keimanan seseorang belum memadai manakala sebagian yang diberitakan dan diajarkan didustainya.
Dalam shahihain (Bukhary dan Muslim) dalam melakukan Isra’ Mi’raj, Nabi disertai oleh para malaikat yang dipimpin oleh Malaikat Jibril as, dengan kendaraan buraq termasuk hewan ghaib yang menyerupai kuda hanya lebih kecil, namun lebih besar dari keledai. Dalam mi’raj-nya Nabi saw ditemani Jibril menempuh beberapa (tingkatan) langit. Dan pada tingkatan langit itu Nabi berjumpa dengan beberapa Nabi, diantaranya Nabi Adam, Nabi Yahya dan Isa, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, Nabi Musa dan Nabi Ibrahim ‘alaihimus-salam.
Mengenai ruh dan jasad Nabi saw pada saat Isra dan Mi’raj, memang ada perbedaan. Pertama, bahwa Isra’ Mi’raj-nya Nabi hanya berupa Ruh saja. Hal ini didasarkan keterangan (riwayat) yang disandarkan kepada Siti Aisyah ra yang berkata :
…Jasad Rasulullah tidak pernah hilang, akan tetapi Allah meng-isra’kannya dengan ruh“.
Disamping riwayat diatas ada beberapa riwayat yang mengatakan bahwa Isra Mi’raj Nabi saw adalah mimpi yang benar.
Keterangan mengenai Nabi saw Isra’ Mi’raj hanya dalam bentuk ruh dan mimpi tercatat dalam kitab-kitab Sirah Nabawiyah seperti karya Ibn Hisyam, Ibn Ishaq dan Ibn Katsir.
Kedua, Isra’ dan Mi’raj Nabi saw terjadi pada ruh dan jasad. Hal ini didasarkan pada firman Allah swt (QS.Al-Isra ayat 1) yang dalam ayat tersebut menggunakan kalimat “‘abdun” (hamba) yang tentu mencakup ruh dan jasad. Disamping itu dipergunakannya kendaraan yang dipakai Nabi, inipun membuktikan bahwa ruh dan jasad Nabi yang pergi. Jika hanya mimpi atau ruhnya saja, maka bentuk kemu’jizatan tidak terlihat, sebab mimpi adalah hal yg biasa.
Adapun mengenai riwayat diatas, para ulama tafsir maupun ulama hadits menolak, sebab riwayat tersebut tidak shahih. Dengan demikian sebagai sebuah mu’jizat dan diperlukan keimana untuk mempercai peristiwa itu, maka Isra dan Mi’raj Nabi terjadi secara ruh dan jasad dan dalam keadaan terjaga bukan mimpi. Allohu A’lam

Dikirim pada 09 Mei 2014 di Bab. Aqidah


Tanya : Ustadz mau bertanya mengenai mengarahkan hewan ke qiblat saat disembelih. Apakah hal ini wajib atau bagaimana? Samsul A
Jawab : Bismillah… sampai saat ini secara pribadi saya belum mendapatkan perintah dari Nabi saw bahwa saat menyembelih wajib dihadapkan hewan itu kearah qiblat, sebagaimana perintah wajibnya shalat menghadap qiblat. Akan tetapi dari perbuatan para shahabat, bahwa hal tersebut (dihadapkan hewan ke qiblat saat disembelih) hanya merupakan keutamaan atau anjuran saja.
عن نافع أن ابن عمر كان يكره أن يأكل ذبيحة ذبحه لغير القبلة
Dari Nafi’, sesungguhnya Ibnu Umar tidak suka memakan daging hewan yang disembelih dengan tidak menghadap qiblat (Riwayat Abdur Razaq no 8585 dengan sanad yang shahih)
عن ابن سيرين قال : كان يستحب أن توجه الذبيحة إلى القبلة
Dari Ibnu Sirin (seorang tabiin) beliau mengatakan, “Dianjurkan untuk menghadapkan hewan sembelihan ke arah qiblat” (Riwayat Abdur Razaq no 8587 dengan sanad yang shahih).
Dengan demikian hewan dihadapkan kearah qiblat saat disembelih merupakan anjuran (sunnat) saja. Allohu A’lam

Dikirim pada 29 April 2014 di Bab. Penyembelihan


Tanya : Bismillah… ustadz Abu Alifa saya ingin mengetahui tata cara Umrah yang pernah dicontohkan Nabi Muhammad saw. Semoga ustadz tidak keberatan menjawabnya. (Kel. Besar Jamaah Majid Al-Muthmainah)

Jawab: Ibadah Umrah meliputi pelaksanaan IHRAM, THAWAF, SHALAT DIMAQAM IBRAHIM, SA’I dan TAHALLUL.
1. IHRAM UMRAH
Setelah mandi, atau dalam kondisi sudah mandi kita mulai IHRAM dari tempat (miqat) yang telah ditentukan, lalu kita awali dengan Ihlal Ihram Umrah dengan membaca :
LABBAIKA UMRATAN (kami memenuhi panggilan Umrah-Mu)
Setelah membaca Ihlal Ihram (untuk umrah) diatas, lalu membaca talbiyah dengan nyaring (berulang-ulang) sampai menjelang pelaksanaan THAWAF. Lafadz talbiyah yang dimaksud :
LABBAILAL-LOHUMMA LABBAIK ..LABBAIKA LAA SYARIKA LAKA LABBAIK …INNAL-HAMDA WAN-NI’MATA LAKA WAL-MULK LAA SYARIKA LAK (Kami memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah kami penuhi panggilan-Mu, tidak ada serikat bagi-Mu, kami penuhi panggilan-Mu, Sesungguhnya segala puji hanya milik-Mu dan kekuasaan (milik-Mu), (dan) tidak ada serikat bagi-Mu)

2. THAWAF
Ketentuan Thawaf
a. Bagi laki-laki pakaian ihramnya dengan pundak sebelah kanan terbuka
b. Dalam kondisi wudhu sebab nanti ada selesai Thawaf ada shalat di Maqam Ibrahim
c. Saat melihat Ka’bah ( Setelah masuk masjidil-Haram) membaca :
ALLOHUMMA ANTAS-SALAM WA MINKAS-SALAM FAHAYYINA RABBANA BIS-SALAM (Ya Allah, Engkaulah (sumber) keselamatan, dan dari-Mulah semua keselamatan, maka hidupkanlah kami wahai rabb kami dengan keselamatan)
Setelah itu menuju Hajar Aswad. Dan setelah sampai di Hajar Aswad atau garis lurus (jika jauh), maka bacaan talbiyah dihentikan. Lantas kita mencium hajar aswad (jika dekat), atau meraba/mengusap dengan tangan atau alat (tongkat), dan mencium tangan atau tongkat tersebut. Atau jika jauh, maka cukup dengan isyarat tangan atau tongkat TANPA menciumnya. Melakukan hal tersebut sambil membaca :
BISMILLAHI WAL-LOHU AKBAR (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Besar)
Setelah mencium atau dengan isyarat tanpa mencium, kita menghadap ke arah kanan (sehingga posisi Ka’bah ada disebelah kiri kita) untuk memmulai mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 (tujuh) putaran. Bagi laki-laki tiga putaran pertama dengan lari kecil (dari hajar aswad sampai ruknul-yamani), sedang bagi perempuan tidak ada lari kecil (berjalan saja). Saat thawaf sampai ruknul-yamani membaca do’a :
ROBBANA AATINAA FID-DUNYA HASANAH WA FIL-AKHIRATI HASANAH WA QINA ‘ADZABAN-NAAR
Hali ini dilakukan setiap putaran (thawaf). Selesai thawaf kita menuju Maqam Ibrahim untuk melaksanakan shalat. Sesampainya ditempat (sebelum shalat) membaca :
WAT-TAKHIDZUU MIM-MAQAAMI IBRAHIMA MUSHALLA

3. SHALAT DI MAQAM IBRAHIM
Yaitu shalat 2 rakaat yang dilakukan sendirian (tidak berjamaah), dengan ketentuan dirakaat pertama membaca al-fathihah dan surat al-kafirun, dan rakaat kedua al-fathihah dan surat al-ikhlash. Selesai shalat, kembali ke hajar aswad dan memegang atau isyarat sambil membaca :
BISMILLAHI WAL-LOHU AKBAR
Dan selanjutnya menuju ke bukit Shafa untuk melakukan Sa’i.

4. SA’I ANTARA SHOFA DAN MARWAH
Saat kita sampai di bukit Shafa membaca :
INNASH-SHAFA WAL-MARWATA MIN SYA’AAIRIL-LLAH
Dibukit Shafa kita menghadap Ka’bah (qiblat) sambil mengangkat tangan membaca :
ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR, LAA ILAAHA ILLAL-LLAHU WAHDAHU LAA SYARIKALAH LAHUL-MULKU WA LAHUL-HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI-IN QADIR, LAA ILAAHA ILLAL-LAHU WAHDAH ANJAZA WA’DAH WA NASHARA ‘ABDAH WA HAZAMAL-AHZAABA WAHDAH
Lalu berdo’a (dalam posisi tetap mengangkat tangan) sesuai keinginan kita. Dilakukan bacaan dan do’a kita itu 3 kali.
Selanjutnya menuju bukit Marwah. Saat sampai lampu hijau hingga lampu hijau berikutnya, bagi laki-laki dianjurkan berlari kecil. Sampai di bukit Marwa membaca sebagaimana yang dilakukan di bukit Shafa, tapi TIDAK MEMBACA “Innas-shafa wal-marwata min sya’aairillah
Hal tersebut (sa’i) ini dilakukan tujuh balikan (dari Shafa ke Marwa dihitung satu kali, begitupun sebaliknya). Sehingga dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.

5. TAHALLUL
Tahallul merupakan rukun terakhir dari proses ibadah Umrah. Yaitu menggunting beberapa helai rambut atau jika laki laki (dan bukan Umrah untuk Haji) dianjurkan dicukur habis. Allohu A’lam

Dikirim pada 26 Januari 2014 di Bab. Haji
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

Berasal dari Desa ... lahir dari seorang petani kecil. Orangnya prihatin, gampang tersentuh. Ayah dari 7 orang anak! More About me

Al-Quran
    Ya Rabb, ampuni dosa kami, dan hapuslah segala kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang shalih.
Sabda Nabi saw
    Cintailah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat bisa jadi orang yang kamu benci. Bencilah seseorang itu dalam batas yang wajar, sebab suatu saat ia orang yang kamu cinta.
Al-Quran
    Ya Rabb ... janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb, janganlah kami berikan beban yang berat seperti yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.Ya Rabb, janganlah Engkau bebankan kepada kami sesuatu yang tidak dapat kami memikulnya! ......
Asa-ku
    Ya Rabb, seandainya hamba-Mu harus menangis ... jadikanlah tangisan itu yang bisa membuat terhapusnya dosa dan kesalahan hamba, tangis yang mampu menghantar hamba pada ridha dan rahmat-Mu. Ya Rabb ... jadikanlah senyum hamba dikala orang yang mencintai dan menyayangiku menangisi hamba ....
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.666.714 kali


connect with ABATASA